alexametrics

Profil Harmoko: Menteri Penerangan Era Orde Baru yang Meninggal Dunia

Rifan Aditya
Profil Harmoko: Menteri Penerangan Era Orde Baru yang Meninggal Dunia
Profil Harmoko - Mantan Menteri Penerangan Harmoko. (Antara/ist)

Berikut ini adalah ulasan singkat profil Harmoko yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Suara.com - Harmoko, mantan Menteri Penerangan era Orde Baru telah tutup usia pada hari Minggu, 4 Juli 2021. Harmoko meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 20.22 WIB. Berikut ini adalah ulasan singkat profil Harmoko yang telah dirangkum dari berbagai sumber. 

Profil Harmoko

Harmoko lahir di Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur, pada tanggal 7 Februari 1939. Di sepanjang hidupnya, Harmoko hadir dalam banyak peran.

Wartawan adalah satu jejak karier Harmoko yang masih membekas. Salah satu peninggalannya adalah surat kabar Pos Kota di Jakarta.

Baca Juga: Eks Menteri Penerangan Orde Baru Harmoko Meninggal, Dimakamkan di TMP Kalibata Pagi Ini

Karier Harmoko sebagai Wartawan

Dikutip dari Kepustakaan Presiden di situs Perpustakaan Nasional (Perpusnas), sebelum menjabat sebagai Menteri Penerangan, Harmoko memang sempat bekerja sebagai wartawan. Tepatnya setelah lulus SMA pada awal tahun 1960-an, Harmoko bekerja sebagai wartawan dan kartunis di Harian Merdeka dan Majalah Merdeka.

Pada tahun 1964, Harmoko juga pernah bekerja sebagai wartawan di Harian Angkatan Bersenjata dan kemudian Harian API tahun 1965.

Di waktu yang bersamaan, pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur itu juga menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko. Lalu pada tahun berikutnya, 1966 sampai 1968, dirinya menjadi pemimpin dan penanggung jawab Harian Mimbar Kita.

Perjalanan Karier Harmoko

Baca Juga: Harmoko Meninggal Dunia, Gus Nadir Ungkit Prestasi Harmoko Membredel Majalah Tempo

Harmoko adalah seorang politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia pada masa Orde Baru, dan Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie. Namun sebelum itu, Harmoko pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto di masa Kabinet Pembangunan IV pada tahun 1983.

Komentar