Stafsus Presiden Nyinyir, Mardani: Orang di Lingkaran Jokowi Terkesan Rendahkan Pesantren

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 15 September 2021 | 11:12 WIB
Stafsus Presiden Nyinyir, Mardani: Orang di Lingkaran Jokowi Terkesan Rendahkan Pesantren
Stafsus Presiden Nyinyir, Mardani: Orang di Lingkaran Jokowi Terkesan Rendahkan Pesantren. Diaz Hendropriyono (Suara.com/ Adit Rianto)

Suara.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai sikap Staf Khusus Presiden RI, Diaz Hendropriyono merendahkan pesantren. Hal itu diucapakan Mardani terkait pernyataan kontrovesial Diaz yang menyinyiri beredarnya video para santri yang kompak menutup telinga karena ada lantunan musik saat mengantre vaksin.

"Pernyataan apalagi dari orang di lingkaran Pak @jokowi yang terkesan merendahkan pesantren (santri) adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan," kata Mardani melalui akun Twitternya @mardanialisera, Rabu (15/9/2021).

Mardani lantas menjelaskan kalau pesantren merupakan tempat menuntut ilmu dan menguatkan iman. Di sisi lain pesantren juga disebutnya banyak memberikan sumbangsih bagi pembangunan bangsa.

Berangkat dari kontroversi itu, Mardani mengingatkan untuk tidak membanding-bandingkan budaya pesantren dengan negara lain. Ia menyebut kalau jajaran ulama sudah membuat budaya pesantren menjadi sangat lokal.

Selain itu, ia juga meminta kepada umat Islam untuk tidak tersulut pasca melihat nyinyiran tersebut.

"Para ulama sudah membuat budaya pesantren kita sangat lokal. Umat Islam jangan terprovokasi dengan pernyataan yang menyudutkan pesantren. Cukup buktikan dengan prestasi."

Unggahan Diaz Hendripriyono dan komentar Deddy Corbuzier. [Instagram/diaz.hendropriyono]
Unggahan Diaz Hendripriyono dan komentar Deddy Corbuzier. [Instagram/diaz.hendropriyono]

Nyinyir di Medsos

Sebelumnya, video yang diunggah Diaz Hendropriyono di akun Instagram-nya lalu menuai kritikan pedas dari sejumlah kalangan.

Dalam keterangan unggahannya, Diaz menyebut para santri itu dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah.

baca juga

"Sementara itu.. Kasihan dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah. There's nothing wrong to have a bit of fun! [Nggak ada salahnya senang-senang sedikit -red]" tulis Diaz Hendropriyono sebagai caption.

Kontan saja, unggahan dan komentar keduanya menuai sorotan dari para warganet.

"Sebenarnya dalam konsep pendidikan itu tidak salah pak mungkin saudara-saudaraku itu menutup telinganya untuk menghindari musik supaya bisa terjaga hafalannya," komentar @abudszar****.

Viral Tutup Kuping

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarkannya sebuah video para santri menutup telinga saat mengantre vaksinasi di sebuah ruangan. Mereka terlihat kompak menutup telinga karena ada musik barat yang diputar.

Lalu narasi dari video ini mendukung keterangan aksi para santri. Dengan narasi pernyataan dimulai dengan kalimat "Masya Allah, santri kami sedang antre vaksin," ujar suara yang diduga sang guru.

Dengan menyebut pujian lalu ia menambahkan, jika di tempat vaksin tengah diputer lagu Jeremy Zucker, yang dinyanyikan Comethru.

"Qodratullah, di tempat vaksin ini diputar musik. Anda lihat jika santri-santri kami tengah menutup telingannya, agar tidak mendengarkan musik ini," ujar sumber suara.

Ia pun menutup dengan turut menutup pernyataanya dengan pujian,"Barakallah," ucapnya.

https://twitter.com/MardaniAliSera/status/1437969833472053254?s=20

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Santri Tutup Kuping, Sujiwo Tejo Sentil Orang Ngaku Demokratis tapi Ngejek

Soal Santri Tutup Kuping, Sujiwo Tejo Sentil Orang Ngaku Demokratis tapi Ngejek

Riau | Rabu, 15 September 2021 | 10:59 WIB

Viral Santri Kompak Tutup Kuping, Legislator PKS Minta Publik Tak Membully dan Curiga

Viral Santri Kompak Tutup Kuping, Legislator PKS Minta Publik Tak Membully dan Curiga

News | Rabu, 15 September 2021 | 10:35 WIB

Viral Santri Tutup Kuping, Gus Jazil PKB: Bukan Masalah, Mungkin Selera Musiknya Berbeda

Viral Santri Tutup Kuping, Gus Jazil PKB: Bukan Masalah, Mungkin Selera Musiknya Berbeda

News | Rabu, 15 September 2021 | 10:12 WIB

Viral Santri Enggan Dengar Musik, Yenny Wahid Jelaskan soal Penghafal Quran

Viral Santri Enggan Dengar Musik, Yenny Wahid Jelaskan soal Penghafal Quran

Riau | Rabu, 15 September 2021 | 10:07 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×