Ricuh saat Geruduk DPRD, Demo Dukung Interpelasi Anies Dibubarkan Polisi

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 06 September 2021 | 14:39 WIB
Ricuh saat Geruduk DPRD, Demo Dukung Interpelasi Anies Dibubarkan Polisi
Ricuh saat Geruduk DPRD, Demo Dukung Interpelasi Anies Dibubarkan Polisi. Para pendemo dukung Interpelasi Gubernur Anies Baswedan di kantor DPRD DKI dibubarkan aparat. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Dua kelompok massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat untuk Keadilan (Formula) dan Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB) menggelar aksi unjuk rasa mendukung interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/9/2021).

Aksi dimulai sekitar pukul 12.30 WIB dengan orasi dari perwakilan massa aksi. Mereka menyatakan dukungannya agar Anies segera dipanggil untuk menjelaskan rencana menggelar ajang balap mobil listrik, Formula E.

"Anies telah menghamburkan uang rakyat. Kami cuma minta kembalikan uang rakyat dan adili Anies dan antek-anteknya," ujar Neti Manurung, salah satu peserta aksi di lokasi.

Para peserta aksi menggunakan atribut seperti ikat kepala warna merah-putih dan membawa mobil lengkap dengan pengeras suara. Mereka juga membawa poster bergambar Anies dan bertuliskan dukungan terhadap interpelasi.

Para pendemo dukung Interpelasi Gubernur Anies Baswedan di kantor DPRD DKI dibubarkan aparat. (Suara.com/Fakhri)
Para pendemo dukung Interpelasi Gubernur Anies Baswedan di kantor DPRD DKI dibubarkan aparat. (Suara.com/Fakhri)

Tak lama orasi dilakukan, kepolisian yang sudah berjaga meminta unjuk rasa ini bubar. Sebab, kegiatan tersebut dianggap tidak memiliki izin dan hanya membuat kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

"Matikan saja bu, ini kerumunan, ini enggak boleh, tidak ada izinnya," kata seorang anggota kepolisian.

Massa aksi tidak langsung membubarkan diri begitu saja. Mereka sempat melawan dan ngotot masih ingin meneruskan aksi unjuk rasa.

Petugas kepolisian pun terlibat adu mulut dengan para pendemo. Karena masih ngotot ingin melanjutkan, akhirnya pengeras suara untuk orasi dimatikan.

Namun mereka masih juga ingin melanjutkan aksi dengan alasan membela uang rakyat.

baca juga
Para pendemo dukung Interpelasi Gubernur Anies Baswedan di kantor DPRD DKI dibubarkan aparat. (Suara.com/Fakhri)
Para pendemo dukung Interpelasi Gubernur Anies Baswedan di kantor DPRD DKI dibubarkan aparat. (Suara.com/Fakhri)

"Anggaran Formula E dari uang rakyat. Kita sekarang cuma mengawal uang rakyat," kata salah satu massa aksi.

Karena tak kunjung membubarkan diri, petugas membawa masuk salah satu massa aksi ke dalam mobil tahanan. Temannya yang lain pun membela dan menyatakan ingin ikut menemani jika ada yang diamankan.

"Kalau satu masuk, semua masuk (mobil tahanan). Kita kawal semuanya," teriak rekan peserta aksi yang dibawa.

Tak lama kemudian, massa aksi memilih untuk membubarkan diri dengan syarat melakukan audiensi bersama DPRD. Akhirnya tidak ada massa yang diamankan dan perwakilan massa aksi masuk ke gedung DPRD.

Diketahui, fraksi PSI dan PDIP sudah mengajukan pengguliran hak interpelasi untuk memanggil Anies agar menjelaskan soal rencana mengadakan ajang balap mobil listrik Formula E. Jumlah anggota yang mengajukan adalah 25 orang dari dua fraksi tersebut.

Sementara 73 anggota sisanya dari tujuh fraksi menolak interpelasi ini. Mereka bahkan sudah dikumpulkan Anies di rumah dinasnya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Jika nantinya interpelasi dilakukan, maka ada syarat minimal kehadiran dalam rapat paripurna atau kuorum sebanyak setengah dari total anggota. Pihak PDIP masih melakukan lobi untuk menambah jumlah anggota dewan yang mendukung interpelasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anti Mainstream, Warganet Bergaya di JPO Difotokan Anies Baswedan

Anti Mainstream, Warganet Bergaya di JPO Difotokan Anies Baswedan

Tekno | Senin, 06 September 2021 | 07:25 WIB

Persija Vs PSS Sleman, Anies Imbau Jakmania Nonton Dari Rumah

Persija Vs PSS Sleman, Anies Imbau Jakmania Nonton Dari Rumah

Jakarta | Minggu, 05 September 2021 | 21:23 WIB

Sudah 5 Hari Sekolah Tatap Muka, Anies: Belum Ada Temuan Kasus Penyebaran Covid-19

Sudah 5 Hari Sekolah Tatap Muka, Anies: Belum Ada Temuan Kasus Penyebaran Covid-19

News | Sabtu, 04 September 2021 | 16:08 WIB

15 Persen Anak Usia 12-18 Tahun Belum Divaksin, Anies: Belum Diizinkan Orangtua

15 Persen Anak Usia 12-18 Tahun Belum Divaksin, Anies: Belum Diizinkan Orangtua

News | Sabtu, 04 September 2021 | 14:10 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×