DPR Minta Pemerintah Kaji Matang Opsi Lockdown untuk Tekan Laju Covid-19

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Senin, 21 Juni 2021 | 10:52 WIB
DPR Minta Pemerintah Kaji Matang Opsi Lockdown untuk Tekan Laju Covid-19
Ilustrasi gedung DPR. Upacara pelantikan pamdal [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Lockdown menyeluruh menjadi salah satu opsi menyusul lonjakan kasus positif Covid-19. Menanggapi itu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan gagasan itu perlu dikaji lebih dahulu.

Dasco mengatakan opsi lockdown yang merupakan pendapat masyarakat dan pendapat pakar menjadi gagasan yang mungkin perlu dikaji oleh pemerintah, dalam menekan laju Covid-19.

"Namun perlu dengan kajian yang matang. Menurut saya karena yang paling penting pemerintah harus mengambil langkah langkah yang mengutamakan keselamatan masyarakat," kata Dasco di Kompleks Parlemen DPR, Senin (21/6/2021).

Terpenting saat ini kata Dasco, ialah penerapan protokol kesehatan yang disiplin oleh masyarakat. Ia mengimbau agar masyarakat untuk tetap berada rumah.

"Kepada masyarakat kami imbau untuk ditengah pandemi yang lonjakan tinggi ini untuk tetap menjaga protokol kesehatan, tidak keluar rumah apabila tidak perlu. Ada aturanya di DKI misalnya yang WFH hanya 75 persen di rumah," ujar Dasco.

Tak Terapkan Lockdown

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mengemukakan alasan pemerintah hingga saat ini tidak menerapkan lockdown atau karantina wilayah. Langkah tersebut lantaran penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro memiliki substansi yang sama dengan lockdown.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Hery Trianto mengemukakan, PPKM berbasis mikro sebagai kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang berjalan selama ini sama dengan "lockdown".

"Jadi jangan dibenturkan antara kebijakan lockdown dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Substansinya sama, membatasi mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan," kata Hery seperti dilansir Antara di Jakarta pada Minggu (20/6/2021).

baca juga

Sebelumnya, pemerintah memperpanjang PPKM mikro yang mulai berlaku sejak 15 Juni 2021 hingga 28 Juni 2021. Pemberlakuan PPKM mikro mengacu pada beleid Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2021.

Aturan itu menjelaskan PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran COVID-19.

Untuk diketahui, PPKM mikro membatasi kegiatan di tempat kerja/perkantoran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan restoran dan pusat perbelanjaan, mengatur kegiatan di tempat ibadah, kegiatan fasilitas umum, serta kegiatan seni, sosial dan budaya.

Dia mengatakan, petugas di lapangan memperketat pelaksanaan PPKM mikro melalui operasi yustisi yang melibatkan TNI dan Polri. Petugas di lapangan memantau kegiatan dan menertibkan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Tujuannya untuk mengurangi mobilitas agar masyarakat lebih banyak di rumah. Karena faktor penularannya manusia. Jadi, kalau aktivitas manusianya dikurangi, akan menekan penularan," kata dia.

Pun dia menegaskan, PPKM mikro sebenarnya cukup efektif menekan laju penularan Covid-19. Belakangan, kasus positif meningkat karena beberapa hal.

Seperti, masyarakat tidak mematuhi larangan bepergian, larangan mudik lebaran. Menurut Hery, pemerintah sudah berupaya agar masyarakat tidak bepergian dan mudik, tapi ternyata banyak yang tidak mengikuti imbauan pemerintah.

"Kasus di Kudus, kita tahu di sana ada ziarah setelah Lebaran di Sunan Muria dan Sunan Kudus, kemudian itu dianggap salah satu yang memicu penularan. Di Bangkalan juga sama, setelah Lebaran masyarakat punya tradisi berkumpul. Ketika berkumpul terjadi interaksi, terjadi risiko penularan," katanya.

Penyebab lainnya, muncul varian baru Covid-19 yang diduga turut mempercepat penularan. Dengan PPKM mikro, Hery berharap kebijakan mitigasi risiko hingga tingkat RT/RW semakin mudah. Hingga saat ini ada puluhan ribu desa yang membentuk posko.

