alexametrics

Tim Mitigasi IDI: Kasus Covid-19 Turun di Jawa-Bali, Tapi Meluas ke Pulau Lain

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Tim Mitigasi IDI: Kasus Covid-19 Turun di Jawa-Bali, Tapi Meluas ke Pulau Lain
Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi. [Foto: Hops.id]

Beberapa yang menunjukkan peningkatan kasus Covid-19 ada di Sumatera dan Kalimantan

Suara.com - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Jawa dan Bali selama tiga pekan disebut perlahan menurunkan penularan dan kepenuhan pasien Covid-19 di rumah sakit. Hanya saja, mulai meluas ke pulau lain.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengatakan, penurunan angka keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi dan ICU memang terjadi di beberapa kota di Jawa dan Bali, meski belum signifikan.

"Memang kalau kita lihat turunnya kasus ini bukan hanya di Jakarta, kami dapat laporan turunnya kasus juga ada di wilayah di Semarang, Kudus, Pati, Rembang turun. Di Semarang itu BOR-nya yang sempat 92 persen sekarang 66 persen, Jakarta BORnya 76 persen memang turun dan ICU turun 85 persen BORnya," kata Adib dalam jumpa pers virtual, Selasa (27/7/2021).

Namun, peningkatan kasus kini justru terjadi di luar Pulau Jawa dan Bali seperti di Sumatera dan Kalimantan.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Bikin Pasien Kanker Terlambat Dapat Pengobatan

"Masih ada juga yang peningkatan Jogja dan Solo. Bahkan sudah melangkah pada peningkatan kasus di Jambi, Palembang dan Kalimantan Selatan kemudian Kendari sekarang sudah ada peningkatan kasus beberapa yang dilaporkan," ucapnya.

Menurut Adib, bahwa beberapa laporan mulai masuk ke Tim Mitigasi IDI yang menyebut bahwa di Kalimantan Selatan dan Palembang mulai kekurangan oksigen dan obat untuk pasien Covid-19 di rumah sakit.

"Jadi saya kira ini permasalahan yang kemarin yang terjadi di Jawa, jangan sampai terjadi di luar Pulau Jawa dengan segala keterbatasan yang ada di luar Jawa, maka kebutuhan masalah oksigen dan obat jadi penting dan percepatan dosis vaksin kedua," jelasnya.

Diketahui, selain di Jawa-Bali, pemerintah juga menerapkan kebijakan PPKM Level 4 di 45 kabupaten/kota di 21 provinsi luar Jawa-Bali.

Baca Juga: Sebut Kasus Covid-19 DKI Mulai Turun, Anies: Pandemi Belum Berakhir

Komentar