Jarang jadi Isu Demonstrasi, Buruh KSBSI: Kaum Perempuan Bersuaralah!

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:56 WIB
Jarang jadi Isu Demonstrasi, Buruh KSBSI: Kaum Perempuan Bersuaralah!
Jarang jadi Isu Demonstrasi, Buruh KSBSI: Kaum Perempuan Bersuaralah! Ilustrasi buruh perempuan saat aksi unjuk rasa di peringatan Hari Perempuan Internasional. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Aksi unjuk rasa yang kerap berlangsung di Indonesia sangat jarang membawa isu tentang perempuan. Padahal, sebagian besar peserta aksi berasal dari sektor perepuan.

Demikian hal itu disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban dalam diskusi bertajuk "Pekerja Perempuan di Tengah Krisis dan Perubahan Teknologi" pada Selasa (24/8/2021). 

Dalam konteks ini, sebagian besar perempuan yang menjadi peserta aksi sangat jarang menyuarakan hal tersebut.

"Demonstrasi sangat jarang membawa isu perempuan, padahal pesertanya mayoritas perempuan muda yang senang ikut aksi, tapi sangat jarang mereka menyuarakan itu," kata Elly.

Ihwal isu perempuan yang jarang sekali disuaralan, lanjut Elly, hal itu berpengaruh besar. Kata dia, bagaimana isu tentang perempuan akan menyeruak ke permukaan jika perempuan sendiri jarang membicarakan -- apalagi menyuarakan.

"Tapi kembali lagi, memang orang tidak akan mendorong kalau kita juga tidak punya sesuatu yang ingin didorong," beber dia.

Meski demikian, Elly percaya dengan kehadiran perempuam di ruang publik, misalny menjadi juru bicara, maka pelan-pelan isu tentang perempuan bisa mengemuka. Singkatnya, pelan-pelan bisa membawa perubahan. 

"Tapi saya kira dengan kehadiran perempuan sebagai juru bicara atau decision maker, saya kira bisa pelan pelan membawa perubahan itu," jelas Elly.

Elly melanjutkan, isu terkait perempuan yang menjadi agenda penting serikat pekerja adalah menghentikan kekerasan gender di tempat kerja. Kata dia, jika perempuan tidak berbicara tentang dirinya sendiri, seolah-olah tidak ada masalah bagi sektor perempuan -- khususnya di dunia kerja.

baca juga

"Itu masih isu utama karena dengan tidak pernah mengeluhnya perempuan seolah-olah tidak ada masalah. Bahkan, kami sudah mendorong kampanye ini, bersuaralah, katakan apa yang terjadi," papar Elly.

Jika isu-isu tentang perempuan terus disembunyikan, maka hal itu akan membawa hal buruk. Bukan hanya untuk perempuan saja, melainkan berdampak besar bagi perjuangan serikat buruh. 

"Karena kalau menyembunyikan ini, ini akan membawa buruk bukan hanya kami tapi juga turunan kita, dan tidak akan pernah berhasil perjuangan serikat buruh," jelas dia.

Selanjutnya, kata Elly, pihaknya masih tetap mendorong soal jumlah kepemimpinan perempuan dalam serikat buruh. Sebab, saat ini dominasi laki-laki masih mengakar -- salah satunya di serikat pekerja.

"Karena yang selama ini muncul, yang mendominasi pertemuan itu adalah laki - laki, mereka yang selalu bicara," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Afghanistan Minta Kepastian Untuk Dievakuasi: Dokumen Saya Sudah Lengkap

Warga Afghanistan Minta Kepastian Untuk Dievakuasi: Dokumen Saya Sudah Lengkap

Bogor | Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:18 WIB

Tuntut Kejelasan Nasib, Pengungsi Afghanistan Demo di Kantor UNHCR

Tuntut Kejelasan Nasib, Pengungsi Afghanistan Demo di Kantor UNHCR

Foto | Selasa, 24 Agustus 2021 | 14:37 WIB

Kunjungi Purbalingga, Kapolda Jateng Minta Buruh Taat Prokes Meski Sudah Divaksin

Kunjungi Purbalingga, Kapolda Jateng Minta Buruh Taat Prokes Meski Sudah Divaksin

Jawa Tengah | Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:10 WIB

Buruh Se-Soloraya Jalani Vaksinasi Covid-19, Kapolri: Bertahap Akan Terus Kami Tambah

Buruh Se-Soloraya Jalani Vaksinasi Covid-19, Kapolri: Bertahap Akan Terus Kami Tambah

Surakarta | Minggu, 22 Agustus 2021 | 14:18 WIB

Terkini

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:33 WIB

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:29 WIB

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:28 WIB

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:21 WIB

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:19 WIB

Jangan Sepelekan! Ini Arti Mata Kanan Kedutan Menurut Medis dan Primbon Jawa

Jangan Sepelekan! Ini Arti Mata Kanan Kedutan Menurut Medis dan Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 11:16 WIB

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:16 WIB

×