Posko aktif melaporkan perkembangan kondisi di daerah masing-masing. Efektivitas kebijakan PPKM mikro sudah terlihat sampai pertengahan Mei.

"Sehingga kita dapat data yang lebih valid tentang apa sebenarnya yang terjadi di berbagai daerah. Ketika kita bisa memetakan zona risiko hingga ke RT/RW, tentu saja itu akan semakin baik, kita semakin presisi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angka Kematian Meningkat, Kasus COVID-19 di DIY Lagi-lagi Pecah Rekor

Angka Kematian Meningkat, Kasus COVID-19 di DIY Lagi-lagi Pecah Rekor

Jogja | Senin, 21 Juni 2021 | 10:41 WIB

Ketua DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi Indonesia

Ketua DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi Indonesia

DPR | Senin, 21 Juni 2021 | 10:31 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Legislator Imbau Masyarakat Disiplin Prokes

Kasus Covid-19 Meningkat, Legislator Imbau Masyarakat Disiplin Prokes

DPR | Senin, 21 Juni 2021 | 10:22 WIB

Mengerikan! 655 Anak-anak Jakarta Positif COVID-19, Ada 244 Balita

Mengerikan! 655 Anak-anak Jakarta Positif COVID-19, Ada 244 Balita

Jakarta | Senin, 21 Juni 2021 | 09:35 WIB

Terkini

Dilantik Jadi Wantimpres, Intip Gaji dan Fasilitas Mewah yang Dikantongi Rocky Gerung per Bulan

Dilantik Jadi Wantimpres, Intip Gaji dan Fasilitas Mewah yang Dikantongi Rocky Gerung per Bulan

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Arti Kode Error Yamaha Aerox 155 dan Harga Sparepart Resminya

Arti Kode Error Yamaha Aerox 155 dan Harga Sparepart Resminya

Otomotif | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Bukan Cuma Pemain Keturunan, Pelatih Thailand Sebut Ada Kekuatan Lain yang Bikin Indonesia Berbahaya

Bukan Cuma Pemain Keturunan, Pelatih Thailand Sebut Ada Kekuatan Lain yang Bikin Indonesia Berbahaya

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:00 WIB

3 Rekomendasi Raket Badminton Rp100 Ribuan: Handgrip Nyaman, Bonus Tas dan Kok

3 Rekomendasi Raket Badminton Rp100 Ribuan: Handgrip Nyaman, Bonus Tas dan Kok

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Tergiur Cepat Kaya? Hati-hati, OJK Ingatkan Mahasiswa Jangan Tertipu Investasi Palsu

Tergiur Cepat Kaya? Hati-hati, OJK Ingatkan Mahasiswa Jangan Tertipu Investasi Palsu

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Daftar 26 Anggota Wantimpres Era Presiden Prabowo Subianto Dan Tugasnya

Daftar 26 Anggota Wantimpres Era Presiden Prabowo Subianto Dan Tugasnya

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Sinopsis The Doll Game, Dracin Fiksi Ilmiah Chen Du Ling dan Chen Jing Ke

Sinopsis The Doll Game, Dracin Fiksi Ilmiah Chen Du Ling dan Chen Jing Ke

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Viral di Medsos! Penganiayaan Sadis ABK Cumi KM Maulana 23 Terbongkar

Viral di Medsos! Penganiayaan Sadis ABK Cumi KM Maulana 23 Terbongkar

Jakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:47 WIB

4 Rekomendasi Sepeda Listrik Baterai Lithium Terbaik dan Termurah, Cuma Rp3 Jutaan!

4 Rekomendasi Sepeda Listrik Baterai Lithium Terbaik dan Termurah, Cuma Rp3 Jutaan!

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:40 WIB

MYP Paket 1 Fokus Penataan Pedestrian, Drainase, dan Bahu Jalan

MYP Paket 1 Fokus Penataan Pedestrian, Drainase, dan Bahu Jalan

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:36 WIB

×