Kemendagri Minta Pemda Atensi Penyesuaian Budaya Kerja

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 02 September 2021 | 17:15 WIB
Kemendagri Minta Pemda Atensi Penyesuaian Budaya Kerja
Dirjen Bina Keuda Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto. (Dok: Kemendagri)

Suara.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah (Pemda) memberikan atensi atau perhatian khusus pada penyesuaian budaya kerja atau occupational culture dan berfokus pada budaya kerja baru. Terlebih lagi, pandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya berbagai keterbatasan dalam bekerja secara tatap muka.

Untuk itu, dengan ditunjang oleh perkembangan era digitalisasi, maka pertemuan secara digital menjadi sangat penting, sebagai solusi akibat terbatasnya ruang gerak dan pertemuan tatap muka. Hal ini pula yang menjadi salah satu poin krusial dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2022, di mana Pemda dituntut untuk beradaptasi dengan budaya kerja baru.

“Kami sangat berharap, Pemda bisa memberikan semacam atensi. Selain (mengacu pada) Permendagri yang ada, dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2022 juga menyesuaikan hal-hal yang bersifat penyesuaian terhadap kebijakan kerja,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto dalam keterangan persnya secara virtual, Kamis (2/9/2021).

Diketahui, sebelumnya telah dikeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2022, serta Surat Edaran (SE) dengan Nomor 910/4350/SJ tanggal 16 Agustus 2021 tentang Kebijakan Dalam Penyusunan APBD TA 2022, yang ditujukan kepada gubernur, bupati/walikota di seluruh Indonesia, sebagai respons atas arahan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna tanggal 9 Agustus 2021 lalu.

Dalam poin kedua SE tersebut dijelaskan, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota agar mengubah budaya kerja/occupational culture dan fokus pada budaya kerja baru, seperti melaksanakan kerja digital dalam pertemuan/rapat, mengurangi belanja yang tidak efisien dan mengalihkannya kepada belanja yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kita ketahui bersama pendemi Covid ini mengubah budaya kerja, yang tadinya mungkin bekerja secara tatap muka, sekarang harus digital, yang tadinya dengan kertas, mungkin sekarang tanpa kertas atau paperless, peran teknologi sudah sebagai bagian yang harus kita libatkan, karena di sana pasti akan lahir sebuah efisiensi dan mudah-mudahan juga efektivitas. Memang perlu waktu dan penyesuaian, lagi-lagi hal tersebut tidak bisa kita hindari,” ujar Ardian.

Ia juga membeberkan data belanja kertas dan toner yang dialokasikan dalam APBD Tahun Anggaran 2021 se-Indonesia. Untuk belanja kertas, total anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yaitu sebesar Rp811,33 miliar atau setara dengan 13,06 juta rim kertas. Sedangkan untuk pembelian toner atau tinta printer total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp567,69 miliar atau setara dengan 1,6 juta paket toner. Dengan rincian, belanja kertas di tingkat provinsi sebesar Rp102,29 miliar dan belanja kertas di tingkat kabupaten/kota sebesar Rp709,04 miliar; serta belanja toner di tingkat provinsi sebesar Rp101,55 miliar dan di tingkat kabupaten/kota sebesar Rp466,14 miliar.

“Ini angka yang cukup besar, jadi kalau nanti sudah paperless, teknologi sudah menjadi bagian dari budaya kerja, tentu alokasi ini akan menyesuaikan. Dengan adanya teknologi seharusnya belanja yang bersifat konsumtif seperti yang ada dalam data bisa semakin kita rasionalkan,” imbuh Ardian.

Ardian juga menyoroti anggaran perjalanan dinas yang dilakukan pemerintah daerah se-Indonesia. Ia menekankan, kebanyakan substansi utama dari perjalanan dinas adalah untuk koordinasi dan konsultasi. Dengan adanya pandemi Covid-19, mengajarkan budaya kerja baru tatap muka dengan penerapan teknologi seperti aplikasi Zoom Meeting. Meski demikian, ia juga memahami, terdapat pula perjalanan dinas yang dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi dan fakta-fakta yang ada di lapangan.

baca juga

“Namun kalau sebuah substansi perjalanan dinas sebatas kepada koordinasi dan konsultasi, pandemi mengajarkan zoom meeting,” ujarnya.

