alexametrics

Epidemiolog Ungkap Kejanggalan Jokowi Blusukan Cari Obat Terapi Covid-19 di Apotek

Reza Gunadha | Ummi Hadyah Saleh
Epidemiolog Ungkap Kejanggalan Jokowi Blusukan Cari Obat Terapi Covid-19 di Apotek
Cek Stok Obat Terapi Covid-19 di Apotek, Jokowi Malah Kehabisan. (Dok: Istimewa)

"Kalau obat-obatan yang dicari Pak Jokowi ada, apoteknya bisa ditutup karena memberikan obat keras tanpa resep dokter," tulis Pandu.

Suara.com - Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono mengkritik dan mengungkap kejanggalan aksi Presiden Jokowi yang mencari obat terapi covid-19 di apotek. 

Pandu menuturkan, jika obat-obatan yang dicari Jokowi ada, maka apotek terancam ditutup karena memberikan obat keras tanpa resep.

"Kalau obat-obatan yang dicari Pak @jokowi ada, apoteknya bisa ditutup karena memberikan obat keras tanpa resep dokter," tulis Pandu di akun twitternya @drpriono1 yang dikutip Suara.com, Sabtu (24/7/2021).

Tak hanya itu, Pandu menyarankan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk meninjau ulang bantuan paket obat gratis yang didistribusikan ke masyarakat.

Baca Juga: Polisi Buru Penyebar Informasi Seruan Aksi Jokowi End Game

Dengan begitu, kata Pandu, masyarakat yang tak bergejala tidak diberikan obat covid-19.

Kemudian, pasien covid-19 yang bergejala sedang dan berat seharusnya dirawat di rumah sakit. 

"Pak Menkes @BudiGSadikin sebaiknya paket obat yang didistribusikan ke masyarakat ditinjau ulang. OTG dan bergejala ringan tak perlu obat. Yang sedang dan berat harus masuk RS," tulis Pandu.

Sebelumnya, Jokowi mengunjungi salah satu apotek yakni Apotek Villa Duta di Kota Bogor, Jumat (23/7).

Kedatangan Jokowi untuk mengecek ketersediaan beberapa jenis obat dan suplemen yang dibutuhkan masyarakat untuk penanganan covid-19.

Baca Juga: 6 Obat Ini Dicari Jokowi di Video yang Viral, Berikut Khasiatnya

Namun saat di lokasi, Jokowi tak menemukan obat antivirus, sehingga hanya membeli multivitamin.

Komentar