alexametrics

RSD Wisma Atlet Penuh, Pemprov DKI Pakai Rusun Nagrak jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
RSD Wisma Atlet Penuh, Pemprov DKI Pakai Rusun Nagrak jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Suasana rumah susun yang akan di jadikan sebagai tempat antisipasi penampungan pasien Covid-19 di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (16/6/2021). [Suara.com/Dian Latifah]

"Wisma Atlet kami selalu komunikasi dan keterisian sudah penuh. Kemudian, kami siapkan, Pemprov siapkan ada beberapa wisma dan rusun."

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menggunakan Rumah Susun (Rusun) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Sebab Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet kini sudah penuh.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan Rusun Nagrak memang disiapkan untuk menampung para pasien sejak beberapa waktu lalu. Kini pihaknya sudah mulai menggunakannya setelah mendapat kabar Wisma Atlet tak lagi menerima pasien.

"Wisma Atlet kami selalu komunikasi dan keterisian sudah penuh. Kemudian, kami siapkan, Pemprov siapkan ada beberapa wisma dan rusun," ujar Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/6/2021).

Pihaknya pun sempat terkendala masalah pemenuhan sarana dan prasarana di Rusun Nagrak, seperti pelbed dan kipas angin. Namun sekarang fasilitas sudah dipenuhi dan siap dipakai.

Baca Juga: Corona Menggila, SMP di Kota Tangerang Jadi Tempat Isolasi Mandiri Pasien COVID-19

"Insya Allah secepatnya, hari ini Insya Allah (Rusun Nagrak dibuka)," jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Rusun Nagrak terdiri dari 14 tower yang empat diantaranya sudah dihuni masyarakat umum di tower 11 sampai 14. Nantinya tower yang bakal digunakan sebagai lokasi bagi pasien Covid-19 ialah tower 1-5.

Setiap unit memiliki 16 lantai dengan jumlah unit 225 per towernya. Diatur di setiap unit, dibuat dua kamar yang bisa dijadikan lokasi isolasi terkendali. Dengan demikian, ada 2.550 tempat tidur yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta di Rusun Nagrak.

Widyastuti menjelaskan, tidak semua pasien bisa dirawat di Rusun Nagrak. Hanya orang yang terjangkit corona dengan gejala ringan yang bisa dirawat di Rusun Nagrak.

Lalu untuk pasien tanpa gejala diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Baca Juga: Puluhan Nakes Terpapar, Belasan Pasien COVID-19 Antre di IGD RSUD Cibabat

"Kami nantinya memilah bahwa yang saat ini memang untuk OTG. Tapi kami harapkan OTG bisa melakukannya secara mandiri di tingkat lingkungan masing-masing, sehingga kita sisakan Rusun Nagrak untuk yang (bergejala) ringan," pungkasnya.