OPM Beri Peringatan Keras ke Jokowi, Pakar: Harus Segera Direspon

Erick Tanjung, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 06 September 2021 | 23:03 WIB
OPM Beri Peringatan Keras ke Jokowi, Pakar: Harus Segera Direspon
Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM)

Suara.com - Pengamat Politik dari Center For Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa meminta pemerintah segera merespon peringatan keras dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPBOPM kepada pemerintah Indonesia. Menurutnya jika tidak segera direspon, dikhawatirkan akan muncul masalah-masalah baru di Papua.

"Pemerintah harus mengambil perannya di sini sekalipun dalam kondisi pandemi fokus pada pemulihan ekonomi dan kesehatan. Tapi dari sisi aspek sosiologis jangan ditinggalkan karena berpotensi akan menimbulkan masalah-masalah sosial yang baru," ujar Herry saat dihubungi Suara.com, Senin (6/9/2021).

Pernyataan Herry menanggapi peringatan keras dari TPNPB-OPM kepada pemerintah Indonesia. Mereka meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan operasi militer di Kabupaten Maybrat, Papua Barat usai tewasnya 4 prajurit TNI.

"Masalah sosial yang baru ini bisa terjadi disintegrasi, potensi melebar kepada konflik sosial sehingga harus
diselesaikan masalah hak aasasi manusia dan itu urgensi harus karena ada menterinya. Menteri kan sudah punya tupoksi masing-masing dan itu harus diberdayakan," tutur dia.

Karena itu, Herry meminta Presiden Jokowi segera merespon permasalah HAM di Papua dengan memerintahkan jajaran terkait.

"Pak presiden harus cepat respon karena jangan sampai tadi bahwa muncul masalah-masalah baru trouble trouble baru di aspek sosiologis lainnya," kata Herry.

Tak hanya itu, Herry menilai pemerintah lupa dengan permasalahan HAM di Papua. Ia menyebut pemerintah saat
ini hanya fokus pada penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

"Artinya pemerintah sedang tidak fokus dengan beberapa aspek sosiologis yang harus mereka pertimbangkan," ucapnya.

Menurutnya permasalahan HAM di Papua juga harus diprioritaskan pemerintah di tengah pandemi, tidak hanya ekonomi dan kesehatan saja. Sehingga persoalan hak asasi manusia tak terbengkalai.

baca juga

Sebelumnya, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, aparat keamanan Indonesia melakukan operasi militer masif di wilayah Maybrat pasca 4 prajurit TNI terbunuh oleh pasukan OPM.

"Oleh karena itu kami dengan tegas menyampaikan kepada pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo agar segera hentikan operasi militer dan duduk dengan kami di meja perundingan," kata Sebby dalam keterangannya, Senin (6/9).

Sebby menyampaikan, perang akan tetap terjadi di wilayah Papua khususnya Papua Barat hingga dinyatakan merdeka. Menurutnya, perang merupakan bentuk pembebasan nasional Papua Barat.

Selain itu, Sebby mengklaim, pada 4 September kemarin pihaknya menerima laporan yang menyebut masyarakat yang tinggal di distrik-distrik wilayah Maybrat terpaksa mengungsi ke hutan-hutan.

"Oleh karena itu kami minta perhatian semua pihak baik pekerja HAM, gereja, masyarakat internasional, dan PBB. Karena Indonesia selalu melakukan operesi militer selalu dengan brutal dan bengis. Masyarkat sipil menjadi korban penangkapan sewenang-wenang, pembunuhan di luar prosedur hukum ini sedang terjadi dan akan terjadi," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Minta Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Lima Daerah Penyelenggaran PON Papua

Jokowi Minta Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Lima Daerah Penyelenggaran PON Papua

News | Senin, 06 September 2021 | 21:09 WIB

Presiden Jokowi Minta Syarat Kredit Usaha Rakyat bagi Petani Dipermudah

Presiden Jokowi Minta Syarat Kredit Usaha Rakyat bagi Petani Dipermudah

Bisnis | Senin, 06 September 2021 | 20:07 WIB

2 Oknum Polisi Ditangkap Terkait Peredaran Sabu

2 Oknum Polisi Ditangkap Terkait Peredaran Sabu

Sumut | Senin, 06 September 2021 | 20:00 WIB

Terkini

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan

Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor

Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater

Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia

Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:50 WIB

PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak

PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:49 WIB

×