Atase Pendidikan dan Kebudayaan Tokyo dan PPI Jepang Kembangkan Aplikasi Keanggotaan

Fabiola Febrinastri

Kamis, 29 Juli 2021 | 12:13 WIB
Atase Pendidikan dan Kebudayaan Tokyo dan PPI Jepang Kembangkan Aplikasi Keanggotaan
Website pelajar Indonesia di Jepang. (Dok: Kemendikbudristek)

Suara.com - Setiap tahun, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ) melakukan pendataan pelajar Indonesia di Jepang dari jenjang sekolah menengah ke atas, mahasiswa, hingga mahasiswa pascasarjana, yang tersebar dari Hokkaido hingga Kyushu melalui perpanjangan tangan koordinator daerah (korda) dan juga komisariat (komsat). Namun belum semua mahasiswa Indonesia di Jepang terdata oleh PPIJ.

Untuk itu, PPI Jepang melalui Bidang Media dan Publikasi bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Tokyo mengembangkan aplikasi keanggotaan pelajar Indonesia di Jepang berbasis situs web site.ppijepang.org/front/keanggotaan yang mudah diakses oleh pelajar/mahasiswa Indonesia di Jepang.

“Pelajar dan mahasiswa Indonesia merupakan bagian dari masyarakat akademik yang strategis, yang menjadi kontributor dalam peningkatan kerja sama bilateral Indonesia-Jepang. Pendataan ini dapat menjadi sumber informasi bagi Kemendikbudristek bahwa Jepang banyak memiliki universitas unggulan yang dapat mendukung program internasionalisasi dan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, seperti program Indonesia International Student Mobility Award (IISMA),” ujar Dubes, Heri saat memberikan sambutan secara virtual, Sabtu (17/7/2021).

Ia berharap, laman tersebut dapat menunjang program peningkatan mahasiswa di Jepang dengan menunjukan profil alumni dan sebaran mahasiswa sehingga data tersebut dapat diberikan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Saya rasa pendidikan di Jepang tidak kalah dalam segi kualitas dengan negara lainnya, bahkan mungkin lebih baik untuk beberapa bidang. Selain itu, sesungguhnya jauh lebih murah tuition fee-nya dibandingkan Amerika Serikat atau Inggris,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Atdikbud, Yusli Wardiatno mengatakan, program ini sudah direncanakan sejak tahun lalu, dan pengembangan aplikasinya murni dilakukan oleh anggota PPI.

“Berdasarkan informasi dari Japan Student Services Organization (JASSO), jumlah mahasiswa Indonesia yang terdata hingga tahun 2019 hampir mencapai 7.000 orang, tetapi yang terdata sampai saat ini hanya sekitar 3.000 orang,” ungkap Yusli.

Aplikasi berbasis situs web ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas data yang ada, dan melengkapi serta memperbaiki mekanisme yang selama ini dilakukan berupa pengiriman formulir yang diisi.

“Aplikasi ini memudahkan semua. Aplikasi ini juga dapat menyediakan distribusi mahasiswa berdasarkan wilayah tempat studi ataupun berdasarkan bidang keilmuan yang ditekuni," tutur Yusli.

baca juga

Sementara itu, Ketua Umum PPI Jepang, Yudi Ariesta Chandra menyampaikan bahwa pangkalan data anggota PPI Jepang ini diperlukan untuk mengetahui jumlah anggota PPI Jepang tanpa harus melakukan survei setiap tahunnya. Kemudian, sistem ini juga penting untuk melakukan berbagai inovasi untuk memajukan organisasi dan meningkatkan kebermanfaatan PPI Jepang.

“Sistem aplikasi keanggotaan ini diharapkan dapat merangkum berbagai kebutuhan informasi yang diperlukan oleh para anggota dan alumni serta pengurus PPI Jepang di seluruh tingkatan,” ujar Chandra.

Pada kesempatan itu, Ketua Bidang Media dan Publikasi PPIJ, sekaligus pengembang utama aplikasi tersebut, Andi Prademon Yunus menjelaskan tentang cara kerja pengisian aplikasi itu dan menunjukkan tampilan baru situs web PPI Jepang yang diharapkan lebih mudah diakses dan digunakan.

Selanjutnya dilakukan pengisian aplikasi secara perdana oleh perwakilan unsur alumni dan unsur anggota PPI Jepang (mahasiswa dan pelajar) yang dipandu oleh Sekretaris Jenderal PPI Jepang, Johannes Nicolaus Wibisana. Atdikbud Yusli Wardiatno yang merupakan alumni PPI Jepang dan Sekretaris Jenderal Persatuan Alumni Dari Jepang (PERSADA), Hideki Amangku menjadi dua orang pertama yang mengisi aplikasi keanggotaan mewakili unsur alumni dan diikuti oleh Ketua PPI Jepang Korda Chubu, Ihsan Ibrahim sebagai anggota PPI Jepang.

“Peluncuran aplikasi ini merupakan hal yang baik dan berkembang dikarenakan PPI Jepang sudah memanfaatkan teknologi dengan baik sehingga kita sudah lebih siap untuk menghadapi Society 5.0 dan juga ini awal yang baik untuk PPI Jepang dan PERSADA serta semoga ke depannya bisa bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia,” ujar Hideki Amangku saat memberi sambutan.

Yusli menuturkan, pembentukan aplikasi ini akan mempermudah pendataan dan pemantauan kondisi pelajar Indonesia di Jepang, terutama saat ada bencana alam ataupun keadaan mendesak lainnya, seperti pandemi Covid-19 saat ini.

Chandra menambahkan, aplikasi ini juga dapat mendata alumni mahasiswa Indonesia yang pernah menempuh studi di Jepang.

“Anggota yang telah mendaftar di aplikasi tersebut juga akan mendapatkan kemudahan layanan pendidikan pada KBRI, seperti legalisasi ijazah atau surat keterangan pengganti akreditasi prodi. PPI Jepang juga mengharapkan bahwa dengan terkumpulnya data mahasiswa Indonesia di Jepang akan dapat membantu pihak KBRI untuk mempromosikan studi lanjutan di Jepang kepada kementerian terkait,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendikbudristek Gelar Pembekalan Pendampingan SMK PK oleh Perguruan Tinggi

Kemendikbudristek Gelar Pembekalan Pendampingan SMK PK oleh Perguruan Tinggi

News | Kamis, 29 Juli 2021 | 12:05 WIB

Kemendikbudristek:Riset Keilmuan Terapan Jadi Penggerak Penyelesaian Masalah Sosial

Kemendikbudristek:Riset Keilmuan Terapan Jadi Penggerak Penyelesaian Masalah Sosial

News | Rabu, 28 Juli 2021 | 15:14 WIB

Program Laptop Dalam Negeri dari Kemendikbudristek Dinilai Tepat

Program Laptop Dalam Negeri dari Kemendikbudristek Dinilai Tepat

Tekno | Selasa, 27 Juli 2021 | 21:52 WIB

Asesmen Nasional, Perbaikan Kualitas Pembelajaran Jadi Tujuan

Asesmen Nasional, Perbaikan Kualitas Pembelajaran Jadi Tujuan

News | Selasa, 27 Juli 2021 | 18:29 WIB

Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Indonesia - Inggris Mengadakan Joint Working Group

Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Indonesia - Inggris Mengadakan Joint Working Group

News | Selasa, 27 Juli 2021 | 18:18 WIB

4 Pelajar SMA Raih Medali dalam International Biology Olympiad Challenge II di Portugal

4 Pelajar SMA Raih Medali dalam International Biology Olympiad Challenge II di Portugal

News | Selasa, 27 Juli 2021 | 11:19 WIB

Terkini

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 22:08 WIB

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:40 WIB

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:37 WIB

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:20 WIB

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:09 WIB

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:06 WIB

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:01 WIB

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:35 WIB

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:25 WIB

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:01 WIB

×