Pemuda Tewas usai Disuntik, Pemerintah Lanjut Pakai Vaksin AstraZeneca

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Selasa, 11 Mei 2021 | 15:23 WIB
Pemuda Tewas usai Disuntik, Pemerintah Lanjut Pakai Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Kolase foto/Unsplash/dok. istimewa)

Suara.com - Pemerintah memastikan bahwa Vaksin AstraZeneca tetap akan dipakai meski diduga menyebabkan kematian terhadap satu orang pemuda di Jakarta Timur pada pekan lalu.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Wiku Adisasmito, menyebut hingga saat ini pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap kasus kematian tersebut. Selama menunggu, vaksin buatan Inggris itu tetap akan digunakan di tanah air.

"Pemerintah masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh komnas KIPI dan Komda, sejauh ini belum ada keputusan untuk menunda penggunaan vaksin AstraZeneca," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Selasa (11/5/2021).

Diberitakan sebelumnya, pemuda 22 tahun bernama Trio Vauqi Firdaus di Duren Sawit, Jakarta Timur, meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin AstraZeneca di Sentra Vaksinasi Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Rabu 5 Mei 2021.

Selama masa observasi 30 menit, Trio tidak merasakan apa-apa, efek samping mulai terasa saat ia bekerja ia mengaku sakit kepala luar biasa, sakit di sekujur tubuh, lemas dan juga demam.

Tangkap layar video makam Trio Fauqi Virdaus, pemuda di Jakarta Barat yang meninggal usai divaksin AstraZeneca. (Instagram)
Tangkap layar video makam Trio Fauqi Virdaus, pemuda di Jakarta Barat yang meninggal usai divaksin AstraZeneca. (Instagram)

Kondisinya melemah dan masih mengalami demam hingga Kamis 6 Mei, ia lalu dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB.

“Sakit kepala hebat, yang kedua sakit di sekujur tubuhnya, tulang-tulangnya. Lalu lemas dan demam. Ibu saya malam hari sempat menawarkan apa perlu ke dokter, atau minum obat di warung? Adik saya menolak, karena dia takut,” kata Sang kakak, Sabbihis Fathun Vickih.

Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Menurut Kemenkes, dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, meninggalnya orang setelah divaksinasi Covid-19 disebabkan lain dan tidak ada kaitan dari vaksinasi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesaksian Keluarga Pemuda yang Tewas usai Divaksin AstraZeneca

Kesaksian Keluarga Pemuda yang Tewas usai Divaksin AstraZeneca

Video | Selasa, 11 Mei 2021 | 14:45 WIB

Meninggal usai Divaksin AstraZenec, Jasad Trio Dikubur di Belakang Rumah

Meninggal usai Divaksin AstraZenec, Jasad Trio Dikubur di Belakang Rumah

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:07 WIB

Libur Lebaran, Vaksinasi di Bantul Tetap Berjalan

Libur Lebaran, Vaksinasi di Bantul Tetap Berjalan

Jogja | Selasa, 11 Mei 2021 | 14:51 WIB

Pemuda Tewas usai Divaksin AstraZeneca, Keluarga: Pemerintah Tutup Mata!

Pemuda Tewas usai Divaksin AstraZeneca, Keluarga: Pemerintah Tutup Mata!

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 14:47 WIB

Terkini

BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru

BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026

Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil

Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Massa Geruduk Rumah MC yang Kasih Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras

Massa Geruduk Rumah MC yang Kasih Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara

Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:15 WIB

10 Cara Mengatasi Flek Hitam Melasma akibat Efek Samping KB

10 Cara Mengatasi Flek Hitam Melasma akibat Efek Samping KB

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Bagaimana Ocean Calculator Menghitung Manfaat Laut yang Selama Ini Sulit Terlihat?

Bagaimana Ocean Calculator Menghitung Manfaat Laut yang Selama Ini Sulit Terlihat?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Bagaimana AI Dapat Membantu dalam Memetakan Hutan Dunia?

Bagaimana AI Dapat Membantu dalam Memetakan Hutan Dunia?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:13 WIB

5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Race Day, Nyaman Dipakai Maraton hingga Garis Finis

5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Race Day, Nyaman Dipakai Maraton hingga Garis Finis

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Dulu Googling, Kini TikToking: Mengapa Gen Z Beralih ke TikTok?

Dulu Googling, Kini TikToking: Mengapa Gen Z Beralih ke TikTok?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:11 WIB

×