Cerita Mahasiswi Palestina yang Ditahan dalam Penjara Israel: Tubuhku Dibanting!

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Selasa, 29 Juni 2021 | 15:59 WIB
Cerita Mahasiswi Palestina yang Ditahan dalam Penjara Israel: Tubuhku Dibanting!
Ilustrasi mahasiswi Palestina disiksa olah Israel. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang mahasiswi Palestina, Mays Abu Ghosh yang ditahan selama 33 hari dalam sel interogasi di Israel menceritakan betapa mengerikannya lokasi itu pada media Turki, Anadolu Agency.

Wanita dari kamp pengungsi Qalandiya ini ditangkap pada 29 Agustus 2019 dan mengalami penyiksaan di sel isolasi selama 33 hari di Pusat Interogasi Israel, Al-Maskobya.

Tubuh mahasiswa jurnalisme di Universitas Birzeit bernama Mays Abu Ghosh ini dibanting ke dinding karena berusaha melawan. Mereka juga menangkap adik laki-laki Mays untuk melakukan tekanan.

“Petugas intelijen meludahi saya dan mengatakan bahwa saya pantas mati karena aktivitas saya,” kenang Mays. 

Ia tidak boleh memakai ikat rambut karena petugas terus-menerus memukul, meninju, menendang, memukul, dan menarik rambutnya. Ia tidur di sel bersama tikus yang menggigitnya saat tidur dan menularkan infeksi di tubuhnya.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. [Shutterstock]
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. [Shutterstock]

Mays tidak dapat berkomunikasi dengan pengacara atau kelompok HAM mana pun. Kondisinya mengerikan karena siksaan terus-menerus, serta sel kotor di mana limbah meluap dan merendam kasurnya yang tipis.

Mahasiswi ini sedang dalam siklus haid ketika baru ditangkap dan ia diikat di kursi dengan tangan kaki yang diregangkan selama berjam-jam, tanpa tampon atau sejenisnya.

Tangannya tak berhenti mengeluarkan darah karena belenggu dan ketika dia menolak sesi interogasi militer, petugas menangkap dan membanting tubuhnya ke dinding.

“Petugas terus-menerus meyakinkan bahwa saya sudah gila dan mencoba bunuh diri, jadi mereka membawa pekerja sosial yang sebenarnya adalah petugas lain,” kenang Mays.

Ilustrasi penjara (Shutterstock).
Ilustrasi penjara (Shutterstock).

Ketika para petugas itu berada di sel, May menunjukkan lukanya dan bertanya, "siapa yang ingin membunuh orang lain? Saya seorang pelajar, dan Anda sedang menahanku."

Mays sering minta obat penghilang rasa sakit untuk mengurangi rasa sakit di kepala dan ototnya, tapi biasanya ditolak.

Ia juga dipaksa mendengar teriakan tahanan lain agar dirinya semakin tertekan. “Mereka mengancam saya bahwa saya akan mati atau lumpuh di sini, dan mereka juga mengancam akan memperkosa saya,” katanya.

Mays pada akhirnya dijatuhi hukuman 16 bulan penjara atas tuduhan berpartisipasi dalam kegiatan mahasiswa ilegaldi kampusnya, Universitas Birzeit yang dianggap sebagai pusat aktivisme mahasiswa di wilayah Palestina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Diserang Virus COVID-19 Varian Delta, 90 Warganya Terinfeksi, Kebanyakan Anak-anak

Israel Diserang Virus COVID-19 Varian Delta, 90 Warganya Terinfeksi, Kebanyakan Anak-anak

Kalbar | Selasa, 29 Juni 2021 | 10:09 WIB

Sebut Israel Akan Hancur, Seorang Dokter di RS Amerika Serikat Dipecat

Sebut Israel Akan Hancur, Seorang Dokter di RS Amerika Serikat Dipecat

Sumbar | Minggu, 27 Juni 2021 | 16:59 WIB

Bentrokan di Tepi Barat, Puluhan Warga Palestina Luka Ditembak Tentara Israel

Bentrokan di Tepi Barat, Puluhan Warga Palestina Luka Ditembak Tentara Israel

Kaltim | Minggu, 27 Juni 2021 | 12:07 WIB

Terkini

Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?

Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 10:25 WIB

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

News | Senin, 11 Mei 2026 | 10:19 WIB

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

News | Senin, 11 Mei 2026 | 09:41 WIB

Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah

Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah

News | Senin, 11 Mei 2026 | 09:33 WIB

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:43 WIB

Dokumen UFO Cuma Pengalihan Isu, Publik Diminta Jangan Percaya Omong Kosong Trump

Dokumen UFO Cuma Pengalihan Isu, Publik Diminta Jangan Percaya Omong Kosong Trump

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:24 WIB

Jakarta Percantik Rasuna Said Jelang HUT ke-499, Target Jadi Wajah Kota Global

Jakarta Percantik Rasuna Said Jelang HUT ke-499, Target Jadi Wajah Kota Global

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:18 WIB

Isu Menko Mengeluh Ada 'Dinding Pemisah' dengan Presiden, Amien Rais Beri Kode

Isu Menko Mengeluh Ada 'Dinding Pemisah' dengan Presiden, Amien Rais Beri Kode

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:13 WIB

Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia

Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:12 WIB

Dokumen UFO AS Bongkar Dugaan Kebohongan Rusia 25 Tahun Lalu, Apa Itu?

Dokumen UFO AS Bongkar Dugaan Kebohongan Rusia 25 Tahun Lalu, Apa Itu?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 06:57 WIB