Meski Kasus Alami Tren Penurunan, Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Jangan Lengah

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 02 September 2021 | 15:51 WIB
Meski Kasus Alami Tren Penurunan, Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Jangan Lengah
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Suara.com - Kasus Covid-19 harian di Indonesia mengalami tren penurunan selama beberapa hari belakangan. Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Brigjen TNI (P) dr. Alexander Kaliaga Ginting, Sp.P, F.C.C.P., meminta masyarakat untuk tidak lengah dan melonggarkan kewaspadan. 

"Termasuk dari isolasi mandiri, karena tidak bergejala, dan tidak ada maalsh tapi PCR positif itu tidak boleh diangagap enteang," ujar Alexander dalam konferensi pers, Strategi Isolasi Terpusat Minimalisir Fatalitas Akibat Covid-19,secara daring. 

Hal ini karena varian baru dari virus corona memberikan gejala dan tanda yang berbeda. Beberapa mengalami masalah indera penciuman, sementara yang lainnya, mengalami masalah pencernaan dan diabetes. Tapi, salah satu yang palling khas, lanjut Alexander ialah gejala respirasi yang merupakan tanda klasik. 

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

"Walaupun positif tapi gejalnya tidak khas, jika mereka yang isolasi mandiri, tapi tidak memadai, khawatirnya isolasi ini justru menimbulkan klaster keluarga," kata Alexander. 

Ia melanjutkan bahwa kondisi itu membuat seseorang yang terinfeksi bisa saja mulanya ringan dan mengalami perburukan. Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk bisa mengakses tempat isolasi terpusat.

"Karena kalau di rumah berpotensi klaster, kita meyelamatjan diri dan menyelamatkan orang yang kita sayangi, bahkan dalam situasi PPKM kalau bergejala dan berpotensi menularkan lebih baik tidak masuk kantor. Jadi mereka yang bergejala dan kontak erat, harus ada di rumah atau terpusat," kata dia. 

Minggu ini, perkembangan Penanganan Covid-19 di tingkat nasional menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari hasil PPKM di Jawa-Bali yang menunjukkan bahwa berbagai daerah berhasil menurunkan level PPKM nya. Menurunnya level PPKM ditunjukkan salah satunya oleh rata-rata keterisian tempat tidur RS nasional yang mencapai 27 persen.

Namun, persentase kematian di Indonesia masih konsisten berada di atas persentase kematian dunia sejak Juli 2020. Per tanggal 29 Agustus, persentase kematian Indonesia berada pada 3,24%, sedangkan dunia sebesar 2,08%. Per Senin, 30 Agustus 2021, angka kematian per harinya sekitar 700 kasus.

Meski kualitas pelayanan kesehatan sudah ditingkatkan, namun kematian tetap belum dapat ditekan. Hal ini dapat terjadi karena penanganan terhadap warga terpapar COVID-19 belum dilakukan dengan sigap dan cepat, atau masih adanya warga yang melakukan isolasi mandiri dan terlambat medapatkan perawatan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Riau Syamsuar: Warga Sekarang Antusias Ikut Vaksinasi, Kita Harus Maksimalkan

Gubernur Riau Syamsuar: Warga Sekarang Antusias Ikut Vaksinasi, Kita Harus Maksimalkan

wawancara | Kamis, 02 September 2021 | 15:35 WIB

Sumatera Utara Bebas dari Zona Merah Covid-19

Sumatera Utara Bebas dari Zona Merah Covid-19

Sumut | Kamis, 02 September 2021 | 15:33 WIB

WHO Awasi Persebaran Covid-19 yang Berevolusi Jadi Varian Mu di Amerika Latin

WHO Awasi Persebaran Covid-19 yang Berevolusi Jadi Varian Mu di Amerika Latin

Jatim | Kamis, 02 September 2021 | 15:19 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×