Banyak Keluarga Kehilangan Tulang Punggung Ekonomi saat Pandemi Covid-19

Reza Gunadha | ABC | Suara.com

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 13:38 WIB
Banyak Keluarga Kehilangan Tulang Punggung Ekonomi saat Pandemi Covid-19
Foto udara warga berziarah di dekat pusara keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). [Antara/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Wabah covid-19 yang melanda banyak negara dunia termasuk Indonesia, turut merenggut orang-orang yang tergolong usia produktif.

Hal itu membuat semakin banyak keluarga kehilangan anggotanya yang sering menjadi tulang punggung mencari nafkah.

Awal Agustus lalu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kenaikan kasus kematian terkait COVID di kalangan usia di bawah 60 tahun pada bulan Juli 2021.

Sudah hampir setengah dari total kematian akibat COVID di Indonesia adalah warga berusia produktif, menurut data dari Kementerian Kesehatan RI.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), yang dimaksud dengan usia produktif di Indonesia adalah warga yang berusia antara 15 sampai 64 tahun.

Hani Yuliandrasari, 42 tahun, seorang warga di Bandung, Jawa Barat, kehilangan suaminya Tulus Mugiyono yang usianya sama pada awal Juli lalu karena COVID-19.

"Dari awal gejala sampai suami saya meninggal itu 24 hari. Saya tidak menyangka akan sefatal ini, karena sebelum terinfeksi suami dalam keadaan bugar," kata Hani kepada wartawan ABC Indonesia, Sastra Wijaya.

Suami Hani yang juga seorang dokter hewan tidak divaksinasi karena memiliki kondisi kesehatan yang disebut  'imunocompromised', di mana sistem kekebalan tubuhnya tidak normal.

"Suami saya punya Grave disease yang terdiagnosis di Australia tahun 2015. Lalu berobat dan membaik, sampai terkena COVID," kata Hani yang menyelesaikan pendidikan doktoral di Australia.

Hani sekarang menjadi tenaga pengajar di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung, sementara mendiang suaminya memiliki klinik dokter hewan dan bisnis obat hewan.

"Suami dan saya sama-sama memiliki kontribusi dalam ekonomi keluarga. "Dengan meninggalnya suami saya tentu kami jadi lumpuh separuh."

"Dan saya harus ambil alih semua pemenuhan ekonomi keluarga," kata Hani.

Menurut Hani, setelah suaminya meninggal, ia langsung mencari tahu apakah suaminya memiliki utang, bagaimana kondisi bisnisnya, serta data pribadi di 'gadget' milik suaminya.

"Saya juga buta tentang bisnis suami, karena memang semasa hidup kami jarang sekali sharing tentang ini."

"Bidang kami berbeda jauh, saya dosen di bidang ilmu sosial dan pendidikan, sedangkan suami di kesehatan hewan," katanya.

"Kami juga tidak berbagi password hape dan laptop, karena komitmen kami saling mempercayai masing-masing."

Tapi Hani berhasil menemukan 'password' suaminya, sehingga ia bisa mencari tahu utang piutang terkait bisnis suaminya.

"Alhamdulillah ternyata tidak ada hutang besar yg harus saya selesaikan," kata Hani.

Bertahan dengan tabungan

Warga Bandung lainnya, Dyah Wirastuti, 56 tahun, adalah seorang sarjana psikologi yang memutuskan pensiun setahun lalu agar bisa lebih banyak berada di rumah mengurus keluarganya.

Suaminya, Doddy Abdul Karim, dosen jurusan olahraga di Institut Teknologi Bandung (ITB) meninggal bulan Desember 2020 karena COVID-19, meninggalkan Dyah dan dua orang anak mereka.

"Dampak ekonomi sangat terasa karena sejak saya pensiun saya tidak dapat penghasilan lagi setiap bulannya,' kata Dyah.

"Penghasilan hanya dari suami dan empat bulan dari kematiannya saya masih dapat gaji suami penuh dari instansinya."

"Setelah gaji setop, saya akan dapat pensiunan janda, tapi sampai hari ini uang pensiunnya belum turun."

"Jadi sekarang saya hidup dengan uang tabungan yang  masih tersisa."

Dyah mengatakan sebenarnya ia bisa saja kembali bekerja, tapi ia enggan untuk kembali terjun di dunia psikologi yang pernah digelutinya selama 25 tahun.

"Saya sebetulnya ingin punya usaha tapi, sampai saat ini belum terpikirkan mau usaha di bidang apa."

"Untuk saat ini kebutuhan untuk saya dan anak-anak masih bisa terpenuhi, walaupun saya harus banyak melakukan pengurangan," ujarnya.

"Tidak ada lagi asisten rumah tangga, semua pekerjaan rumah saya lakukan sendiri, mengurangi makan-makan atau membeli makanan dari restoran, mengurangi beli pakaian buat saya."

Kenali 'segitiga dasar keuangan'

Lina Yunita, seorang penasehat keuangan pribadi di Jakarta mengatakan pentingnya untuk membuat persiapan diri, terutama di saat pandemi saat semuanya tidak menentu.

"Kita tidak boleh jumawa menganggap akan hidup sampai tua. Karenanya kita  harus mempersiapkan kemungkinan terburuk," kata Lina.

Sebagai seorang penyintas kanker payudara, Lina mengatakan dari pengalaman pribadinya saat mengalami hal kritis ia pun sempat "terguncang".

"Saya saya yang sudah persiapan ini itu bisa terguncang, apalagi kalau tidak menyiapkan."

"Persiapan ini bisa dilakukan sedini mungkin, semuda mungkin. Bahkan sebelum berkeluarga," katanya.

