alexametrics

Mendadak Temui Jokowi, Ini yang Dibahas Adian Napitupulu Cs Bareng Presiden

Bangun Santoso | Ummi Hadyah Saleh
Mendadak Temui Jokowi, Ini yang Dibahas Adian Napitupulu Cs Bareng Presiden
Adian Napitupulu di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020). [Suara.com/Muhammad Yasir]

Adian Napitupulu bersama aktivis 1998 bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu dan mantan aktivis 1998 yakni Mustar Bona Ventura serta Fen Mugni menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Adian mengatakan, pembicaraan bersama Jokowi tersebut membahas situasi nasional yakni soal corona, vaksin, sumber daya laut, ekonomi dan tanah untuk rakyat.

"Terkait masalah yang disampaikan, Pak Jokowi minta agar lebih intensif berkomunikasi dengan semua mentrinya antara lain Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri KKP Trenggono," ujar Adian kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Tak hanya itu, Jokowi kata Adian juga meminta semua elemen masyakarat untuk saling bergotong royong melewati masa pandemi.

Baca Juga: Soal Bipang Ambawang, Fadli Zon Minta Penulis Pidato Jokowi Minta Maaf

"Agar seluruh elemen rakyat bergandengan tangan dan gotong royong untuk melewati masa pandemi ini," ucap dia.

Adian juga menyampaikan banyaknya potensi kekayaan alam yang bisa di kelola untuk memperbaiki ekonomi nasional.

Termasuk beberapa investor asing yang tertarik investasi tapi terhambat persoalan di tingkat lokal.

Kata Adian, Jokowi sempat menghubungi langsung beberapa menteri untuk mengkonfirmasinya.

Lebih lanjut, Adian menuturkan dalam pertemuan juga dibahas antara lain PP 56 terkait Royali Lagu, PP 35 terkait perjanjian kerja dan Peraturan Presiden terkait harga gas yang tidak kompetitif dengan negara lain yang membuat biaya produksi menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Heboh Video Rombongan Mobil Jokowi Diduga Mudik, Begini Reaksi Istana

Dalam kesempatan tersebut, Adian menyampaikan data tentang 65.000 hektar tanah PTPN yang dikelola oleh Rakyat.

Sehingga perlu kepastian hukum untuk mencegah konflik agraria ke depan.

Komentar