Terkepung Covid, Cerita Bertahan Hidup Penderita TBC di Kampung Padat Warakas

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Senin, 12 Juli 2021 | 14:08 WIB
Terkepung Covid, Cerita Bertahan Hidup Penderita TBC di Kampung Padat Warakas
Ike Nimah Tatimu, relawan pendamping pasien TBC di kawasan Warakas. (Dok pribadi Ike).

Suara.com - Pandemi Covid-19 hingga kini masih mewabah di Tanah Air. Akibat melonjaknya kasus positif Covid-19, pemerintah resmi memberlakukan aturan PPKM Darurat Jawa - Bali terhitung sejak Sabtu (3/7/2021) lalu.

Tentunya, hal ini, secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap penanganan Tuberkulosis (TBC). Merujuk pada WHO atau Badan Kesehatan Dunia, pada 2019 lalu, Indonesia merupakan negara dengan peringkat kedua di dunia, menyumbang 845.000 pasien terinfeksi TBC setiap tahunnya.

Suara.com hari ini berbincang dengan Ike Nimah Tatimu (56), seorang relawan yang kerap mendampingi pasien TBC di kawasan Warakas, Jakarta Utara. Sosok Ike, sejak tahun 2014 silam telah mengabdikan diri untuk mendampingi pasien-pasien yang mengidap penyakit TBC.

Ike Bercerita, kawasan Warakas yang menjadi ekosistem pendampingannya merupakan kawasan padat penduduk. Lokasinya berada di daerah kolong Kelurahan Papanggo dan Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selama mengabdi sebagai Kader TB Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, Ike pernah menjangkau pendampingan pasien TBC di kawasan Warakas yang jumlahnya mencapai 120 Kepala Keluarga (KK).

"Padat sekali. Saya saja tergantung dari jalannya. Saya saja 120 KK. Padat pokoknya," ungkap Ike melalui sambungan telepon, Senin (12/7/2021).

Ike Nimah Tatimu, relawan pendamping pasien TBC di kawasan Warakas. (Dok pribadi Ike).
Ike Nimah Tatimu, relawan pendamping pasien TBC di kawasan Warakas. (Dok pribadi Ike).

Terkini, Ike lebih fokus pada pendampingan kasus TBC resisten obat (TB-RO). Tentunya, di masa pandemi Covid-19, ditambah kebijakan PPKM Darurat, ada kendala yang harus dihadapi Ike untuk menjangkau pasien yang didampingi.

Terlebih, ada sejumlah pasien TBC yang tinggal di kawasan zona merah Covid-19. Praktis, perjumpaan Ike dengan pasien berganti menjadi daring, tidak tatap muka. Jika tidak, Ike akan bertemu pasien dampingannya di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok.

"Apalagi kalau ada zona merah di daerah itu. Kan tidak boleh keluar rumah. Paling saya kalau pendampingan ketemu di Puskesmas Kecamatan," sebut dia.

baca juga

Meski situasi yang terjadi saat ini begitu menyulitkan pendampingan, Ike tetap berjaga setiap saat. Terlebih, dia harus mendampingi pasien TBC resisten Obat (TB-RO).

"Ya sudah saya masih jaga-jaga. Apalagi kalau pendampingan TBC itu RO (resisten obat). Pendampingan saya paling rutin, paling banyak RO," paparnya.

Ike mengungkapkan, ada beberapa pasien TBC yang turut terpapar Covid-19 di daerah Warakas. Meski demikian, jumlahnya tidak banyak dan bisa dihitung dengan jari.

Ike, relawan pendamping pasien TBC saat melakukan sosialisasi ke warga Warakas. (Dok pribadi Ike)
Ike, relawan pendamping pasien TBC saat melakukan sosialisasi ke warga Warakas. (Dok pribadi Ike)

Di samping itu, pasien-pasien yang didampingi Ike, selama masa pandemi, selalu berada di dalam rumah. Hal itu adalah cara terbaik agar tetap dalam kondisi sehat dan mengurai penyebaran virus Covid-19.

"Mereka isoman dan takut terpapar. Kasihan lah mereka kalau pengidap TBC juga terpapar Covid," ucap Ike.

Ditengah melonjaknya kasus positif Covid-19 akhir-akhir ini, kerja relawan dalam memberikan pendampingan menjadi terbatas. Jika seandainya harus bertemu pasien secara langsung, para relawan tetap mawas diri dengan membawa masker, sarung tangan, hingga hand sanitizer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPKM Darurat Medan, Pengguna Kereta Api Wajib Tunjukan Kartu Vaksin Covid-19

PPKM Darurat Medan, Pengguna Kereta Api Wajib Tunjukan Kartu Vaksin Covid-19

Sumut | Senin, 12 Juli 2021 | 13:58 WIB

Kabar Gembira! Pemprov Sulsel Akan Bayar Utang Wisata Covid-19 Pekan Ini

Kabar Gembira! Pemprov Sulsel Akan Bayar Utang Wisata Covid-19 Pekan Ini

Sulsel | Senin, 12 Juli 2021 | 13:52 WIB

Viral Keluarga Jenazah COVID-19 Ngaku "Dipalak" di TPU Cikadut, Polisi: Bukan Pungli

Viral Keluarga Jenazah COVID-19 Ngaku "Dipalak" di TPU Cikadut, Polisi: Bukan Pungli

Jabar | Senin, 12 Juli 2021 | 13:48 WIB

Korea Selatan Kembali Laporkan Lebih dari 1.100 Kasus COVID-19

Korea Selatan Kembali Laporkan Lebih dari 1.100 Kasus COVID-19

Health | Senin, 12 Juli 2021 | 13:48 WIB

Terkini

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:52 WIB

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 16:50 WIB

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

×