Puluhan Warga Meninggal Usai Divaksin, Ini Penjelasan Komnas KIPI

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Kamis, 20 Mei 2021 | 19:54 WIB
Puluhan Warga Meninggal Usai Divaksin, Ini Penjelasan Komnas KIPI
Ilustrasi vaksinasi [Antara]

Suara.com - Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan mengatakan ada tiga kasus kematian pasca vaksin AstraZeneca. Dua kasus berada di Jakarta, sementara satu lainnya di Ambon, Maluku.

Kematian Trio Fauqi Firdaus, pemuda 22 tahun sehari usai mendapat vaksin AstraZeneca di Gelora Bung Karno, Jakarta sempat menjadi sorotan. Kasus kedua dialami pengemudi ojok daring berusia 57 tahun di Jakarta dan terakhir menimpa warga paruh baya berusia 45 tahun di Ambon.

Terkait kematian Trio, Hindra mengatakan sulit memastikan bahwa Trio meninggal akibat AstraZeneca. Hal itu setelah melihat gejala yang dialami Trio sebelum menghembuskan napas terakhir, salah satu di antaranya ialah demam tinggi. Terlebih tidak ada catatan medis Trio.

"Jadi sulit untuk menentukan penyebab kematiannya karena enggak ada data, enggak pernah diperiksa dokter, datang sudah meninggal enggak ada lab, enggak ada rontgen, enggak ada CT Scan kepala. Jadi sulit menyatakan ini terkait imunisasi," kata dia.

"Namun juga sulit ini tidak terkait imunisasi karena kita AstraZeneca karena kuncinya blood clot. Blood clot itu di susunan syaraf pusat di otak, di paru-paru, di perut atau di tungkai," sambungnya.

Hindra menuturkan, jenazah Trio yang kadung dimakamkan itu sedang menunggu proses untuk autopsi guna mengidentifikasi lebih jauh penyebab kematian.

Sementara itu terkait kematian pengemudi ojol, Hindra memastikan pengemudi tersebut tidak meninggal akibat AstraZeneca. Melainkan akibat radang paru. Hal itu diketahui lewat hasil rontgen dari puskesmas.

"Jadi bukan gara-gara vaksin tapi dia radang paru, radang paru sebelum divaksin. Kemudian tidak terdeteksi sesak dapat pengobatan gak bisa dirujuk kemudian menolak tindakan. Tentu saja kalau daya tubuh kurang baik dia meninggal," ujar Hindra.

Sedangkan untuk kasus kematian di Ambon dikatakan Hindra akibat terinfeksi Covid-19.

baca juga

"Di Ambon itu 45 tahun disuntik besoknya dia demam, batuk, pilek kemudian makin memberat diperiksa Covid positif setelah tiga hari. Jadi dia terpapar Covid-19 sebelum divaksin. Covid-nya berat akhirnya meninggal karena Covid," kata Hindra.

Meninggal Usai Divaksin Sinovac

Hindra menuturkan sebanyak 27 orang mengalami KIPI serius hingga mengakibatkan kematian, usai mendapat vaksin Sinovac.

Namun berdasarkan hasil identifikasi, 27 orang itu meninggal bukan karena vaksin Sinovac. Melainkan karena disebabkan berbagai penyakit bawaan lainnya, termasuk sedang terinfeksi Covid-19.

"Sekarang yang meninggal itu dari Sinovac ada 27. Dari 27 itu 10 orang karena terinfeksi Covid-19, 14 orang karena jantung dan pembuluh darah," kata dia.

Sementara itu, lanjut Hindra, satu orang akibat gangguan fungsi ginjal secara mendadak dan dua orang lainnya karena diabetes militus dan hipertensi yang tidak terkontrol.

Hindra kemudian menjelaskan kenapa Komnas KIPI mendapat kesimpulan akhir bahwa kematian 27 orang bukan karena Sinovac, melainkan penyakit.

"Kenapa kami bisa membuat diagnosis itu karena datanya lengkap, diperiksa dirawat, di-rontgen, periksa lab, CT Scan. Jadi dapat diagnosisnya. Dari tadi yang ribuan tadi yang meninggal 27 dan semua ada diganosisnya dan semua tertangani," kata Hindra.

Hindra memaparkan Komnas KIPI melakukan audit tiga kali dalam satu pekan besama Komisi Daerah KIPI. Karena itu pihaknya mendapat data kematian 27 orang yang meninggal, dari total ribuan laporan KIPI.

"Secara online alhamdulillah dan ada hikmahnya bisa audit sama Malut, DKI, Jatim dan Babel hingga Papua. Kerja mau malam atau hari Minggu. Tiga kali semingggu rata-rata, jadi kami bukan hanya penerima laporan tapi mengadakan audit," kata Hindra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas KIPI: 27 Warga yang Meninggal Usai Divaksin Sinovac karena Komorbid

Komnas KIPI: 27 Warga yang Meninggal Usai Divaksin Sinovac karena Komorbid

News | Kamis, 20 Mei 2021 | 19:48 WIB

Boris Johnson Sebut Semua Vaksin Covid-19 Efektif Lawan Virus Corona India

Boris Johnson Sebut Semua Vaksin Covid-19 Efektif Lawan Virus Corona India

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 17:30 WIB

Fleksibilitas Pfizer Meningkat, Bisa Disimpan di Freezer hingga 31 Hari

Fleksibilitas Pfizer Meningkat, Bisa Disimpan di Freezer hingga 31 Hari

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 16:51 WIB

Benarkah Autoantibodi Tingkatkan Keparahan Infeksi Virus Corona Covid-19?

Benarkah Autoantibodi Tingkatkan Keparahan Infeksi Virus Corona Covid-19?

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 16:24 WIB

Terkini

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:36 WIB

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:35 WIB

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:30 WIB

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 10:29 WIB

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

×