Negara Gagal, Buruh KPBI Serukan Pasang Bendera Putih di Pabrik hingga Gang-gang Kampung

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 03 Agustus 2021 | 14:24 WIB
Negara Gagal, Buruh KPBI Serukan Pasang Bendera Putih di Pabrik hingga Gang-gang Kampung
Negara Gagal, Buruh KPBI Serukan Pasang Bendera Putih di Pabrik hingga Gang-gang Kampung. Ratusan pelaku UMKM menggelar aksi pengibaran bendera putih di kawasan Simpang Empat Jam Ria Kota Padang pada Kamis (29/7). (Antara/ Mario Sofia Nasution)

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air, tentunya sangat berdampak bagi masyarakat menengah ke bawah. Hampir satu tahun lebih pandemi ini berjalan, jumlah masyarakat yang menjerit akibat kegagalan pemerintah dalam melakukan penanganan semakin banyak jumlahnya.

Buntutnya, ekspresi keresahan rakyat atas ketidakpastian dalam hidup ini muncul dalam beberapa waktu ke belakang. Ekspresi itu ditunjukkan oleh masyarakat yang bekerja di sektor usaha kecil seperti  pemilik kedai, wirausaha kafe, rumah makan, rental mobil dan lain sebagainya. 

Ekspresi tersebut berwujud bendera putih yang dikibarkan di sejumlah kota. Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dalam siaran persnya menyontohkan sejumlah ekspresi berupa pengibaran bendera putih yang terjadi di sejumlah kota di Tanah Air.

Misalnya, di sepanjang kawasan Malioboro, DIY Yogykarta, bendera putih dikibarkan oleh para pedagang. Tak hanya itu, di Kota Kembang, Bandung, ratusan kafe dan restoran dilaporkan melakukan hal serupa.

Kemudian, di Medan, ribuan pedagang kuliner malam juga telah mengibarkan bendera putih. Pemilik mobil rental di Pamekasan turut mengibarkan bendera putih sebagai ungkapan ekspresi keresahan.

Wakil Ketua KPBI, Jumisih mengatakan, aksi pengibaran bendera putih adalah sebuah protes atas ketidakmampuan negara dalam mengatasi masalah pandemi dan krisis ekonomi. Bahkan, di tengah kesulitan hidup rakyat, lanjutnya, perilaku para pejabat masih tidak menunjukan empati. 

"Justru cenderung kasar dan arogan. Bagaimana bisa di saat rakyat bertaruh nyawa—tanpa bantuan negara —, ada pejabat yang asyik nonton sinetron dan mempostingnya tanpa kepekaan apapun di media sosial. Bagaimana bisa anggota DRR—yang tidak punya kesulitan apapun selama ini—, meminta fasilitas isoman spesial dengan biaya negara," ungkap Jumisih dalam keterangan persnya, Selasa (3/8/2021).

Jumisih mengatakan, banyak pejabat publik lainnya yang menyebut sudah terkendali. Bahkan, pernyataan itu disampaikan dengan nada yang menantang.

"Padahal saat itu semakin banyak rakyat yang meninggal karena fasilitas kesehatan yang kolaps," sambungnya.

baca juga

KBPI berpandangan, tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan setelahnya. Lebih jauh lagi, tak ada satu pun pejabat yang mundur atas kegagalannya. 

"Budaya malu telah benar-benar hilang dalam lingkungan kekuasaan," beber Jumisih.

Terkait upaya vaksinasi Covid-19 bagi rakyat, KPBI menilai jika program tersebut berjalan lambat dan tidak merata. Kata Jumisih, berbagai liputan media massa menunjukan di banyak tempat, ketika rakyat semakin antusias untuk  divaksin, justru malah kehabisan stok.

"Padahal dengan efektifitas vaksin yang bertahan hanya 6 bulan, maka keserentakan vaksinisasi di seluruh Indonesia adalah salah satu upaya kunci terbentuknnya kekebalan komunitas. Kecepatan vaksin untuk kekebalan komunitas juga akan mengurangi resiko mutasi baru Covid-19," jelas dia.

