alexametrics

Wanita Ini Usir Suami dari Ruang Bersalin karena Terlalu Panik dan Bikin Heboh

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Wanita Ini Usir Suami dari Ruang Bersalin karena Terlalu Panik dan Bikin Heboh
Ilustrasi melahirkan (Shutterstock).

Pasangan ini malah bertengkar di ruang bersalin hingga perawat turun tangan.

Suara.com - Sebuah kisah unik terjadi di ruang persalinan rumah sakit ketika istri yang kesakitan mengusir suaminya keluar karena membuatnya semakin stres.

Menyadur Mirror Jumat (17/9/2021), wanita tanpa identitas ini curhat di Reddit dan mempertanyakan kembali, apakah ia bersalah atas sikapnya atau tidak.

Ia menggambarkan suaminya sebagai orang yang mudah stres namun berjanji akan menjadi lebih manis dan memberi dukungan positif ketika ia melahirkan.

Sayangnya yang terjadi justru sebaliknya, suaminya mulai panik saat istrinya kesakitan karena kontraksi. Ia justru yang mencengkeram tangan istrinya hingga mati rasa.

Baca Juga: Tak Ada Beda, 5 Potret Body Goal Selvi Kitty Sebelum dan Setelah Melahirkan

"Meskipun saya sangat kesakitan, saya melihat wajahnya, itu sangat merah dan ada pembuluh darah yang terlihat di dahinya yang sepertinya akan meledak," tulisnya.

Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)
Ilustrasi istri melahirkan (Pixabay/9092)

"Itu tidak membantu sama sekali. Bahkan dia membuat frustrasi dan memengaruhi emosi saya secara negatif. Lalu tiba-tiba dia mulai menangis, benar-benar terisak sangat keras. Ini membuat saya sangat panik."

"Saya berteriak menyuruhnya berhenti dan hasilnya dia berbalik teriak ke telinga saya. Perawat terlibat, saya menyuruhnya untuk mengeluarkannya dari sana."

Suaminya mencoba berdebat tapi tidak diberi kesempatan dan ditekan untuk meninggalkan ruangan bersalin. Pria itu sangat marah dan tak mengunjungi istri dan anaknya di rumah sakit sampai mereka pulang.

Ketika kembali, suaminya terus mengecam karena ia 'merampas kesempatan' untuk melihat napas pertama putrinya.

Baca Juga: Tanda-tanda Kucing Mau Melahirkan dan Proses Kucing Melahirkan

Dia bahkan menuduhnya menciptakan alasan untuk mengusirnya, dan mengklaim bahwa dia seharusnya diizinkan di ruang bersalin, apa pun yang terjadi.

"Saya lelah berdebat, saya menyuruhnya berhenti dan dia berkata dia akan melakukannya, tapi tidak akan pernah melupakan apa yang telah saya bayarkan padanya hari itu, lalu keluar," tambahnya.

Komentar