Ledakan Kasus Covid-19 di Kudus karena Euforia Vaksin, Wisata, dan Tradisi Lebaran

Chandra Iswinarno | Stephanus Aranditio | Suara.com

Kamis, 10 Juni 2021 | 15:35 WIB
Ledakan Kasus Covid-19 di Kudus karena Euforia Vaksin, Wisata, dan Tradisi Lebaran
Bupati Kudus Hartopo saat ditemui di Pendopo Kabupaten Kudus. [Suara.com/Fadil AM]

Suara.com - Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan sejumlah penyebab terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 di wilayahnya yang terjadi usai libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dia menyebut, faktor pertama lantaran abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan karena terlalu euforia dengan Vaksinasi Covid-19.

"Salah satunya vaksinasi ini menjadikan masyarakat abai prokes, tidak disiplin, karena dianggap masyarakat antivirus, padahal vaksin sendiri hanya meningkatkan antibodi dan imun saja, sehingga terpapar tidak bergejala berat," kata Hartopo dalam diskusi KPCPEN, Kamis (10/6/2021).

Selain itu, tradisi ziarah makam dan anjangsana ketika momen lebaran juga menjadi hal yang sulit terelakkan sehingga penularan terjadi.

"Ini melepas masker sambil menikmati hidangan yang ada, sambil ngobrol, ini potensi penularan yang luar biasa," ucapnya.

Kemudian faktor penularan di kawasan wisata yang ramai dikunjungi warga Kudus selama lebaran juga menjadi penyebab lonjakan kasus. Hartopo menyebut sebenarnya pihaknya sudah semaksimal mungkin melakukan antisipasi penularan, namun masih banyak masyarakat yang melanggar.

"Ternyata pada melanggar, satgasnya juga tidak efektif pada saat itu, akhirnya kita tutup, antisipasi, mitigasi, dan evaluasi Pemkab Kudus sebetulnya sudah menutup semua akses, terutama di perbatasan," jelasnya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan lonjakan kasus positif covid-19 di Kudus, Jawa Tengah sangat parah hingga 7.594 persen hanya dalam 3 pekan pasca lebaran.

Angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Kudus bahkan mencapai 90,2 persen per 8 Juni 2021.

Satgas meminta semua pemerintah daerah di Jateng untuk melakukan antisipasi dengan penguatan 3T; testing, tracing, dan treatment agar lonjakan kasus dapat terkendali dengan baik.

Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro juga harus segera diaktifkan kembali dan segera lakukan mikro lockdown jika terdeteksi lonjakan kasus di satu lingkungan tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Positif Covid-19, Satu Warga Kudus yang Diisolasi di Asrama Haji Donohudan Meninggal

Positif Covid-19, Satu Warga Kudus yang Diisolasi di Asrama Haji Donohudan Meninggal

Surakarta | Kamis, 10 Juni 2021 | 14:00 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan Diteliti Pemerintah

Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan Diteliti Pemerintah

Jawa Tengah | Kamis, 10 Juni 2021 | 13:00 WIB

Ini Alasan Satgas Belum Berhasil Periksa Varian Virus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan

Ini Alasan Satgas Belum Berhasil Periksa Varian Virus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan

News | Rabu, 09 Juni 2021 | 18:08 WIB

Terkini

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB