Rizal Ramli Kritik Tajam UI: Pantes Peringkatnya Nyungsep!

Dany Garjito, Ruth Meliana Dwi Indriani

Senin, 28 Juni 2021 | 11:32 WIB
Rizal Ramli Kritik Tajam UI: Pantes Peringkatnya Nyungsep!
Rizal Ramli (YouTube).

Suara.com - Mantan Politikus Indonesia, Dr. Rizal Ramli mengkritik sikap rektorat Universitas Indonesia (UI) yang memanggil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.

Pemanggilan ini terkait kritikan tajam BEM UI kepada Presiden Joko Widodo yang dinilai hanya mengobral janji manis. BEM UI bahkan menyebut orang nomor satu di Indonesia itu sebagai "The King of Lip Service".

Melalui akun Twitternya, Rizal Ramli mengomentari beredarnya surat panggilan rektorat UI untuk BEM UI pada hari Minggu (27/6/2021). Ia secara tajam menyebut rektorat UI sudah seperti aparat keamanan.

Tak sampai disitu, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI ini juga menilai rektorat UI bersikap seperti neo orde baru.

"Ini Rektorat UI bagaikan aparat keamanan, neo-Orba banget," sindir Rizal Ramli di Twitter seperti dikutip oleh Suara.com, Senin (28/6/2021).

Rizal Ramli Kritik Tajam Rektorat UI. (Twitter/@RamliRizal)
Rizal Ramli Kritik Tajam Rektorat UI. (Twitter/@RamliRizal)

Lebih lanjut Rizal Ramli mengaku tidak heran melihat ranking Universitas Indonesia yang sekarang dinilai turun.

"Pantes rangkingnya nyungsep," ujar pakar ekonom kelahiran Padang ini.

Cuitan Rizal Ramli itu telah di-retweet hingga lebih dari 1.500 kali dan mendapatkan 4.200 tanda suka. Warganet juga ramai mengomentari sindiran Rizal Ramli terhadap Universitas Indonesia.

Sebagian besar warganet menyoroti sikap rektorat UI yang memanggil BEM UI. Apalagi, kritikan BEM UI terhadap Presiden Jokowi dinilai sebagai bentuk kebebasan berpendapat.

baca juga

"Pembungkaman ini tak akan pernah membunuh akal sehat, karena ia akan terus menggema di lorong sunyi nurani setiap insan. Realita selalu jauh lebih nyata dari sekedar tata kata !! Panjang umur perjuangan !! Nurani jangan mati !!," tegas warganet.

"Negeri ini krisis karakter parah. Berpikir kritis di negeri ini sulit skali akibat ulah penjilat, apalagi di kampus gudangnya proses intelektual justru dihambat dan ditakut-takuti. Mau mengarah ke totaliter, jangan HARAP!!," kritik warganet.

"Inikah yang diharapkan sejak era reformasi mohon di perhatikan. Saya menyayangkan kalau rektor yang buat menteri dan mahasiswa takut rektor. Nantinya mahasiswanya bisa di setir oleh politik kekuasaan," tambah yang lain.

"Jadi ingat masa-masa masih mahasiswa dulu, saya dulu sampai diskorsing. Tapi kami tidak mundur, dan waktu itu juga era si ibu presiden. Semoga mahasiswa sekarang tetap punya nyali yang besar," kenang warganet.

"BEM UI ketua termasuk anggotanya yang terlibat dalam pembuatan poster tersebut, mungkin per terbitnya poster tersebut hidup kalian gak akan pernah mudah lagi. Tapi mudah-mudahan kalian tetap sehat dan banyak rezeki nya. Terimakasih telah menyuarakan aspirasi kami @BEMUI_Official," dukung warganet.

"Langsung tergopoh-gopoh menyuruh mahasiswa menghadap di hari Minggu. Takut dianggap kurang loyal dan kurang hot dalam menjilat Jokowi," sindir lainnya.

Rektorat UI Panggil BEM UI Soal Jokowi The King of Lip Service

Rektorat Universitas Indonesia memanggil pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa buntut dari unggahan di media sosial yang mengkritik Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai "King of Lips Service".

Sedikitnya ada 10 mahasiswa pengurus BEM UI yang dipanggil termasuk Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra oleh Direktur Kemahasiswaan UI Tito Latif Indra pada Minggu (27/6/2021).

"Betul, atas pemuatan meme tersebut di media sosial, UI mengambil sikap tegas dengan segera melakukan pemanggilan terhadap BEM UI pada sore hari Minggu, 27 Juni 2021," kata Kepala Humas dan KIP UI Amelita Lusia.

Amelita mengklaim pemanggilan ini bukan berarti membungkam kebebasan berpendapat mahasiswa, namun UI menilai tindakan mahasiswa ini telah melanggar aturan.

"Hal yang disampaikan BEM UI dalam postingan meme bergambar Presiden Republik Indonesia yang merupakan simbol negara, mengenakan mahkota dan diberi teks Jokowi: The King of Lip Service, juga meme lainnya dengan teks "Katanya Perkuat KPK Tapi Kok?", "UU ITE: Revisi Untuk Merepresi (?)", "Demo Dulu Direpresi Kemudian", bukanlah cara menyampaikan pendapat yang sesuai aturan yang tepat, karena melanggar beberapa peraturan yang ada," tegasnya.

Menurut UI, pemanggilan ini adalah bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan yang ada di UI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keras! Ade Armando Curiga Mahasiswa Tuduh Jokowi King of Lip Service Nyogok Masuk UI

Keras! Ade Armando Curiga Mahasiswa Tuduh Jokowi King of Lip Service Nyogok Masuk UI

Kalbar | Senin, 28 Juni 2021 | 09:22 WIB

Dukung BEM UI, Faisal Basri: Para Dosen Ketakutan Dipersulit Jadi Guru Besar

Dukung BEM UI, Faisal Basri: Para Dosen Ketakutan Dipersulit Jadi Guru Besar

News | Senin, 28 Juni 2021 | 09:19 WIB

Warganet Bandingkan Meme Ade Armando 'Anies Joker' Vs BEM UI 'Jokowi King Lip of Service'

Warganet Bandingkan Meme Ade Armando 'Anies Joker' Vs BEM UI 'Jokowi King Lip of Service'

News | Senin, 28 Juni 2021 | 09:20 WIB

BEM UI Kritik Jokowi, Ade Armando: Saya Menghargai Kebebasan Berekspresi

BEM UI Kritik Jokowi, Ade Armando: Saya Menghargai Kebebasan Berekspresi

Bogor | Senin, 28 Juni 2021 | 08:51 WIB

Jokowi King of Lips Service, Jansen Demokrat: Kritikan BEM UI Harus Tanggapi Biasa Saja

Jokowi King of Lips Service, Jansen Demokrat: Kritikan BEM UI Harus Tanggapi Biasa Saja

Kalbar | Senin, 28 Juni 2021 | 08:40 WIB

BEM UI Dipanggil Rektorat Gegara Kritik Jokowi, Jansen Demokrat: Fasilitasi Saja Berdebat

BEM UI Dipanggil Rektorat Gegara Kritik Jokowi, Jansen Demokrat: Fasilitasi Saja Berdebat

News | Senin, 28 Juni 2021 | 08:34 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB