Penasihat Aung San Suu Kyi Meninggal Usai Tertular Covid-19 di Penjara

Bangun Santoso

Rabu, 21 Juli 2021 | 10:40 WIB
Penasihat Aung San Suu Kyi Meninggal Usai Tertular Covid-19 di Penjara
Seorang pekerja berdiri di belakang memorabilia yang diproduksi untuk mempromosikan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi di sebuah percetakan di Yangon pada 2 September 2020. Ye Aung THU / AFP

Suara.com - Politisi Nyan Win, penasihat senior pemimpin Myanmar yang dikudeta, Aung San Suu Kyi, meninggal di rumah sakit pada Selasa (20/7/2021) setelah terinfeksi COVID-19 di penjara, kata partai NLD.

Nyan Win, 78 tahun, menjalani hukuman di penjara Insein, Yangon, setelah ditangkap oleh militer yang mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari.

Dia dipindahkan ke rumah sakit pekan lalu, kata partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam sebuah pernyataan.

"Kami berjanji terus memperjuangkan tugas kami yang belum selesai untuk mengakhiri kediktatoran di negara ini dan untuk membentuk Federal Democratic Union," kata NLD, seraya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga pria yang pernah menjadi pengacara Suu Kyi dan juru bicara partai itu.
Tim informasi dari Dewan Pemerintahan Negara yang dipimpin tentara mengatakan penjara-penjara dilengkapi dengan fasilitas untuk merawat pasien COVID-19.

Mereka juga mengatakan dalam pernyataan bahwa Nyan Win meninggal akibat penyakit diabetes dan hipertensi yang dideritanya.

Menurut mereka, 375 narapidana telah tertular COVID-19, enam di antaranya meninggal dunia sebelum Nyan Win.

Upaya Myanmar untuk mengendalikan wabah COVID-19 berubah menjadi kekacauan setelah militer merebut kekuasaan dari tangan pemerintah terpilih yang dipimpin Suu Kyi.

Menurut data kementerian kesehatan yang dikendalikan junta, baru sekitar 1,6 juta dari 54 juta penduduk Myanmar yang telah divaksin, kata media pemerintah.

Global New Light of Myanmar melaporkan sekitar 750.000 dosis vaksin China akan tiba pada Kamis dan lebih banyak lagi vaksin menyusul dalam beberapa hari ke depan. Kementerian memperkirakan setengah dari populasi negara itu akan divaksin tahun ini.

baca juga

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan dalam sebuah laporan pada Senin mereka sedang berupaya memerangi "lonjakan yang mengkhawatirkan" pada kasus COVID-19 dan berharap Myanmar akan mendapat cukup vaksin lewat fasilitas COVAX tahun ini bagi 20 persen penduduknya.

Myanmar mencatat rekor 281 kematian akibat COVID-19 dan 5.189 kasus baru pada Senin, kata televisi pemerintah MRTV yang mengutip data kementerian kesehatan.

Namun, layanan medis dan pemakaman mengatakan angka kematian sebenarnya jauh lebih tinggi daripada data yang dilaporkan junta. Tempat-tempat kremasi dikabarkan kewalahan.

Menggambarkan luasnya sebaran virus, China pada Selasa melaporkan kasus harian pada Selasa menjadi yang tertinggi sejak Januari, sebagian besar berasal dari warga negara China yang kembali ke provinsi Yunnan dari Myanmar.

Zaw Wai Soe, menteri kesehatan Pemerintah Nasional Bersatu (NUG), pemerintah bayangan yang dibentuk oleh para penentang junta militer, mengatakan bahwa 400.000 jiwa rakyat Myanmar bisa kehilangan nyawa jika tidak ada tindakan segera untuk memperlambat penularan.

Para pengecam junta juga mengatakan banyak warga meninggal akibat pembatasan pasokan oksigen dengan alasan menghentikan penimbunan.

Reuters tidak bisa menghubungi kementerian kesehatan atau juru bicara junta untuk meminta komentar tentang penanganan COVID-19. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Pengakuan Polisi Myanmar yang Membelot: Saya Ingin Polisi Dicintai Masyarakat

Cerita Pengakuan Polisi Myanmar yang Membelot: Saya Ingin Polisi Dicintai Masyarakat

Video | Senin, 19 Juli 2021 | 09:00 WIB

Diseret ke Pengadilan, Aung San Suu Kyi Dituduh Terima 11,4 Kg Emas dan Uang Miliaran

Diseret ke Pengadilan, Aung San Suu Kyi Dituduh Terima 11,4 Kg Emas dan Uang Miliaran

News | Rabu, 14 Juli 2021 | 08:17 WIB

Tak Cuma Indonesia, Oksigen Juga Langka di Myanmar

Tak Cuma Indonesia, Oksigen Juga Langka di Myanmar

News | Senin, 12 Juli 2021 | 13:06 WIB

Asia Tenggara Dilanda Ledakan Covid-19, Myanmar Catatkan Rekor Harian

Asia Tenggara Dilanda Ledakan Covid-19, Myanmar Catatkan Rekor Harian

News | Senin, 05 Juli 2021 | 10:43 WIB

Tak Cuma Indonesia, Kasus COVID-19 Myanmar Meledak Higga 2.318 Kasus Perhari

Tak Cuma Indonesia, Kasus COVID-19 Myanmar Meledak Higga 2.318 Kasus Perhari

Kalbar | Senin, 05 Juli 2021 | 09:01 WIB

Pemimpin Junta Militer Myanmar Ulang Tahun, Rakyat Beri Kado Peti Mati

Pemimpin Junta Militer Myanmar Ulang Tahun, Rakyat Beri Kado Peti Mati

News | Minggu, 04 Juli 2021 | 18:47 WIB

PBB Desak Junta Militer Myanmar Segera Bebaskan Aung San Suu Kyi

PBB Desak Junta Militer Myanmar Segera Bebaskan Aung San Suu Kyi

News | Jum'at, 02 Juli 2021 | 08:52 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×