KPBI menilai, kegagalan pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 bukan disebabkan karena negara tidak punya dana yang cukup. Justru, kegagalan itu disebabkan karena pemerintah tidak mau memprioritaskan kehidupan dan keselamatan warga sebagai prioritas utama. 

"Pemerintah menggunakan pendekatan ekonomi dalam mengatasi masalah kesehatan. Dan selama  satu tahun lebih berjalan, pendekatan itu terbukti gagal dan menyakiti rakyat," ungkap Jumisih.

Atas hal itu, Jumisih mengatakan jika KBPI menyatakan dukungan terhadap aksi pengibaran bendera putih. Sebab, aksi tersebut adalah ekspresi rakyat yang sah, jujur, dan benar.

"Kami ingin menyatakan dukungan kepada Aksi Kibarkan Bendera Putih di seluruh Indonesia. Ini adalah ekspresi rakyat yang sah, jujur dan sepenuhnya benar," papar dia.

Adapun sejumlah tuntutan KBPI sebagai berikut:

  1. Negara harus fokus pada keselematan dan kesehatan warga. Keselamatan warga negara adalah hukum tertinggi.
  2. Sebagai wujud pertanggungjawaban dan komitmen moral,  maka seluruh gaji pejabat negara (termasuk fasilitas dan tunjangan), dari pusat sampai tingkat Kabupaten/Kotamadya harus dipotong sebesar 50 persen selama pandemi. Dana tersebut dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan warga.
  3. Anggaran proyek-proyek infrastruktur yang tidak ada hubungannya dengan keselamatan dan kesehatan warga (yang besarnya di APPBN 2021 mencapai Rp 417 trilyun) wajib dipotong 50 %. Dana tersebut seyogyanya digunakan demi pemenuhan kebutuhan warga selama pandemi.
  4. Negara menjamin kelangsungan hidup rakyat dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai sebesar 2 juta Rupiah per bulan kepada rakyat yang terdampak pandemi.
  5. Negara harus segera mengambil alih perusahan-perusahan yang bangkrut, guna mencegah terjadinya PHK massal. Pengelolaan lebih lanjut perusahaan-perusahaan tersebut diserahkan kepada  pekerja/serikat buruh.
  6. Menambah fasilitas, kuota dan kecepatan distribusi vaksin di seluruh daerah. Upaya ini agar segera terjadi percepatan vaksiniasasi yang merata di seluruh wilayah Indonesia sampai ke pelosok-pelosok daerah. 

Pada kesempatan yang sama, KBPI juga menyerukan kepada seluruh federasi anggota KPBI dan seluruh massa buruh di seluruh Indonesia.

"Untuk segera mengibarkan Bendera Putih. Kibarkan bendera putih di sekretariat, di pabrik, di pelabuhan, di perkebunan, di terminal, di bandara, di kantor-kantor, di hunian buruh dan di gang kampung."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPKM Diperpanjang, Denny Darko: Pak Jokowi Ini Mendengar Jeritan Tenaga Kesehatan

PPKM Diperpanjang, Denny Darko: Pak Jokowi Ini Mendengar Jeritan Tenaga Kesehatan

Bogor | Selasa, 03 Agustus 2021 | 12:09 WIB

Selain Covid-19, Kasus Leptospirosis Hantui Warga Karanganyar

Selain Covid-19, Kasus Leptospirosis Hantui Warga Karanganyar

Surakarta | Selasa, 03 Agustus 2021 | 11:09 WIB

Masih Rendahnya Prokes Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19

Masih Rendahnya Prokes Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19

Video | Selasa, 03 Agustus 2021 | 12:05 WIB

Pandemi COVID-19 Hambat Program Vaksinasi Penyakit Lain di Sejumlah Negara

Pandemi COVID-19 Hambat Program Vaksinasi Penyakit Lain di Sejumlah Negara

Video | Selasa, 03 Agustus 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×