Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran

Muhammad Yasir | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 15:09 WIB
Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. [Suara.com/Hiskia]
  • PDIP mengkritik Badan Gizi Nasional karena membeli puluhan ribu motor listrik untuk operasional.
  • Hasto menyarankan pemerintah mengadopsi model ekonomi berbagi guna memberdayakan kendaraan milik masyarakat untuk distribusi makanan bergizi.
  • Kebijakan pengadaan aset dianggap tidak sejalan dengan visi kemandirian industri nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Suara.com - Langkah Badan Gizi Nasional (BGN) membeli puluhan ribu unit sepeda motor listrik untuk operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu kritik pedas dari PDI Perjuangan (PDIP).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P, Hasto Kristiyanto, menilai kebijakan tersebut tidak tepat momentum dan justru mengabaikan potensi ekonomi rakyat.

Hasto menegaskan, sebagai lembaga yang membawa nama "rakyat", BGN seharusnya merangkul kekuatan ekonomi masyarakat yang sudah ada ketimbang membebani APBN dengan pengadaan aset baru berskala besar.

"Ya sebenarnya sesuai dengan namanya Badan Gizi Nasional, harusnya merangkul seluruh elemen-elemen kekuatan rakyat sehingga nggak perlu untuk mengadakan pembelian-pembelian motor," ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (9/4/2026).

Saran Model Bisnis ala Gojek

Politisi asal Yogyakarta ini lalu menyarankan agar BGN mengadopsi model ekonomi berbagi (sharing economy) layaknya platform digital yang telah mapan di Indonesia.

Alih-alih membeli motor, pemerintah bisa mengintegrasikan kendaraan milik warga untuk mendistribusikan logistik makanan bergizi.

"Kita harus belajar misalnya dari Gojek, dia kan punya kemampuan mengintegrasikan antara rakyat yang punya alat produksi berupa motor yang diintegrasikan melalui platform sosial," ujar Hasto.

Hasto juga menyoroti adanya kontradiksi tajam antara rencana teknis BGN dengan visi kemandirian industri nasional yang sering didengungkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia bahkan mengaku heran mengapa di saat Presiden bicara kemandirian, justru muncul kebijakan impor kendaraan besar-besaran untuk program MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih.

"Ini kan tidak senafas dengan visi, misi, dan tekad dari Presiden Prabowo yang ingin membangun kemandirian industri nasional kita," tuturnya.

Lebih lanjut, Hasto pun menyindir jajaran di bawah Presiden yang dianggap gagal menerjemahkan keinginan sang kepala negara.

"Tetapi kemudian ada keputusan di korporasi melakukan impor besar-besaran. Artinya kan mereka tidak memahami visi dari Presiden itu, ya," imbuhnya.

PDIP sebagai kekuatan penyeimbang politik nasional, kata Hasto, mengingatkan pemerintah untuk kembali pada skala prioritas. Ia juga meminta pemerintah lebih fokus pada efektivitas distribusi makanan di daerah tertinggal ketimbang sibuk dengan urusan pengadaan kendaraan yang dinilai tidak mendesak.

"Daripada melakukan pengadaan-pengadaan yang situasinya tidak pas, lebih baik kemudian melakukan evaluasi agar makan bergizi gratis betul-betul berguna bagi kepentingan rakyat dan diprioritaskan itu di daerah-daerah tertinggal," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Motor Fantastis BGN vs Gaji Guru: Skala Prioritas atau Cuma Mau Flexing Fasilitas?

Motor Fantastis BGN vs Gaji Guru: Skala Prioritas atau Cuma Mau Flexing Fasilitas?

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 14:13 WIB

Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!

Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!

News | Kamis, 09 April 2026 | 13:48 WIB

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:38 WIB

Terkini

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:06 WIB

AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten

AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:00 WIB

Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?

Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:00 WIB

DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS

DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:54 WIB

Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!

Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:51 WIB

Menaker Lapor Ada 1.590 Aduan THR 2026, DKI Jakarta dan Jabar Terbanyak

Menaker Lapor Ada 1.590 Aduan THR 2026, DKI Jakarta dan Jabar Terbanyak

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB

Eks Dirut Inhutani V Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Suap Hutan Lampung, Rubicon Dirampas Negara

Eks Dirut Inhutani V Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Suap Hutan Lampung, Rubicon Dirampas Negara

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:47 WIB

Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun

Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:44 WIB

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:36 WIB

Vonis 8 Tahun Cuma Jalan 4 Tahun, Doni Salmanan Eks Crazy Rich Resmi Bebas Bersyarat!

Vonis 8 Tahun Cuma Jalan 4 Tahun, Doni Salmanan Eks Crazy Rich Resmi Bebas Bersyarat!

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:33 WIB