Polri Sebut Kasus 3 Anak di Luwu Bukan Pemerkosaan Tapi Pencabulan, Publik Ngegas Emosi

Reza Gunadha, Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:35 WIB
Polri Sebut Kasus 3 Anak di Luwu Bukan Pemerkosaan Tapi Pencabulan, Publik Ngegas Emosi
Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Covesia.com)

Suara.com - Polri mengungkap fakta baru mengenai kasus "Tiga Anak Saya Diperkosa" di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Polri menyebut kasus itu bukanlah kasus pemerkosaan melainkan kasus pencabulan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono. Ia mengatakan ibu korban melaporkan ke kepolisian dengan kasus dugaan pencabulan, bukan pemerkosaan.

"Dalam surat pengaduan, saudari RS melaporkan diduga telah terjadi peristiwa perbuatan cabul," kata Rusdi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (12/10/2021).

"Jadi bukan perbuatan tindak pidana perkosaan, seperti yang viral di media sosial dan juga menjadi perbincangan di publik. Ini yang perlu kita ketahui bersama," tegasnya.

Selain itu, Polri juga mengungkap fakta adanya peradangan pada vagina dan dubur korban. Temuan ini berdasar hasil interview tim Asistensi dan Supervisi Polri terhadap dokter spesialis anak di Rumah Sakit Sorowako.

"Tim melakukan interview pada tanggal 11 Oktober 2021, dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur," beber Rusdi.

Sehingga, ketika dilihat ada peradangan pada vagina dan dubur, diberikan antibiotik dan parasetamol obat nyeri," lanjutnya.

Pernyataan Polri itu langsung menjadi viral di media sosial. Salah satunya dibagikan oleh akun Twitter @tubirfess yang menyoroti salah satu berita mengenai pernyataan Polri tersebut.

"Jadi 3 anak saya dicabuli ya yang bener guys," cuit @tubirfess sebagai keterangan Twitter seperti dikutip Suara.com, Rabu (13/10/2021).

baca juga
Polri Sebut Kasus 3 Anak di Luwu Bukan Pemerkosaan Tapi Pencabulan. (Twitter/@tubirfess)
Polri Sebut Kasus 3 Anak di Luwu Bukan Pemerkosaan Tapi Pencabulan. (Twitter/@tubirfess)

Cuitan mengenai pernyataan Polri itu telah membuat warganet ngegas emosi di kolom komentar. Mereka menuliskan beragam kecaman dan mempertanyakan maksud Polri mengungkap jika kasus itu adalah pencabulan.

Menurut warganet, kedua tindakan itu, baik permerkosaan dan pencabulan sama-sama pelecehan yang menghancurkan masa depan korban. Karena itu, Polri didesak harus segera diusut tuntas.

"Mencabuli sama memperkosa maknanya sama, kalimat si humas ini berarti membenarkan bahwa tindakan yang dilakukan memang pemerkosaan. Jadi harusnya tahu dong langkah selanjutnya gimana," komentar warganet.

"Mau dicabuli, diperkosa yang namanya pelecehan ya pelecehan! Ganti pilihan kata buat apa sih? Keringanan hukum gitu? Apa gak malu ya se-Indonesia tahu muka sama perilaku si bapak kek setan. Astaga pengen marah gue," hujat warganet.

"Gak ada bedanya ya, pelecehan tetep pelecehan," tegas warganet.

"Ya tetap AJA ITU SALAH KAN, mau pncabulan atau pemerkosaan tetap bikin anaknya sakit, sinting kali ya emang kalau diganti kata gitu hukumannya dikurangin? Lagian buat apaan sih," tambah yang lain.

"Kemarin bilang gak ada unsur pelecehan, sekarang bilangnya pencabulan. Terus nanti apa lagi?" tanya warganet.

"Kayaknya aku perlu belajar lagi deh perbedaan 'mencabuli sama pemerkosaan'," celutuk warganet.

Kasus Pencabulan Anak di Lawu Timur, Penanganan Polisi Disebut Lambat dan Tak Transparan

Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan ayah terhadap tiga anaknya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan viral. Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial usai ibu korban mencari keadilan karena kasusnya dihentikan oleh penyidik Polresta Luwu Timur.

Belakangan, Polri menjelaskan bahwa kasus yang terjadi pada tahun 2019 itu dihentikan karena penyidik tak menemukan bukti kuat.

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menilai viralnya kasus ini buntut tidak adanya transparansi dari pihak kepolisian.

Padahal, kata Bambang, jika pihak kepolisian sedari awal terbuka atau bahkan turut melibatkan pihak eksternal dalam membantu penanganan kasusnya, tak akan terjadi hal semacam ini.

"Bila polisi transparan dan melibatkan pihak eksternal, tentu penjelasan kepolisian bisa diterima semua pihak. Menjadi viral, karena selain lambat penanganannya, juga tidak transparan sejak awal," kata Bambang kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Di sisi lain, Bambang menilai viralnya kasus ini juga buntut dari minimnya responsibilitas dan semangat tranparansi yang berkeadilan sebagaimana yang diangankan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, jika aparat kepolisian responsif, penanganan kasus tersebut tidak akan berlarut-larut.

"Bila responsibilitas polisi itu tinggi, kasus menyangkut dugaan kekerasan seksual itu tak akan berlarut-larut penanganannya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Temukan Hasil Pemeriksaan Dokter di Luwu Timur, Ada Peradangan Vagina dan Dubur

Polisi Temukan Hasil Pemeriksaan Dokter di Luwu Timur, Ada Peradangan Vagina dan Dubur

Sulsel | Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:02 WIB

LBH Makassar Minta Gelar Perkara Khusus Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur

LBH Makassar Minta Gelar Perkara Khusus Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur

Sulsel | Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:49 WIB

Fakta Baru Versi Polri Soal Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Fakta Baru Versi Polri Soal Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

News | Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:09 WIB

Fakta Baru Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur, Ada Peradangan di Vagina Korban

Fakta Baru Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur, Ada Peradangan di Vagina Korban

News | Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:52 WIB

Kasus Perkosaan Anak di Luwu Timur, Kuasa Hukum Sebut Polisi Kerap Datangi Rumah Korban

Kasus Perkosaan Anak di Luwu Timur, Kuasa Hukum Sebut Polisi Kerap Datangi Rumah Korban

News | Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:01 WIB

Koalisi Kecam Cara Polres Luwu Timur yang Kembali Datangi Anak Korban Dugaan Pemerkosaan

Koalisi Kecam Cara Polres Luwu Timur yang Kembali Datangi Anak Korban Dugaan Pemerkosaan

Sulsel | Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:08 WIB

Terkini

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:46 WIB

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:26 WIB

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:12 WIB

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:10 WIB

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:05 WIB

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi

Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:59 WIB

Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik

Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:53 WIB