Penyerangan di Auckland, Pria Ini Selamatkan Korban Pakai Bungkus Popok

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 04 September 2021 | 13:08 WIB
Penyerangan di Auckland, Pria Ini Selamatkan Korban Pakai Bungkus Popok
Ilustrasi garis polisi. (Shutterstocks)

Suara.com - Seorang pria menyelamatkan korban penyerangan di sebuah supermarket di Selandia Baru menggunakan popok dan sempat menakut-nakuti pelaku menggunakan sebilah tongkat.

Menyadur The Sun Sabtu (4/9/2021), Amit Nand, seorang pengunjung pusat perbelanjaan LynnMall di Auckland, mengaku ia menghadapi pelaku penyerangan yang dilaporkan terinspirasi oleh ISIS.

Amit Nand sempat mengancam pelaku penyerangan untuk menjatuhkan senjatanya menggunakan sebilah tongkat yang ia dapatkan dari pelanggan lain.

"Banyak orang berlari ke arah saya dengan mengatakan lari, lari saja dari gedung," buka Amit Nand kepada The Project.

"Lalu saya melihat seorang wanita tergeletak di lantai bersimbah berdarah dan dia meminta tolong," sambungnya.

Amit Nand belum menyadari jika terjadi penyerangan ketika ia melihat korban di depan matanya. Namun ia akhirnya memberanikan diri untuk menolong korban.

"Saya berkata pada diri sendiri Saya harus melakukan sesuatu, dan kemudian saya melihat pria dengan pisau itu," ujarnya.

"Dia membawa pisau besar dan dia hanya mengatakan 'Allahu' dan dia sudah menikam dua orang lainnya." ungkap Amit Nand.

Amit mengatakan seorang pembeli memberinya sebilah tongkat dan menyuruhnya untuk mengancam pelaku agar meletakkan senjatanya.

baca juga

"Seorang pria datang di depan saya dan dia adalah seorang polisi. Ia mengatakan kepada saya untuk mundur," lanjutnya.

"Saya melangkah mundur satu meter dan kemudian saya dengar lima tembakan dan dia sudah tergeletak di lantai. Melihatnya, saya tahu dia ingin membunuh orang." sambungnya.

Enam orang terluka dalam serangan pada hari Jumat (3/9/2021) pukul 14.40 waktu setempat. Tiga dalam kondisi kritis setelah menderita luka di bagian leher dan dada.

Amit juga mengungkapkan ketika ia mencoba menyelamatkan korban menggunakan handuk dan bungkus popok agar tidak kehabisan darah.

"Seorang wanita menderita luka parah di bagian kepalanya, jadi saya harus meletakkan sesuatu di atasnya karena dia tidak mau bangun," katanya.

Saksi lain yang ada di tempat kejadian mengungkapkan jika senjata yang dipakai seukuran lengannya. "Itu sangat menakutkan, seperti pedang mini." ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berperang Sejak 2015, Taliban Tidak Berhubungan Baik Dengan ISIS

Berperang Sejak 2015, Taliban Tidak Berhubungan Baik Dengan ISIS

News | Jum'at, 03 September 2021 | 20:22 WIB

Kemlu Belum Dapat Info Kelompok Teroris di Indonesia Punya Keterkaitan dengan Taliban

Kemlu Belum Dapat Info Kelompok Teroris di Indonesia Punya Keterkaitan dengan Taliban

News | Jum'at, 03 September 2021 | 18:30 WIB

Terinspirasi ISIS, Pria di Selandia Baru Ditembak Mati Setelah Tikam 6 Orang

Terinspirasi ISIS, Pria di Selandia Baru Ditembak Mati Setelah Tikam 6 Orang

News | Jum'at, 03 September 2021 | 21:00 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×