451 Pasien Covid di Indonesia Meninggal saat Isolasi Mandiri, Jabar Cetak Rekor Tertinggi

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Senin, 12 Juli 2021 | 11:12 WIB
451 Pasien Covid di Indonesia Meninggal saat Isolasi Mandiri, Jabar Cetak Rekor Tertinggi
Ilustrasi--Viral Jenazah pasien COVID-19 yang diletakan berjejer di rumah sakit Bekasi.

Suara.com - Tim Koalisi Warga LaporCovid-19 mencatat ada 451 pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isolasi mandiri karena  terlambat mendapatkan pertolongan atau tidak terpantau dengan baik oleh pemerintah. Tercatat, Jawa Barat merupakan provinsi yang banyak ditemui pasien Covid-19 isolasi mandiri yang meninggal dunia 

Co-Inisiator LaporCovid-19 Ahmad Arif mengungkapkan data ini didapat dari laporan warga melalui sistem pelaporan online serta pemberitaan media yang sudah terverifikasi.

"Ini data sementara yang kami temukan sampai tadi malam jadi ada 451 pasien isoman yang terlacak dan terlaporkan meninggal di berbagai daerah di Indonesia," kata Arif dalam jumpa pers virtual, Senin (12/7/2021).

Ratusan korban tersebut berasal dari 12 provinsi dan 62 kabupaten/kota yang terlacak, Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak pasien meninggal saat isoman sebanyak 160 orang, Kota Bekasi 61 korban, dan Sleman 44 korban.

"Memang yang kami temukan yang terbanyak itu sejauh ini di Jawa Barat sekitar 160 pasien isoman yang meninggal. Namun, tren belakangan laporan mengenai pasien isoman yang meninggal ini juga mulai terjadi di luar Jawa, kami menemukan di Kaltim, Kalbar, NTT dan Sumatera Barat, walaupun laporannya belum seintens di Jawa," ungkapnya.

Sebagian pasien isoman ini meninggal dunia karena kondisinya tidak terpantau, terlambat dibawa dan ditangani karena rumah sakit penuh.

Namun ada pula pasien yang beranggapan sakit biasa sehingga terlambat diperiksa dan baru terkonfirmasi positif Covid-19 setelah meninggal dunia.

"Jumlah yang terdata ini kami yakin hanya fenomena puncak gunung es, karena tidak semua terberitakan atau terlaporkan," tegasnya.

LaporCovid-19 merekomendasikan pemerintah untuk memperbanyak tempat isolasi terpusat dengan memanfaatkan gedung-gedung pemerintah atau sekolah, dilengkapi dengan tenaga kesehatan yang memantau pasien.

baca juga

Selain itu bisa juga dengan mengoptimalkan konsultasi online melalui telemedicine untuk mengedukasi dan mengawasi pasien isoman.

Lingkungan terkecil seperti RT/RW juga harus saling mendukung secara sosial kepada pasien isoman agar bisa menjalani masa pemulihan dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update 12 Juli 2021: Wisma Atlet Rawat 6.120 Pasien Positif Corona, 1.164 OTG

Update 12 Juli 2021: Wisma Atlet Rawat 6.120 Pasien Positif Corona, 1.164 OTG

News | Senin, 12 Juli 2021 | 09:37 WIB

Kurangnya Informasi yang Akurat, Bikin Pasien Covid-19 Terlambat Ditangani

Kurangnya Informasi yang Akurat, Bikin Pasien Covid-19 Terlambat Ditangani

Health | Senin, 12 Juli 2021 | 08:50 WIB

Benarkah Interaksi Obat Jadi Sebab Kematian Pasien Covid-19? Ini Kata Ahli

Benarkah Interaksi Obat Jadi Sebab Kematian Pasien Covid-19? Ini Kata Ahli

Health | Senin, 12 Juli 2021 | 08:22 WIB

6 Cara Atasi Sesak Nafas karena Positif COVID-19, Jangan Panik!

6 Cara Atasi Sesak Nafas karena Positif COVID-19, Jangan Panik!

Bali | Senin, 12 Juli 2021 | 08:10 WIB

Terkini

Jelang MotoGP Mandalika, Marc Marquez Cs Pawai di Mataram

Jelang MotoGP Mandalika, Marc Marquez Cs Pawai di Mataram

Foto | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Sabun Cuci Muka Oat Terbaik untuk Kulit Sensitif yang Mudah Kemerahan

5 Sabun Cuci Muka Oat Terbaik untuk Kulit Sensitif yang Mudah Kemerahan

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:40 WIB

Pasha Ungkap Rahasia UNGU Tetap Kompak Selama 30 Tahun, Kuncinya Dua Hal Ini!

Pasha Ungkap Rahasia UNGU Tetap Kompak Selama 30 Tahun, Kuncinya Dua Hal Ini!

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:35 WIB

5 Zodiak Pria yang Dikenal Paling Perhatian dan Loyal ke Pasangan

5 Zodiak Pria yang Dikenal Paling Perhatian dan Loyal ke Pasangan

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 8 Oktober 2026: Selesaikan Urusan agar Terhindar dari Stres

Ramalan 12 Shio Hari Ini 8 Oktober 2026: Selesaikan Urusan agar Terhindar dari Stres

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Semarak Wayang Jogja Night Carnival 2026 di Titik Nol Kilometer

Semarak Wayang Jogja Night Carnival 2026 di Titik Nol Kilometer

Foto | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Singgung soal Korupsi dan Perampasan Aset, Gus Miftah Colek Sufmi Dasco

Singgung soal Korupsi dan Perampasan Aset, Gus Miftah Colek Sufmi Dasco

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

×