Profil Khaled Mashal: Tokoh Hamas yang Hidup Mewah di Qatar

Dany Garjito

Selasa, 18 Mei 2021 | 14:55 WIB
Profil Khaled Mashal: Tokoh Hamas yang Hidup Mewah di Qatar
Jual beli serangan antara Israel dan Palestina masih terus terjadi dan tidak nampak bakal reda. [Antara]

Suara.com - Konflik yang terjadi antara Israel dan Hamas di Gaza, Palestina, tidak bisa dilepaskan dari tokoh yang bernama Khaled Mashal. Tidak heran jika profil Khaled Mashal menjadi sorotan.

Khaled Mashal lahir di Silwad, sebuah desa di utara Ramalah, Palestina, tanggal 28 Mei 1956. Sosok Khaled Mashal, inilah, tokoh yang paling utama teroris, pemegang remote control jarak jauh, setiap kali Hamas (Gerakan Pertahanan Islam) melakukan aksinya, mengganggu ketenangan Israel, sebagai proxy Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.

Sosok Khaled Mashal kembali menjadi sorotan karena perang Hamas dan Israel semakin memanas. Khaled Mashal adalah pemimpin politik Palestina yang juga menjadi pimpinan organisasi paramiliter Islam, Hamas. Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak ulasan seputar profil Khaled Mashal yang telah berhasil dirangkum dari berbagai sumber di bawah ini. 

Latar Belakang Khaled Mashal

Di saat menginjak usia 11 tahun, Khaled Mashal dan keluarganya melarikan diri ketika Israel merebut Tepi Barat dari Palestina pada tahun 1967. Mereka menetap di Kuwait, yaitu di tempat ayah Mashal telah tinggal dan bekerja sebagai buruh tani dan pengkhotbah sejak akhir tahun 1950-an.

Roket-roket ditembakan dari Gaza oleh kelompok milisi Hamas dan dicegat oleh roket Iron Dome Israel  pada 11 Mei 2021. [AFP/Mahmud Hams]
Roket-roket ditembakan dari Gaza oleh kelompok milisi Hamas dan dicegat oleh roket Iron Dome Israel pada 11 Mei 2021. [AFP/Mahmud Hams]

Kemudian Mashal tumbuh sebagai sosok yang taat agama, dan dirinya tertarik pada aktivisme politik Islam, hingga bergabung dengan Ikhwanul Muslimin cabang Palestina di Kuwait pada usia 15.

Mashal mendaftar di Universitas Kuwait pada tahun 1974, dan dirinya mempelajari fisika, serta berpartisipasi dalam aktivisme Palestina. Lalu Mashal dan rekan-rekan Islamisnya bentrok dengan sekulerfaksi nasionalis yang mendominasi Persatuan Mahasiswa Palestina di universitas.

Hingga mereka akhirnya memisahkan diri untuk membentuk perkumpulan mahasiswa mereka sendiri. Setelah lulus, Mashal tetap di Kuwait, di mana dirinya mengajar fisika dan tetap aktif dalam gerakan Islam Palestina.

Pada tahun 1984, Mashal berhenti mengajar dan fokus pada pekerjaan politiknya, yang terdiri dari pengorganisasian dan penggalangan dana untuk membangun jaringan layanan sosial Islam di Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta untuk mengembangkan kemampuan militer Islamis Palestina. 

baca juga

Singkat cerita, pada tahun 1997, Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, mengirimkan dua orang pembunuh bayaran untuk membunuh Mashal. Namun operasi itu gagal dan orang-orang itu segera ditangkap.

Setelah itu, Khaled Mashal dipilih sebagai pimpinan Hamas yang baru saat Sheikh Ahmed Yassin pendiri Hamas terbunuh akibat serangan udara Israel tahun 2004. Lalu pada bulan Mei 2009, Mashal dipilih kembali oleh anggota Hamas untuk memimpin kelompok politik itu selama beberapa tahun lagi. 

Hidup Mewah di Qatar

Diketahui Khaled Mashal hidup mewah di Doha, Qatar, dengan total kekayaan pribadi hasil perhitungan para analis terorisme mencapai Rp36,400 triliun (US$2,6 miliar) pada tahun 2020. Khaled Mashal, terus bergelimang harta di Doha, di balik ratusan warga Palestina di Gaza, yang selalu menjadi korban jiwa, setiap kali konflik dengan Israel.

Dompet Khaled Mashal terus menebal setiap kali muncul konflik antara Israel dan Palestina. Khaled Mashal menyusun proyek agitasi, di mana berbagai bentuk audio visual palsu, berupa derita nestapa rakyat Palestina. 

Masyarakat beragama Islam dari berbagai negara, mengumpulkan donasi dan uangnya masuk satu pintu, yaitu Khaled Mashal. Uang hasil donasi, kemudian dibelikan senjata, biaya pelatihan militer, hingga mendidik tenaga perakit roket dan bom, sekitar 40 persen dari dana donasi yang masuk.

Dan sisanya, sekitar 60 persen, untuk biaya hidup bermewah-mewahan Khaled Mashal dan petinggi Hamas lainnya yang tengah berada di luar negeri.

Agen intelijen asing yang negaranya menjadi pesaing Amerika Serikat (AS), seperti Federasi Rusia, China, hingga Iran, serta menginginkan Hamas menjadi proxy, selalu menghubungi Khaled Mashal di Doha.

Tidak dapat dipungkiri, Khaled Mashal memang selalu menjadi tokoh penting, setiap kali Hamas dimanfaatkan untuk menggangu ketengangan Israel, sebagai proxy AS di Timur Tengah.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:11 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 21:05 WIB

Walk Out di PBB: Protes Moral Perkasa, tapi Apakah Taktis?

Walk Out di PBB: Protes Moral Perkasa, tapi Apakah Taktis?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:40 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Tolak Pidato Netanyahu di PBB, DPR Puji Aksi Walk Out Delegasi Indonesia

Tolak Pidato Netanyahu di PBB, DPR Puji Aksi Walk Out Delegasi Indonesia

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:10 WIB

Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:17 WIB

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

Bawa Isu Palestina hingga Ketahanan Global, RI Bersiap Sampaikan National Statement di New York

Bawa Isu Palestina hingga Ketahanan Global, RI Bersiap Sampaikan National Statement di New York

News | Kamis, 24 September 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:35 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

×