Gatot Nurmantyo Klaim Sudah 'Ditembak' Tokoh Politik Untuk Maju Pilpres 2024

Rifan Aditya , Hernawan

Sabtu, 12 Juni 2021 | 11:59 WIB
Gatot Nurmantyo Klaim Sudah 'Ditembak' Tokoh Politik Untuk Maju Pilpres 2024
Gatot Nurmantyo soal Pilpres 2024 (YouTube/TVOne).

Suara.com - Mantan Panglima TNI (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo mengklaim dirinya sudah 'ditembak' oleh tokoh politik untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Gatot Nurmantyo dalam program TVOne yang diunggah kembali olehnya melalui Instagram, Jumat (11/6/2021).

Gatot Nurmantyo mengawali pembicaraan dengan mengulas soal permasalahan Indonesia yang kini tengah berusaha keluar dari pandemi Covid-19.

Dia mengungkit momen saat berbicara di depan ribuan mahasiswa 2014 silam tentang kemungkinan Proxy War dan terjadinya perang biologis yang bisa melemahkan satu negara serta berdampak epidemi.

"Dua poin ini saya menjadi khawatir tentang kondisi bangsa ini. Apabila tidak bersatu, kita tidak bisa menyelesaikan masalah epidemi sendiri, kemudian ekonomi ini, apa yang bakal terjadi. Jadi tak sepantasnya saya berpikir 2024," kata Gatot Nurmantyo seperti dikutip Suara.com.

Eks Panglima TNI tersebut mengaku hendak menyelamatkan permasalahan bangsa ini dulu walaupun sudah 'ditembak' oleh salah satu tokoh politik.

"Ya, sudah ditembak, saya sampaikan, mari jangan berpikir ini dulu. (Penembak) Ya yang punya pistol lah," kata Gatot Nurmantyo diiringi tawa.

Gatot Nurmantyo soal Pilpres 2024 (YouTube/TVOne).
Gatot Nurmantyo soal Pilpres 2024 (YouTube/TVOne).

Saat ditanya soal sosok yang menembaknya maju Pilpres 2024, Gatot Nurmantyo mengatakan tokoh politik tersebut meminta namanya untuk dirahasiakan.

Dia menambahkan, sejauh ini 'tembakan' untuk menjadi calon Presiden tersebut belum diterima maupun ditolak olehnya.

baca juga

"Minta supaya jangan diinformasikan kepada siapa pun juga. Jadi saya bilang, saya bukan mengatakan tidak, mari kita sama-sama lihat situasinya. Belum tentu tahun 2024... Ini kan elektabilitas saya sebagai oposisi katanya," tegas Gatot Nurmantyo.

Gatot Nurmantyo kemudian angkat bicara soal dirinya yang disebut sebagai tokoh oposisi dari pemerintahan saat ini.

Dia menegaskan bahwa selama ini hanya memberikan fakta-fakta yang mungkin sulit diterima sebagaian orang, padahal menurutnya benar.

"Pribadi saya, tidak mungkin saya sebagai mantan pejabat di pemerintahan ini. Saya tidak pernah mengatakan 'Presiden turun', tidak. Tapi saya berikan fakta-fakta. Memang menyakitkan, tapi tidak terbantahka gitu dengan tim saya ya profesor-profesor itu," tukas Gatot Nurmantyo menandasi.

Sebelumnya, lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia atau KedaiKOPI yang merilis survei terkait dengan tokoh capres Indonesia dari kategori tokoh oposisi.

Survei tersebut dilakukan secara nasional di 34 provinsi pada 29 Maret hingga 4 April 2021 dengan melibatkan sebanyak 1.260 responden. Metode survei dilakukan dengan wawancara melalui sambungan telepon.

Lembaga survei KedaiKOPI memberikan pertanyaan kepada respoden dan dipilih satu orang nama tokoh oposisi yang disebut layak menjadi capres.

Dari survei tersebut diketahui Gatot Nurmantyo dan Rocky Gerung memiliki elektabilitas 13,7 persen. Kemudian, disusul Rizal Rizal Ramli 12,6 persen, Refly Harun 12,4 persen dan Mardani Ali Sera 11,6 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Tertarik Kursi Komisaris BUMN, Ustadz Yusuf Mansur Pengen Jadi Capres 2024

Tak Tertarik Kursi Komisaris BUMN, Ustadz Yusuf Mansur Pengen Jadi Capres 2024

Jawa Tengah | Sabtu, 12 Juni 2021 | 10:04 WIB

Ustadz Yusuf Mansur Pengen Nyapres di 2024, Warganet: Yang Begini Bukan Ustadz

Ustadz Yusuf Mansur Pengen Nyapres di 2024, Warganet: Yang Begini Bukan Ustadz

Kaltim | Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:53 WIB

Mengejutkan! Ustadz Yusuf Mansur Tertarik Ikut Pilpres 2024

Mengejutkan! Ustadz Yusuf Mansur Tertarik Ikut Pilpres 2024

Surakarta | Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:40 WIB

Terkini

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:27 WIB

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:20 WIB

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:10 WIB

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

×