Pihaknya mencatat, dalam APBD Tahun Anggaran 2021, total anggaran perjalan dinas yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi se-Indonesia yaitu sebesar Rp9,4 triliun. Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten/Kota, total anggaran yang dialokasikan untuk perjalanan dinas yakni sebesar Rp28,7 triliun.

Menurut Ardian, semakin besar wilayah administrasi suatu pemerintah daerah kabupaten/kota, maka berdampak kepada anggaran perjalanan dinasnya. Begitu juga dengan semakin ekstrem kondisi geografis suatu daerah, maka akan berdampak pula kepada anggaran perjalanan dinas yang dikeluarkan.

“Angka ini bisa dikatakan cukup besar ya, nah harapan kami dengan budaya kerja baru melalui zoom meeting bisa memberikan semacam efisiensi di dalam belanja,” tukas Ardian.

Dengan adanya penyesuaian kerja atau budaya kerja baru, diharapkan dapat berjalan linear dengan penyesuaian pengganggaran belanja dalam APBD, sehingga lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, APBD Tahun 2022 dapat diarahkan pada pengurangan belanja yang tidak efisien, dan mengalihkannya kepada belanja yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Covid-19 Pelajar di Puspemkot Tangerang Timbulkan Kerumunan

Vaksinasi Covid-19 Pelajar di Puspemkot Tangerang Timbulkan Kerumunan

Foto | Kamis, 02 September 2021 | 15:58 WIB

Cerita Warga Pinggiran Depok Selama PPKM, Usaha Bangkrut dan Tidak Pernah Dapat Bansos

Cerita Warga Pinggiran Depok Selama PPKM, Usaha Bangkrut dan Tidak Pernah Dapat Bansos

Bogor | Kamis, 02 September 2021 | 15:56 WIB

Satgas Covid-19 Minta Posko PPKM Aktif Pindahkan Pasien Isoman ke Isolasi Terpusat

Satgas Covid-19 Minta Posko PPKM Aktif Pindahkan Pasien Isoman ke Isolasi Terpusat

News | Kamis, 02 September 2021 | 15:53 WIB

Meski Kasus Alami Tren Penurunan, Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Jangan Lengah

Meski Kasus Alami Tren Penurunan, Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Jangan Lengah

Health | Kamis, 02 September 2021 | 15:51 WIB

Gubernur Riau Syamsuar: Warga Sekarang Antusias Ikut Vaksinasi, Kita Harus Maksimalkan

Gubernur Riau Syamsuar: Warga Sekarang Antusias Ikut Vaksinasi, Kita Harus Maksimalkan

wawancara | Kamis, 02 September 2021 | 15:35 WIB

Sumatera Utara Bebas dari Zona Merah Covid-19

Sumatera Utara Bebas dari Zona Merah Covid-19

Sumut | Kamis, 02 September 2021 | 15:33 WIB

Terkini

KPK Sita Rp 800 Juta yang Dikembalikan Hercules, Diduga Terkait Pengelolaan Lahan Summarecon

KPK Sita Rp 800 Juta yang Dikembalikan Hercules, Diduga Terkait Pengelolaan Lahan Summarecon

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Syariah Card Bank Mega Syariah Tumbuh 73,06 Persen, Dukung Gaya Hidup Halal

Syariah Card Bank Mega Syariah Tumbuh 73,06 Persen, Dukung Gaya Hidup Halal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Jebakan Halusinasi Kemenangan, Mengapa Judi Online Bikin Orang Ketagihan?

Jebakan Halusinasi Kemenangan, Mengapa Judi Online Bikin Orang Ketagihan?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Masih di Atas 97 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Masih di Atas 97 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Keistimewaan Weton Jumat Legi: Neptu 11, Watak, dan Limpahan Rezeki Menurut Primbon Jawa

Keistimewaan Weton Jumat Legi: Neptu 11, Watak, dan Limpahan Rezeki Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Diperkirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Diperkirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:30 WIB

×