Array

Kisah Manusia Silver: Kesaksian Remaja-remaja yang Terbiasa Hidup dengan Bahaya

Siswanto Suara.Com
Senin, 02 Agustus 2021 | 07:00 WIB
Kisah Manusia Silver: Kesaksian Remaja-remaja yang Terbiasa Hidup dengan Bahaya
Ilustrasi: manusia silver [Dok.Antara]

Suara.com - Mengapa mereka memilih mencari penghidupan dengan cara itu, apa saja suka duka yang dirasakan selama beraksi di balik cat silver yang melumuri tubuh mereka, serta bagaimana mereka memaknai kehidupan? Simak kisah berikut ini.

TIGA remaja mendatangi tiap-tiap orang yang berdiri atau duduk di tepi jalan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tangan mereka menyodorkan wadah ke orang-orang. Ada yang kemudian memberikan uang, tapi kebanyakan buang muka dari anak-anak muda itu.

Tubuh ketiga remaja dilumuri cat warna silver, mulai dari ujung rambut kepala sampai kuku kaki. Kecuali mata mereka yang memerah dan gigi yang nampak kekuningan karena zat nikotin.

Salah seorang remaja menyeberang jalan menuju ke arah saya yang sedang duduk di atas sepeda motor. Saya menyapanya. Pada awalnya, dia kelihatan bingung, apalagi setelah saya utarakan niat untuk mewawancarai.

Baru setelah mendengarkan alasan kenapa saya ingin wawancara, dia bersuka cita. Dia menghentikan aksi. Bahkan tanpa saya minta, dia berinisiatif memanggil kedua kawan yang sedang sibuk beraksi di ujung jalan, untuk diajak berkumpul di teras rumah kosong buat wawancara. Sebelum memulai wawancara, ketiga remaja meminta saya untuk tidak memfoto mereka.

Pemerintah berniat menegakkan peraturan daerah kepada manusia-manusia silver yang menjamur di kota Palembang
Ilustrasi: manusia silver

Selama ini di sekitar kita sering terdengar pertanyaan-pertanyaan, misalnya mengapa ada anak-anak muda yang mau menjadi manusia silver. Terkadang pula kita juga mendengar pandangan negatif terhadap mereka.

Menjadi manusia silver -- mengamen dengan aksi teatrikal -- cara mencari uang yang tak banyak dipilih kebanyakan remaja Indonesia.

Nama remaja yang pertamakali saya sapa Idoy (17). Dia amat terbuka dan paling banyak bercerita, hampir sama dengan Dudun (17). Berkebalikan dengan pembawaan Tompel (17) yang cenderung introvert selama wawancara berlangsung pada sore hari itu.

Perjalanan Idoy sama sekali tak dia rencanakan. Semua dimulai tak lama setelah dia drop out dari sekolah menengah kejuruan jurusan komputer di Kota Bekasi, Jawa Barat, gara-gara berkelahi dengan kakak kelas pada masa awal semester satuI.

Baca Juga: Kisah Anak Transmigran Merantau ke Jakarta: Apa yang Terjadi di Kampungnya?

Idoy memiliki seorang kakak yang jadi tiang penghidupan keluarga. Ayah mereka sudah meninggal dunia, sedangkan ibu tidak bekerja. Mereka tinggal di Kranji. Idoy merasa tak mungkin hanya mengandalkan penghasilan kakaknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Maka setelah dikeluarkan dari sekolah, Idoy lekas mencari mata pencaharian. Pilihan pekerjaan yang ada di depan matanya kala itu bergabung secara total ke dalam sanggar seni Ondel-ondel Betawi di Kranji.

Ikut sanggar seni sesungguhnya sudah dijalani Idoy semenjak dia duduk di bangku kelas dua SMP. Hanya saja selama ini kegiatan tersebut dijadikan sampingan atau dilakoni cuma sepulang dari sekolah.

Idoy sudah menyelami dunia Ondel-ondel jauh sebelum marak Ondel-ondel dipakai untuk mengamen keliling kampung.

“Dulu kita (sanggar) paling pertama di sana (Kranji). Dulu itu bukan untuk ngamen (di jalanan seperti sekarang). Ondel-ondel hanya tampil kalau ada tanggapan dari warga saja,” kata Idoy.

Idoy dan kawan-kawannya kemudian ikut keliling kampung untuk mengamen bersama komunitas seiring dengan praktik pengamen Ondel-ondel naik daun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI