Antara Tradisi dan Kekejaman, Adu Banteng Picu Perdebatan Sengit di Spanyol

Bangun Santoso

Rabu, 26 Mei 2021 | 06:37 WIB
Antara Tradisi dan Kekejaman, Adu Banteng Picu Perdebatan Sengit di Spanyol
Seorang matador Spanyol di ajang adu banteng. (Foto: AFP)

Suara.com - Ketika lockdown COVID-19 dilonggarkan, Spanyol melanjutkan tradisi adu banteng dan kembali mengobarkan debat politik yang memanas antara kelompok sayap kanan yang mempertahankan tradisi itu dan kelompok kiri yang mengutuk kegiatan itu sebagai kekejaman terhadap hewan.

Sebelum lockdown COVID-19 membuat arena adu banteng di Spanyol sepi mencekam dan ratusan orang kehilangan pekerjaan, adu hewan tersebut telah mengalami penurunan. Ini sebagian besar disebabkan oleh tentangan dari sejumlah gerakan hak-hak hewan yang berpengaruh dan beberapa organisasi berhaluan kiri yang menolak untuk membayar festival banteng.

Alfred Bosch, mantan anggota parlemen Spanyol mengemukakan. “Warga di seluruh Eropa punya hak penuh untuk mengetahui bahwa mereka turut membiayai ini. Mereka membayar untuk ‘pesta’ ini. Mereka kemudian dapat dengan bebas memutuskan apakah mereka ingin terus membayar dengan uang pajak atau lebih memilih prioritas lain.”

Uni Eropa memberi subsidi untuk meningkatkan ekonomi wilayah pedesaan sekaligus membantu para petani melawan perubahan iklim.

Peternak Pedro Fumadó berasal dari keluarga dengan tradisi turun-temurun memelihara banteng sebagai tontonan. Pedro mendukung penggunaan dana publik untuk tradisi adu banteng tersebut.

“Itu adalah bagian dari budaya kami, adu banteng. Mereka berkontribusi pada ekosistem. Dan untuk alasan inilah, kami mendapatkan subsidi dari Uni Eropa. Apa yang banteng kontribusikan jauh melebihi apa yang kita terima,” komentarnya.

Kelompok populis sayap kanan menilai adu banteng itu sebagai kekuatan bagi persatuan bangsa. Ini telah lama menjadi simbol kuat nasionalisme Spanyol. Dengan jumlah pendukung sayap kanan 15 persen pemilih Spanyol, politisi konservatif menganggap dukungan mereka sebagai kunci untuk meraih kembali kekuasaan.

Seorang matador Spanyol di ajang adu banteng. (Foto: AFP)
Seorang matador Spanyol di ajang adu banteng. (Foto: AFP)

Akan tetapi, para pembela adu banteng itu sendiri merasa khawatir dengan semakin terkikisnya dukungan masyarakat umum. Direktur Sekolah Adu Banteng Enrique Guillen menjelaskan, “Ultrakiri, kelompok kiri paling ekstrem menggunakan isu adu banteng untuk merugikan partai sekaligus memperoleh suara yang menurutnya dapat dikeruk dari sini. Sebaliknya, dari kelompok kanan, terlepas dari niat baiknya dan fakta bahwa mereka berpihak pada kita, banyak juga yang menolak adu banteng karena tuduhan kekejaman pada hewan.”

Enrique pernah menjadi matador. Ayahnya bekerja di La Monumental, arena adu banteng Barcelona yang tidak lagi berfungsi karena Catalonia telah melarang adu banteng itu.

baca juga

Sejumlah politisi Spanyol sangat menyadari kerapuhan moral tontonan tersebut dan berpandangan bahwa menyiksa dan membantai hewan di depan umum tidaklah sesuai zaman pada abad ke-21.

Pada tahun 2021, masih ada pria-pria muda yang ingin menjadi matador. Mereka mendapati sensasi mempertaruhkan nyawa di hadapan banteng yang mengamuk lebih besar daya tariknya daripada ketika menjadi pengguna YouTube atau influencer. (Sumber: VOA Indonesia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! Adu Banteng Avanza Vs BST Solo, Polisi Periksa Kedua Sopir

Ngeri! Adu Banteng Avanza Vs BST Solo, Polisi Periksa Kedua Sopir

Surakarta | Rabu, 21 April 2021 | 11:26 WIB

Balap Liar Berakhir Ngeri, Yamaha RX King Adu Banteng dengan Suzuki Satria

Balap Liar Berakhir Ngeri, Yamaha RX King Adu Banteng dengan Suzuki Satria

Otomotif | Selasa, 13 April 2021 | 20:06 WIB

Viral Pemotor Tabrakan karena Ada yang Lawan Arah, Bogem Mentah Melayang

Viral Pemotor Tabrakan karena Ada yang Lawan Arah, Bogem Mentah Melayang

Otomotif | Selasa, 02 Maret 2021 | 15:44 WIB

Adu Banteng, 1 Mobil Oleng hingga Tabrak Warung dan Motor di Pinggir Jalan

Adu Banteng, 1 Mobil Oleng hingga Tabrak Warung dan Motor di Pinggir Jalan

Jogja | Rabu, 23 Desember 2020 | 19:35 WIB

Adu Banteng PCX dengan NMAX di Ponorogo, Satu Tewas di Tempat

Adu Banteng PCX dengan NMAX di Ponorogo, Satu Tewas di Tempat

Kaltim | Jum'at, 04 Desember 2020 | 16:59 WIB

Adu Banteng di Hutan Bunder, Satu Orang Meninggal Dunia

Adu Banteng di Hutan Bunder, Satu Orang Meninggal Dunia

Jogja | Jum'at, 04 Desember 2020 | 10:45 WIB

Adu Banteng Ambulans vs Pemotor di Persimpangan, Siapa yang Salah?

Adu Banteng Ambulans vs Pemotor di Persimpangan, Siapa yang Salah?

Otomotif | Jum'at, 27 November 2020 | 16:05 WIB

Terkini

Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Tegaskan Apresiasi untuk Pemda Tetap Ada pada 2027

Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Tegaskan Apresiasi untuk Pemda Tetap Ada pada 2027

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Pemerintah Terus Dorong Penguatan SDM, Pengembangan Pariwisata & Perluasan Pembiayaan UMKM

Pemerintah Terus Dorong Penguatan SDM, Pengembangan Pariwisata & Perluasan Pembiayaan UMKM

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Eks Kepala BBPJN Sumut Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Terima Rp300 Juta

Eks Kepala BBPJN Sumut Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Terima Rp300 Juta

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:54 WIB

7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon

7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:50 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri

KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Ketika Penyandang Disabilitas Tak Berjuang Sendiri, Akses Layanan dan Kesempatan Berkarya Dibuka

Ketika Penyandang Disabilitas Tak Berjuang Sendiri, Akses Layanan dan Kesempatan Berkarya Dibuka

Jabar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:26 WIB

×