Soal Isu Jabatan Presiden Ditambah, PPP Bongkar Isi WAG Sekjen Parpol Koalisi Jokowi

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 07 September 2021 | 10:00 WIB
Soal Isu Jabatan Presiden Ditambah, PPP Bongkar Isi WAG Sekjen Parpol Koalisi Jokowi
Soal Isu jabatan Presiden Ditambah, PPP Bongkar Isi WAG Sekjen Parpol Koalisi Jokowi. Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani turut berkomentar lagi soal isu perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo. Menurutnya sejauh ini ditingkat sekretaris jenderal partai politik koalisi pemerintahan tidak pernah membicarakan soal perpanjangan masa jabatan presiden.

Arsul awalnya mengatakan, perpanjangan masa jabatan presiden harus ada amandemen UUD 1945 khususnya Pasal 7. Ia mengakui memang masuknya PAN ke dalam koalisi muncul kecurigaan dari berbagai pihak bahwa koalisi pemerintahan di Parlemen akan memuluskan amandemen.

Namun, Arsul menegaskan, di koalisi pemerintahan belum bicara soal perpanjangan masa jabatan presiden. Ia mengaku masih bergabung dengan grup WhatsApp para sekjen parpol koalisi pemerintahan dan komunikasi tersebut disebutnya belum terjadi.

"Nah sekarang kalau mau bertanya partai-partai koalisi bagaimana, kecurigaannya adalah dengan PAN masuk maka untuk 2 per 3 hanya perlu 4 anggota DPD (lakukan amandemen), kami belum pernah membicarakan itu (amandemen perpanjangan masa jabatan) dan tidak ada yang minat, iseng-iseng di group-nya sekjen-sekjen partai politik yang masih ada di situ ya, walaupun udah pensiun jadi sekjen," kata Arsul kepada wartawan seperti dikutip Suara.com, Selasa (7/9/2021).

Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, jika ada yang menggulirkan isu perpanjangan masa jabatan presiden memang sudah pihaknya dengar. Menurutnya, hal itu biasa dalam demokrasi.

"Tapi saya pernah ngomong, misalnya dari partai politik atau dai fraksi yang mengatakan memang harus kita pertimbangkan ini,  kemungkinan adanya perpanjang itu (masa jabatan presiden) juga nggak ada," tuturnya.

Usulan Masa Jabatan Presiden

Sebelumnya, Ketua Umum relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer mengusulkan agar durasi masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang 2 sampai 3 tahun. Situasi pandemi Covid-19 menjadi alasan Joman mengusulkan hal tersebut.

"Ya 2 sampai 3 tahun atau tapi intinya berkaitan dengan bencana (pandemi covid) ini. Ini yang ditambah durasi saja bedakan antara tiga periode dengan durasi itu beda sekali," kata Immanuel saat dihubungi Suara.com, Jumat (3/9/2021).

baca juga

Immanuel mengatakan, situasi pandemi kekinian tak menentu dan belum diketahui kapan akan berakhir. Penyelenggaraan Pemilu 2024 menurutnya hanya menghambur-hamburkan anggaran jika dilaksanakan di tengah pandemi.

Ia menyarankan, agar anggaran penyelenggaraan Pemilu 2024 dialokasi untuk stimulus pemulihan ekonomi.

"Nah itu lah pertimbangannya kenapa saya coba mengeluarkan gagasan soal penambahan durasi pemerintahan Jokowi. Durasi ya," ungkapnya.

Sementara itu, terkait aturan yang ada, Immanuel menyerahkan hal tersebut kepada Parlemen. Termasuk bila akan dilakukan amandemen UUD 1945 terkait dengan masa jabatan presiden.

Kendati begitu, Immanuel mengatakan, usulan penambahan masa jabatan presiden ini sifatnya situasional. Jika pandemi berkahir jelang 2024 maka penambahan masa jabatan presiden tak perlu dilakukan.

"Dari pada anggaran itu buat pesta hanya menghasilkan garong-garong maling gitu lebih baik uangnya buat stimulus. Kadang-kadang orang negatif dengan gagasan ini," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keinginan Memperpanjang Masa Jabatan Presiden Jokowi Makin Menguat, Ini Alasan Relawan

Keinginan Memperpanjang Masa Jabatan Presiden Jokowi Makin Menguat, Ini Alasan Relawan

Sulsel | Jum'at, 03 September 2021 | 14:34 WIB

Relawan Usul Masa Jabatan Presiden Ditambah, Nasdem: yang Kasihan Pak Jokowi

Relawan Usul Masa Jabatan Presiden Ditambah, Nasdem: yang Kasihan Pak Jokowi

News | Jum'at, 03 September 2021 | 13:42 WIB

Dalih Pandemi Covid-19, Relawan Jokowi Usul Jabatan Presiden Ditambah 2 atau 3 Tahun

Dalih Pandemi Covid-19, Relawan Jokowi Usul Jabatan Presiden Ditambah 2 atau 3 Tahun

News | Jum'at, 03 September 2021 | 10:46 WIB

Mardani PKS: Masa Jabatan Presiden 3 Periode Ide Zalim, Publik Harus Menentang!

Mardani PKS: Masa Jabatan Presiden 3 Periode Ide Zalim, Publik Harus Menentang!

News | Kamis, 02 September 2021 | 18:06 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×