Pemutakhiran Data Gempa Bukan Berarti Ralat, Ini Penjelasan BMKG

Erick Tanjung, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 14 Mei 2021 | 20:10 WIB
Pemutakhiran Data Gempa Bukan Berarti Ralat, Ini Penjelasan BMKG
Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati dalam konfrensi pers virtual terkait gempabumi di Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5/2021). [Bidik layar]

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat gempabumi di Nias Barat berkekuatan magnitudo 7,2 kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 6,7. Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati menyatakan, bahwa pemutakhiran kekuatan gempabumi bukan berarti diralat.

Dwi mengungkapkan kalau sistem informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami Indonesia itu akan memberikan pengumuman pada menit ke-3 pasca kejadian. Pada menit tersebut, BMKG akan mendapatkan data dari sekitar 20 sensor yang terpasang.

Dwi menyebut kalau Indonesia memilih kepentingan keselamatan terlebih dahulu. Sehingga mengumumkan secara cepat dilakukan untuk kemudian nantinya bisa diperbarui pada menit-menit berikutnya.

"Sehingga kami keluarkan terlebih dahulu pada menit ke-3 buka, stabil itu setelah menit ke-15 baru diupdate. Jadi bukan diralat," kata Dwi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (14/5/2021).

Memang pengumuman yang disampaikan pada menit ke-15 akan disertai data lebih komplit karena ratusan sensor sudah bisa masuk. Akan tetapi apabila menunggu hingga menit ke-15, maka akan berisiko banyaknya korban berjatuhan.

"Kalau magnitudo dihitung stabil pada menit ke-15, tsunami bisa datang pada menit ke-2. Jadi tidak ada gunanya istilah peringatan dini kalau menunggu stabil pada menit 15," ujarnya.

Indonesia dan Jepang misalnya dituntut untuk memberikan informasi pada menit ke-3, maksimal menit ke-4. Kondisi tersebut berbeda dengan Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey) dan Jerman yang masing-masing memberikan informasi pada menit ke-15 dan 20.

Dampak dari mementingkan kecepatan itu bisa terlihat dari besaran magnitudo yang kemudian berubah disetiap menitnya. Hal itu dikarenakan menit awal, pihak BMKG baru menerima data dari sebagian sensor.

"Jadi, pada menit ke-3, jumlah data yang masuk itu jumlahnya baru sebagian data. Karena pada umumnya seluruh data itu bisa masuk dan dihitung secara stabil itu pada menit ke-15 seperti yang dilakukan USGS ataupun oleh Jerman pada menit yang lebih dari 15."

baca juga

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa tektonik mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera berkekuatan M 7,2 namun kemudian dimutakhirkan.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan M 7,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 6,7," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Gempabumi berpusat di koordinat 0,2 Lintang Utara dan 96,69 Bujur Timur. Tepatnya, pusat gempabumi berlokasi di laut pada jarak 125 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa Susulan Masih Terjadi, BMKG Minta Warga Nias Cek Ketahanan Rumah

Gempa Susulan Masih Terjadi, BMKG Minta Warga Nias Cek Ketahanan Rumah

News | Jum'at, 14 Mei 2021 | 18:08 WIB

Usai Gempa Magnitudo 6,7, Nias Barat Diguncang 9 Kali Gempa Susulan

Usai Gempa Magnitudo 6,7, Nias Barat Diguncang 9 Kali Gempa Susulan

Sumbar | Jum'at, 14 Mei 2021 | 18:04 WIB

BMKG Catat Sembilan Kali Gempa Susulan di Nias Barat

BMKG Catat Sembilan Kali Gempa Susulan di Nias Barat

News | Jum'at, 14 Mei 2021 | 17:42 WIB

Terkini

Samsung Galaxy S26 FE Hadir di Indonesia, Teman Andalan Anak Muda Wujudkan Ide Kreatif

Samsung Galaxy S26 FE Hadir di Indonesia, Teman Andalan Anak Muda Wujudkan Ide Kreatif

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 11:00 WIB

Hindari Macet Laga Persija vs Persib, Ini Rute MRT dan Transjakarta Menuju GBK

Hindari Macet Laga Persija vs Persib, Ini Rute MRT dan Transjakarta Menuju GBK

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:58 WIB

Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring

Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring

Sulsel | Sabtu, 12 September 2026 | 10:57 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp4.000, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Rp4.000, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 10:51 WIB

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 10:50 WIB

3.028 Warga Pekanbaru Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

3.028 Warga Pekanbaru Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 10:49 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:46 WIB

iPhone Duo Akhirnya Rilis, Apple Siap Tantang Samsung di HP Foldable

iPhone Duo Akhirnya Rilis, Apple Siap Tantang Samsung di HP Foldable

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 10:45 WIB

4 Moisturizer yang Ampuh Pudarkan Dark Spot dan Bikin Wajah Cerah Merata

4 Moisturizer yang Ampuh Pudarkan Dark Spot dan Bikin Wajah Cerah Merata

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 10:45 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Hadir di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:44 WIB

×