Protes Pemerintah Tak Becus Tangani Covid-19, Warga Malaysia Kibarkan Bendera Hitam

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 07 Juli 2021 | 09:19 WIB
Protes Pemerintah Tak Becus Tangani Covid-19, Warga Malaysia Kibarkan Bendera Hitam
Warga Malaysia kibarkan bendera hitam sebagai bentuk protes terhadap penanganan Covid-19.[Twitter/@SteVoices]

Suara.com - Puluhan ribu warga Malaysia mengibarkan bendera hitam sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena dinilai tidak becus menangani Covid-19.

Salah satunya, menyadur Straits Times Rabu (7/7/2021), Laila Mohd yang tinggal di kotapraja Subang Jaya, Selangor.

"Sudah waktunya kita mengusir pemerintah ini, orang Malaysia pantas mendapatkan yang lebih baik." ujar wanita berusia 32 tahun itu kepada The Straits Times.

Laila adalah salah satu dari puluhan ribu warga Malaysia yang menjadi bagian dari gerakan #BenderaHitam.

Gerakan tersebut mengajak kepada pengguna media sosial untuk membagikan foto bendera hitam sebagai bentuk protes pemerintah Perikatan Nasional (PN). Mereka menganggap PN gagal menangani pandemi Covid-19 dan tidak peduli terhadap rakyatnya.

Kampanye tersebut juga menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mundur. Mereka juga ingin Parlemen segera berkumpul kembali dan mencabut status keadaan darurat.

Sultan Abdullah Ahmad Shah selaku Raja Malaysia mengabulkan permintaan Muhyiddin Yassinuntuk mengaktifkan status keadaan darurat guna mengatasi wabah Covid-19 yang semakin memburuk. Tetapi krisis menjadi lebih buruk selama keadaan darurat.

Bendera hitam yang dikibarkan warga Malaysia sebagai bentuk protes.[Twitter/@Husnaadnan3/@Arvenesh/@Lizziezany]
Bendera hitam yang dikibarkan warga Malaysia sebagai bentuk protes.[Twitter/@Husnaadnan3/@Arvenesh/@Lizziezany]

Salah satu pengguna Twitter bernama @cenationgabriel juga ikut gerakan tersebut dan menuliskan: "Untuk membunuh demokrasi negara. Untuk nyawa yang telah hilang di bawah pemerintahan ini.

"Untuk manajemen pandemi yang tidak efektif. Untuk perlakuan yang tidak setara... Hari ini, kita mengibarkan bendera hitam!" tegasnya.

baca juga

Sebagian besar negara bagian diberlakukan penguncian penuh tanpa batas waktu, yang dimulai pada 1 Juni dan diperpanjang Senin lalu. Kebijakan tersebut tidak akan dicabut sampai kasus baru harian turun di bawah 4.000.

Alih-alih turun, kasus harian terus-menerus melebihi angka 6.000. Pada Selasa (6/7), Malaysia mencatat 7.654 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 792.693.

"Jika #BenderaHitam tidak dikendalikan, itu bisa tumbuh, menyebar, dan menyebabkan jatuhnya PN," kata Awang Azman Awang Pawi, analis politik dari Universiti Malaya kepada The Straits Times.

"Dampak langsung dari kampanye ini adalah memengaruhi kredibilitas pemerintah." sambungnya.

Sementara itu, polisi telah melakukan penyelidikan terhadap gerakan tersebut karena diduga mengandung unsur hasutan.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Bukit Aman Abd Jalil Hassan mengatakan penyelidikan masih dalam tahap awal dan kasusnya sedang diselidiki berdasarkan Undang-Undang Penghasutan, KUHP serta Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998.

Munculnya gerakan bendera hitam terjadi tak lama setelah beberapa anggota parlemen PN tidak menyetujui adanya kampanye #BenderaPutih.

Kampanye tersebut awalnya ditujukan untuk membantu mereka yang membutuhkan makanan dan kebutuhan pokok lainnya, namun sejumlah politisi menolaknya.

Nik Abduh Nik Aziz, seorang pemimpin Parti Islam Se-Malaysia, menolak kampanye tersebut dan menyerukan kepada masyarakat untuk berdoa sebagai gantinya.

Menteri Besar Kedah Muhammad Sanusi Md Nor menyebut kampanye itu sebagai propaganda politik terhadap pemerintahan PN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekeluarga Terinveksi Covid-19, Pasha Ungu Jadi Suami Siaga

Sekeluarga Terinveksi Covid-19, Pasha Ungu Jadi Suami Siaga

Entertainment | Rabu, 07 Juli 2021 | 09:10 WIB

Dampak Kepopuleran Drama Korea Melalui Media Massa Selama Pandemi Covid-19

Dampak Kepopuleran Drama Korea Melalui Media Massa Selama Pandemi Covid-19

Your Say | Rabu, 07 Juli 2021 | 09:09 WIB

Obat COVID-19 Segera Tersedia di Apotek

Obat COVID-19 Segera Tersedia di Apotek

Lampung | Rabu, 07 Juli 2021 | 09:02 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×