Bikin Pelanggan Kabur, Pedagang Tolak Rusun Pasar Rumput jadi Tempat Isolasi Pasien Covid

Agung Sandy Lesmana, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 29 Juni 2021 | 15:29 WIB
Bikin Pelanggan Kabur, Pedagang Tolak Rusun Pasar Rumput jadi Tempat Isolasi Pasien Covid
Rumah Susun Pasar Rumput atau Rusun Pasar Rumput jadi tempat isolasi pasien COVID-19.

Suara.com - Rencana Gubernur Anies Baswedan yang mau menyulap Rumah Susun (rusun) Pasar Rumput sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 mendapatkan penolakan dari warga setempat terutama pedagang pasar. Mereka mengaku khawatir jika Rusun Pasar Rumput sudah diisi pasien Covid-19, sepi konsumen. 

Hal itu diungkap salah satu pedagang bernama Mulyadi saat ditemui Suara.com di lokasi, Selasa (29/6/2021). Mulyadi mengaku takutpelanggannya enggan datang berbelanja di pasar. Bahkan, kata dia sejak Rusun Pasar Rumput diwacanakan untuk isolasi pasien Covid-19, pasar di sekitar rusun itu sepi pembeli. 

"Nggak ada tempat isolasi diatas saja sudah sepi (pengunjung berbelanja). Sekarang ada tempat isolasi Covid-19 inikan sepi pasar,"  demikan keluhan Mulyadi.

Bahkan dia mengaku saat ini, sudah ada pembeli yang mulai was-was datang berbelanja, meskipun rusun belum digunakan untuk menampung para pasien Covid-19. 

"Dari pembeli saja kadang kayak gitu, 'Pak diatas dijadikan  buat itu (tempat isolasi) ya Pak?' jadi ngeri mereka mau datang. Memang sekarang belum (digunakan) tapi orang sudah takut duluan. Apalagi sudah mulai berlaku," ujar Mulyadi.

Karenanya dia pun memastikan sebenarnya para pedagang menolak rencana  pemerintah DKI Jakarta ini. Namun kata Mulyadi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. 

"Umumnya pedagang menolak, tapi mau bagaimana lagi? Keadaannya seperti ini wabah ya, mau bagaimana? Yang dikhawatirkan itu ke pedagangnya ini," imbuhnya. 

Di samping itu, pria yang berjualan pakaian ini juga menyayangkan tidak adanya sosialisasi resmi dari pengelola pasar terkait wacana tersebut. Mereka mengetahui adanya rencana pengalihfungsian rusun menjadi tempat isolasi hanya dari mulut ke mulut. 

"Sosialisasi sudah ada cuma kurang juga dari pengelola. Pemberitahuannya waktu akan mau diisi di atas juga kan pemberitahuan ke pedagang juga , kurang. Pemberitahuan cuma dari mulut ke mulut saja. Kabarnya kapan digunakan kami belum tahu," jelas Mulyadi.

baca juga

Hal serupa juga diungkapkan pedagang lainnya, yang enggan disebut namanya. Pria berusia 40 tahun ini memastikan  semua pedagang menolak. 

"Sebenarnya semua pedagang menolak, semua pasti nolak termasuk saya. Istilah gini,  emang orang sehat mau dicampur dengan orang sakit? Secara tidak langsungkan gitu, pedagang pasar disinikan sehat," ujarnya. 

Di samping itu pedagang ini juga mengaku, mengetahui informasi pengalihfungsian rusun hanya lewat media, mereka para pedagang tidak mendapatkan informasi resmi dari pengelola pasar. 

"Kalau untuk sosialisasi dari pengelola  pasar belum ada, untuk koordinasi tentang masalah penempatan pasien Covid-19 belum ada, sampai sekarang. Maksudnya kami pedagang tahunya informasi dari media," jelasnya. 

Kemudian dia juga mempertanyakan, mengapa Rusun Pasar Rumput dipilih menjadi salah satu lokasi isolasi pasien Covid-19. Padahal kata dia ada tempat lain yang jauh dari kerumunan masyarakat. 

"Okelah rusun kosong, kan ada reklamasi pantai yang empat blok bisa  digunakan, kapan pun dan siapapun,  kenapa tidak di situ? Kan Gubernur Anies pernah ngomong siapapun yang mau menggunakan silakan. Itu tempat matahari banyak, aktivitas di luar padat penduduk,  akses tol gampang," ujarnya. 

Seperti diketahui, Rusun Pasar Rumput akan digunakan sebagai tempat isolasi bagi pasien COVID-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria merinci,  jumlah kamar di tower I, II dan III yang digunakan untuk isolasi pasien COVID-19 mencapai 1.984 kamar. Satu kamar, kata  dia , rencananya akan diisi empat tempat tidur sehingga total kapasitas  mencapai 7.936 tempat tidur. 

Rencananya rumah susun 25 lantai dengan tiga tower itu akan digunakan sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 dalam waktu dekat. 

Penyiapan rumah susun sebagai lokasi isolasi pasien COVID-19 dilakukan mencermati keterisian ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dan rumah sakit rujukan yang hampir penuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Divaksin AstraZeneca, Begini Efek Samping yang Dialami Anies Baswedan

Divaksin AstraZeneca, Begini Efek Samping yang Dialami Anies Baswedan

Jakarta | Selasa, 29 Juni 2021 | 15:27 WIB

Kasus Meroket, DPRD DKI Usul Anies Sulap Buperta Cibubur buat Isolasi Pasien Covid

Kasus Meroket, DPRD DKI Usul Anies Sulap Buperta Cibubur buat Isolasi Pasien Covid

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 15:19 WIB

Berjibaku Tangani Covid-19, Anies Beri Dukungan Moral Bagi Nakes RS Koja

Berjibaku Tangani Covid-19, Anies Beri Dukungan Moral Bagi Nakes RS Koja

Jakarta | Selasa, 29 Juni 2021 | 14:13 WIB

Rusun Pasar Rumput jadi Tempat Isolasi, Pedagang dan Pasien Covid Nantinya Disekat Tembok

Rusun Pasar Rumput jadi Tempat Isolasi, Pedagang dan Pasien Covid Nantinya Disekat Tembok

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 13:26 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×