Array

Pandemi Covid-19 Bikin Pasien Kanker Terlambat Dapat Pengobatan

Selasa, 27 Juli 2021 | 12:39 WIB
Pandemi Covid-19 Bikin Pasien Kanker Terlambat Dapat Pengobatan
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Jumlah pasien kanker yang datang terlambat ke rumah sakit semakin meningkat selama pandemi Covid-19. Akibatnya, banyak pasien datang sudah dalam kondisi parah.

Koordinator Pelayanan Kanker Terpadu RSCM Prof. Dr. dr. Soehartati Gondhowiardjo mengatakan, terlambatnya pasien kanker ke rumah sakit sebenarnya telah menjadi masalah sejak lama, dan banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi.

"Ada pasien kanker yang datang itu (benjolan kanker) sudah besar sekali. Ada anak yang di kakinya ada tumor sebesar kepala bayi. Jadi mau dikatakan masalahnya ada di mana, ya di banyak faktor."

"Mulai dari pasien takut untuk datang, kemudian fasilitas kesehatan juga sekarang penuh dengan covid, transportasinya juga tidak mudah," ucap sokter yang akran disapa prof Tati itu dalan webinar daring bersama cancer club CISC, Selasa (27/7/2021). 

Ia menyebut, sebelum terjadi pandemi Covid-19, jumlah pasien yang datang terlambat ke rumah sakit mencapai 13,6 persen. Keadaan saat ini mungkin semakin memburuk hingga keterlambatan pasien naik sampai 52 persen.

Ketakutan datang ke fasilitas layanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan kanker memang sudah terjadi di masyarakat sejak dulu. Akan tetapi, semakin diperparah akibat banyaknya rumah sakit yang penuh dengan pasien Covid-19.

"Walaupun kita sudah berkali-kali mengatakan, pasien kanker bisa datang ke rumah sakit. Namun di second cases saat ini, lebih sulit kita mengatakan hal seperti itu," ungkapnya.

Ada berbagai risiko yang akan dihadapi pasien kanker jika terlambat mendapat pengobatan medis. Prof Tati menyampaikan bahwa semakin pasien datang ke RS dalam kondisi lanjut, itu akan semakin sulit untuk diobati.

Sehingga, hasilnya juga kemungkinan jadi kurang baik. Selain itu, biasanya biaya akan semakin mahal.

Baca Juga: Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Tambah Kapasitas IGD Pasien Covid-19

Kanker sebenarnya bukan hanya menjadi beban finansial bagi orang yang terdiagnosis, kata prof Tati. Tetapi pembiayaan yang dikeluarkan negara melalui BPJS kesehatan juga cukup tinggi. 

Kanker menjadi penyakit kedua, setelah kanker, yang paling banyak menelan biaya dari BPJS kesehatan.

Data BPJS kesehatan pada 2019, dari 101,86 triliun dana yang disiapkan, 17 persen di antaranya atau sebanyak 17, 3 triliun, digunakan untuk pengobatan kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI