Sebuah Pabrik Makanan di Bangladesh Terbakar, 52 Pekerja Tewas Terpanggang

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Sabtu, 10 Juli 2021 | 10:15 WIB
Sebuah Pabrik Makanan di Bangladesh Terbakar, 52 Pekerja Tewas Terpanggang
Kebakaran kilang minyak Pertamina di Balongan, Indramayu. (Antara)

Suara.com - Kebakaran besar melanda sebuah pabrik makanan di Bangladesh hingga menewaskan sedikitnya 52 orang yang terjebak di sebuah ruangan pada Jumat (9/7).

Menyadur NDTV Sabtu (10/7/2021), kebakaran tersebut terjadi di sebuah pabrik makanan bernama Inferno pada Jumat (9/7).

Petugas pemadam kebakaran awalnya hanya menemukan tiga orang tewas, namun secara dramatis menemukan 49 korban tewas terpanggang di sebuah ruangan di lantai tiga pabrik tersebut.

"Para pekerja tidak bisa pergi ke atap karena pintu keluar menuju tangga digembok. Mereka tidak bisa turun karena lantai bawah sudah dilalap api." jelas Debashish Bardhan, juru bicara dinas pemadam kebakaran.

Para korban tewas tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Selain korban tewas, lebih dari 30 orang terluka dan beberapa orang melompat dari lantai atas saat api melalap gedung enam lantai itu, kata inspektur polisi Sheikh Kabirul Islam.

Petugas pemadam kebakaran menggunakan tali menyelamatkan 25 orang dari atap pabrik yang membuat mie, jus buah dan permen tersebut.

"Setelah api dapat dikendalikan, kami akan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Kemudian kami dapat memastikan adanya korban lebih lanjut," kata Bardhan kepada AFP.

Kepala pemadam kebakaran Dhaka Dinu Moni Sharma Sharma mengatakan kobaran api terjadi karena bahan kimia dan plastik yang sangat mudah terbakar.

Mohammad Saiful, seorang pekerja pabrik yang menyelamatkan diri, mengatakan puluhan orang berada di dalam ketika api muncul.

"Di lantai tiga, gerbang di kedua tangga ditutup. Rekan lain mengatakan ada 48 orang di dalam. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada mereka," kata Saiful.

Mamun, seorang pekerja, mengatakan dia dan 13 rekannya berlari ke atap setelah kebakaran terjadi di lantai dasar dan asap hitam dengan cepat mencekik seluruh pabrik.

Mamun menceritakan bagaimana mereka bisa selamatkan hanya dengan menggunakan seutas tali yang diikatkan untuk turun dari atap.

Para kerabat pekerja di pabrik tersebut saat ini masih khawatir dan bertanya-tanya dimana keberadaan dan kondisinya saat ini.

Pakhi Begum (50) mengatakan dia sudah mencari ke setiap rumah sakit setempat dan tidak menemukan putranya. "Dia tidak ada di sana. Saya khawatir dia sudah mati," katanya kepada AFP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Ingin Ketemu Rani, Ribuan Warga Bangladesh Nekat Terobos Lockdown

Heboh Ingin Ketemu Rani, Ribuan Warga Bangladesh Nekat Terobos Lockdown

News | Jum'at, 09 Juli 2021 | 20:34 WIB

Beginilah Penampakan Rani, Sapi Terkecil dari Bangladesh

Beginilah Penampakan Rani, Sapi Terkecil dari Bangladesh

Foto | Rabu, 07 Juli 2021 | 12:30 WIB

Ribuan Pekerja Migran Tinggalkan Ibu Kota Bangladesh saat Pengetatan Lockdown

Ribuan Pekerja Migran Tinggalkan Ibu Kota Bangladesh saat Pengetatan Lockdown

Foto | Selasa, 29 Juni 2021 | 12:00 WIB

Terkini

Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel

Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 06:58 WIB

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB