Taliban Hadang Pesawat Pengangkut Ratusan Pengungsi saat Lepas Landas

Dythia Novianty

Senin, 06 September 2021 | 05:38 WIB
Taliban Hadang Pesawat Pengangkut Ratusan Pengungsi saat Lepas Landas
Ilustrasi ratusan warga Afghanistan memenuhi ruangan dalam pesawat C-17 Globemaster III milik AU AS. (ANTARA/Courtesy of Defense One/HO via Reuters)

Suara.com - Taliban memblokir lepas landas pesawat yang disewa untuk mengevakuasi ratusan orang yang berusaha melarikan diri dari Afghanistan.

"Kami memiliki enam pesawat di Bandara Mazar Sharif, enam pesawat dengan warga Amerika saat saya berbicara, juga dengan penerjemah ini, dan Taliban menyandera mereka untuk tuntutan sekarang," kata Perwakilan Michael McCaul dari Texas mengatakan kepada pembawa acara Fox News Sunday, Chris Wallace.

"Negara telah membersihkan penerbangan ini dan Taliban tidak akan membiarkan mereka meninggalkan bandara," jelasnya dilansir dari Dailymail, Senin (6/9/2021).

Bandara yang dimaksud berjarak lebih dari 260 mil dari Bandara Internasional Hamid Karzai di ibu kota Kabul.

Lokasi ini merupakan tempat penerbangan militer mengevakuasi ribuan orang Amerika dan sekutu dari negara itu di tengah pengambilalihan Taliban.

Senator Ted Cruz, yang bertugas di Komite Hubungan Luar Negeri, tampaknya lebih lanjut membuktikan klaim itu melalui cuitan di akun Twitternya, Minggu (5/9/2021).

"Joe Biden meninggalkan orang Amerika di Afghanistan. Anggota Kongres, termasuk saya dan kantor saya, telah bekerja sepanjang waktu untuk mengeluarkan mereka -- dan selama berhari-hari Departemen Luar Negeri Biden bahkan tidak bisa keluar dengan caranya sendiri," tulis senator Texas itu.

Pernyataan ini disanggah McCaul, Republikan teratas di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, mengatakan bahwa sejak penarikan total pasukan AS dari Afghanistan, tidak ada orang Amerika yang dievakuasi dari negara itu.

"Sejak kami meninggalkan negara itu pada hari Jumat, berapa banyak orang Amerika yang keluar dari Afghanistan?" tanya Wallace.

"Nol. Maaf, jawaban atas pertanyaan Anda adalah nol," balas McCaul.

baca juga

Sementara itu, seorang pejabat Afghanistan di bandara di kota Mazar-e-Sharif Afghanistan utara mengatakan bahwa calon penumpang adalah orang Afghanistan, banyak dari mereka tidak memiliki paspor atau visa, dan dengan demikian tidak dapat meninggalkan negara itu.

McCaul mengatakan, kelompok di pesawat itu termasuk orang Amerika. Menurutnya, mereka duduk di pesawat, tetapi Taliban tidak membiarkan mereka lepas landas, secara efektif 'menahan mereka sebagai sandera.'

Anggota Kongres dari Partai Republik itu tidak mengatakan dari mana informasi itu berasal.

McCaul mengatakan kepada 'Fox News Sunday' bahwa warga Amerika dan penerjemah Afghanistan ditahan di enam pesawat.

"Taliban tidak akan membiarkan mereka meninggalkan bandara. dikhawatirkan mereka akan menuntut lebih dan lebih, apakah itu uang tunai atau legitimasi sebagai pemerintah Afghanistan," katanya.

Pejabat Afghanistan, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas subjek, mengatakan itu adalah empat pesawat.

Menurutnya, para penumpang menginap di hotel sementara pihak berwenang mencari tahu apakah mereka mungkin dapat meninggalkan negara itu.

Hal yang mengganjal, katanya, adalah banyak yang tidak memiliki surat perjalanan yang benar.

Warga Mazar-e-Sharif juga mengatakan para penumpang tidak lagi berada di bandara. Setidaknya 10 keluarga terlihat di sebuah hotel lokal menunggu, kata mereka, untuk keputusan tentang nasib mereka.

Tak satu pun dari mereka memiliki paspor atau visa tetapi mengatakan mereka telah bekerja untuk perusahaan yang bersekutu dengan militer AS atau Jerman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Kepala BNPT Soroti Pimpinan Parpol Minta Pemerintah Dukung Taliban

Eks Kepala BNPT Soroti Pimpinan Parpol Minta Pemerintah Dukung Taliban

News | Minggu, 05 September 2021 | 12:59 WIB

Kuasai Afghanistan, Buya Syafii Maarif Sebut Taliban Bawa Keping Neraka

Kuasai Afghanistan, Buya Syafii Maarif Sebut Taliban Bawa Keping Neraka

Riau | Minggu, 05 September 2021 | 11:13 WIB

Pesan Buya Maarif: Jangan Mudah Percaya, Indonesia Harus Waspada Taliban

Pesan Buya Maarif: Jangan Mudah Percaya, Indonesia Harus Waspada Taliban

Sumsel | Sabtu, 04 September 2021 | 19:38 WIB

Dari Aceh hingga Arab, Pengalaman 5 Perempuan Hidup di Bawah Hukum Islam

Dari Aceh hingga Arab, Pengalaman 5 Perempuan Hidup di Bawah Hukum Islam

News | Sabtu, 04 September 2021 | 16:16 WIB

Sejak Taliban Kembali Berkuasa, Burqa Terjual Laris Manis di Afghanistan

Sejak Taliban Kembali Berkuasa, Burqa Terjual Laris Manis di Afghanistan

News | Sabtu, 04 September 2021 | 11:56 WIB

Pemerintahan Afganistan Segera Diumumkan, Berikut Pemimpinnya

Pemerintahan Afganistan Segera Diumumkan, Berikut Pemimpinnya

Sumsel | Sabtu, 04 September 2021 | 06:10 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×