Bikin Baliho Imbauan Prokes tapi Disertai Foto Diri, Ketulusan Politikus Dipertanyakan

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Senin, 02 Agustus 2021 | 20:16 WIB
Bikin Baliho Imbauan Prokes tapi Disertai Foto Diri, Ketulusan Politikus Dipertanyakan
Beberapa baliho tokoh politik nasional terpasang di kawasan bangjo Komplang, Solo, Jumat (25/6/2021). [Solopos/Kurniawan]

Suara.com - Pagebluk Covid-19 tampaknya dipandang sebagai peluang bagi para politikus, terutama yang berniat mencalonkan diri pada Pilpres 2024. Wabah pandemi seakan dijadikan lahan promosi diri dengan menebar spanduk atau baliho bertuliskan protokol kesehatan sebagai imbauan.

Buruknya, tidak sedikit dari baliho yang tersebar di seantero negeri itu yang justru didominasi potret diri politisi. Lalu soal pesan yang ingin disampaikan mengenai prokes bagaimana? Tetap terlihat, namun bukan menjadi fokus utama.

Hal itulah yang menjadi sorotan publik, tidak terkecuali para pengamat politik.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus misalnya, ia mempertanyakan ketulusan para politisi yang membuat spanduk untuk mengimbau, mengajak masyarakat mentaati dan menjalankan prokes.

Sebab menurut Lucius, jika mereka memiliki ketulusan sudah barang tentu para politisi tidak perlu lagi menampakkan foto dan nama mereka di baliho terkait.

"Kalau mereka tulus kenapa kemudian tidak menyebarluaskan saja pesan-pesan itu tanpa kemudian harus memunculkan namanya ataupun fotonya," ujar Lucius dalam webinar di kanal YouTube FORMAPPI, Senin (2/8/2021).

Namun seperti diketahui, yang terjadi saat ini justru sebaliknya.

"Tapi tidak tulusnya itu kelihatan karena bersamaan dengan pesan itu, pesan-pesan itu cenderung semakin kecil di baliho-baliho. Sementara yang semakin besar itu justru wajah-wajah dari para politisi itu," kata Lucius.

Sementara itu dalam webinar yang sama, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti memiliki pandangan mengapa akhirnya banyak baliho bertampang wajah-wajah politisi yang tersebar selama pandemi.

baca juga

Menurut dia, itu merupakan satu cara yang memang digunakan untuk sarana promosi diri.

Ibarat jalan pintas, para politisi yang ingin cepat popular menganggap bahwa penggunaan baliho dan spanduk bakal efektif membuat mereka terkenal.

Padahal di luar jalan pintas itu, kata Ray politisi bisa menunjukkan ide dan gagasan maupun kinerjanya untuk masyarakat.

Karena itu Ray menduga penggunaan baliho sebagai media promosi diri itu lantaran para politisi  kesulitan mengembangkan diri mereka.

"Jadi kesulitan mencari formulasi isu yang tepat untuk membuat mereka terkenal, dikenal dan tentu dengan sendirinya punya efek elektabilitas," kata Ray.

"Dalam persaingan ini dalam kompetisi ini karena kesulitan mencari posisi ide modal yang tepat, mereka kemudian mempergunakan mekanisme yang paling murah meriah. Tidak bisa disebut murah sebetulnya, tapi meriah iya. Apa itu? Yaitu mempergunakan baliho, spanduk yang ditebarkan di berbagai kota," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Politik: Greysia Polii - Apriyani yang Berjuang, yang Muncul Gambarnya Politikus

Analis Politik: Greysia Polii - Apriyani yang Berjuang, yang Muncul Gambarnya Politikus

News | Senin, 02 Agustus 2021 | 18:21 WIB

Kocak! Rizal Ramli Sindir Puan Maharani, Sebut Spanduknya Sudah Sampai ke Bulan

Kocak! Rizal Ramli Sindir Puan Maharani, Sebut Spanduknya Sudah Sampai ke Bulan

Jawa Tengah | Minggu, 01 Agustus 2021 | 16:18 WIB

Kasus Coretan Open BO di Baliho, Begini Reaksi Pimpinan DPR Rekan Puan Maharani

Kasus Coretan Open BO di Baliho, Begini Reaksi Pimpinan DPR Rekan Puan Maharani

News | Kamis, 29 Juli 2021 | 10:39 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×