facebook

Bagikan 5 Ribu Ton Beras, Anies: Semoga Keluarga Ekonomi Rendah Terbantu

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Bagikan 5 Ribu Ton Beras, Anies: Semoga Keluarga Ekonomi Rendah Terbantu
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai melakukan pembagian Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) berupa beras premium kepada warga mulai hari ini, Kamis (29/7/2021). (ist)

"...Kita berharap dengan kita berikan bantuan maka keluarga-keluarga di Jakarta khususnya yang sosio ekonomi rendah akan bisa terbantu di masa sulit seperti sekarang."

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai melakukan pembagian Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) berupa beras premium kepada warga mulai hari ini, Kamis (29/7/2021). Anies berharap bantuan ini bisa membantu ekonomi kelas bawah.

Pembagian bantuan ini dilakukan dengan cara melepas truk pendistribusian beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Ia menyebut pihaknya nenyediakan 5 ribu ton beras untuk sekitar 25 ribu Kepala Keluarga.

"Baru saja melepas keberangkatan truk pengantar beras yang akan dikirimkan untuk keluarga penerima di kelurahan Cakung Barat dan Cakung Timur. Ini (BSNT) didistribusikan 5 ribu ton (beras), dan ada 24 RW yang hari ini menerima dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 25.137,” ujar Anies di lokasi, Kamis (29/7/2021).

Anies menjelaskan, pendistribusian 10 kilogram beras premium ini merupakan bagian dari bantuan sosial masyarakat di Jakarta yang menyasar penerima sebanyak 1.007.379 keluarga penerima manfaat. Jajarannya juga telah mendistribusikan bantuan sosial tunai sebesar Rp 600 ribu kepada mereka.

Baca Juga: Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai DKI Jakarta

“Mulai hari ini mereka menerima berbentuk beras senilai 10 kg per kepala keluarga yang diterima oleh KK tersebut. Kita berharap dengan kita berikan bantuan maka keluarga-keluarga di Jakarta khususnya yang sosio ekonomi rendah akan bisa terbantu di masa sulit seperti sekarang,” jelasnya.

Beras yang dibagikan ini disebutnya berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Indramayu, Karawang, Lampung, Ngawi, Sumedang dan Garut. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk kerja sama dengan para daerah penghasil beras di Indonesia.

“Jadi ini di satu sisi membantu keluarga yang terdampak di Ibu Kota, di sisi lain kita bekerja sama langsung dengan gapoktan di berbagai daerah dan membantu menggerakkan perekonomian petani daerah,” pungkasnya.

Komentar