Menurutnya, yang perlu diketahui oleh individu atau pun keluarga soal perekonomian rumah tangga adalah 'segitiga dasar keuangan'.

"Yang pertama pemenuhan kebutuhan pokok ... baru membuat dana darurat keluarga."

Menurutnya dana darurat yang bisa disiapkan nilainya setara dengan kebutuhan hidup setiap bulan untuk enam sampai 12 bulan.

Kemudian yang terakhir adalah asuransi jiwa, baik bagi pencari nafkah utama. 

Tapi ia menjelaskan 'life insurance' dalam bahasa Inggris lebih tepat diterjemahkan sebagai 'asuransi hidup', bukan asuransi jiwa seperti yang dikenal di Indonesia selama ini.

"Asuransi hidup yaitu agar yang ditinggalkan bisa hidup, dengan standar yang minimal sama atau lebih baik," kata Lina.

Hani setuju asuransi yang dimilikinya sangat membantu kehidupannya bersama dua anak remajanya, setelah ia kehilangan suaminya.

Ia juga mengatakan perlunya para istri untuk bisa memiliki juga penghasilan dalam rumah tangga.

"Untuk saya yang bekerja saja, sangat terasa bagaimana perubahan ekonomi keluarga dengan meninggalnya suami."

Sementara itu Dyah mengatakan andai saja ia bisa memutar kembali waktu, ada beberapa hal yang dilakukannya.

"Menabung, ikut asuransi kesehatan, mempersiapkan usaha untuk bekal pensiun," ujarnya.

"Untuk keluarga yang lain, kembangkan ketrampilan yang kita punya, yang bisa menunjang saat kita harus ditinggal oleh pasangan kita."

"Jangan gengsi untuk melakukan usaha-usaha yang bisa menambah penghasilan," kata Dyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Membuat Tanda Tangan di Word Pakai Microsoft Office Signature Line

Cara Membuat Tanda Tangan di Word Pakai Microsoft Office Signature Line

Bekaci | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 12:12 WIB

Vincent dan Desta Bangun Solidaritas Untuk Bantu Warga Terdampak Pandemi dan UMKM

Vincent dan Desta Bangun Solidaritas Untuk Bantu Warga Terdampak Pandemi dan UMKM

Lifestyle | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 12:05 WIB

Rayakan Ulang Tahun ke-10, Performa Bisnis tiket.com di Quartal 2 2021 Naik Drastis

Rayakan Ulang Tahun ke-10, Performa Bisnis tiket.com di Quartal 2 2021 Naik Drastis

Lifestyle | Kamis, 12 Agustus 2021 | 21:38 WIB

Cara Mengganti Background Zoom di HP Semua Merk, Samsung, Xiaomi, Oppo dan Vivo

Cara Mengganti Background Zoom di HP Semua Merk, Samsung, Xiaomi, Oppo dan Vivo

Bekaci | Kamis, 12 Agustus 2021 | 19:30 WIB

Dulu Sukses Mengendalikan, Kini Vietnam Masuki Krisis Pandemi Covid-19

Dulu Sukses Mengendalikan, Kini Vietnam Masuki Krisis Pandemi Covid-19

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 18:58 WIB

Anggaran Pakaian Dinas Bima Arya dan Dedie Jadi Sorotan, Nilainya Mencapai Rp 322 Juta

Anggaran Pakaian Dinas Bima Arya dan Dedie Jadi Sorotan, Nilainya Mencapai Rp 322 Juta

Bogor | Kamis, 12 Agustus 2021 | 18:46 WIB

Formappi: DPR Gagal Hadir Bantu Rakyat Hadapi Pandemi Covid-19

Formappi: DPR Gagal Hadir Bantu Rakyat Hadapi Pandemi Covid-19

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 17:50 WIB

Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 24.709, Pasien Sembuh Tambah 36.637

Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 24.709, Pasien Sembuh Tambah 36.637

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 17:28 WIB

Terkini

8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump

8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:38 WIB

Siap-siap! Mendagri Sebut Kebijakan WFH demi Hemat Energi Diumumkan Besok

Siap-siap! Mendagri Sebut Kebijakan WFH demi Hemat Energi Diumumkan Besok

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:31 WIB

Komnas HAM: Identitas Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Versi Polri dan TNI Sama, Hanya Beda Inisial

Komnas HAM: Identitas Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Versi Polri dan TNI Sama, Hanya Beda Inisial

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:30 WIB

Prajurit TNI Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon, Kodim Siapkan Upacara Militer

Prajurit TNI Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon, Kodim Siapkan Upacara Militer

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:18 WIB

Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?

Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:15 WIB

DPR Dorong Bebas, Kejagung: Nasib Amsal Sitepu di Tangan Hakim

DPR Dorong Bebas, Kejagung: Nasib Amsal Sitepu di Tangan Hakim

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:14 WIB

Sempat Dibuang Pelaku, Potongan Tangan dan Kaki korban Mutilasi Bekasi Ditemukan di Cariu Bogor

Sempat Dibuang Pelaku, Potongan Tangan dan Kaki korban Mutilasi Bekasi Ditemukan di Cariu Bogor

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:02 WIB

Apa Dampak Houthi Blokir Selat Bab Al Mandab di Tengah Perang Iran?

Apa Dampak Houthi Blokir Selat Bab Al Mandab di Tengah Perang Iran?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:54 WIB

Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon, Praka Farizal Akan Dimakamkan Secara Militer di Kulon Progo

Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon, Praka Farizal Akan Dimakamkan Secara Militer di Kulon Progo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:53 WIB

Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya soal Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya soal Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:53 WIB