alexametrics

Viral Politikus Malaysia Sebut Drakor Pemicu Bunuh Diri, Warganet Tak Terima

Reza Gunadha | Fita Nofiana
Viral Politikus Malaysia Sebut Drakor Pemicu Bunuh Diri, Warganet Tak Terima
Drama Hometown Cha Cha Cha (Netflix)

Politisi Malaysia sebut bunuh diri sering kali didorong oleh tontonan drama korea.

Suara.com - Menonton Drama Korea (Drakor) semakin digandrungi oleh masyarakat, terutama selama pandemi. Namun bagaimanapun tak semua orang bisa menerima maraknya drakor di tengah masyarakat. 

Seperti reaksi seorang politisi Malaysia di mana ia menyebutkan bahwa tingkat bunuh diri dipengaruhi oleh tontonan drakor. Hal ini dinyatakan oleh politisi Malaysia, Mohd Apandi Mohamad. 

Ungkapannya tentang drakor itu diunggah oleh Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman dalam ungghan Twitternya.

"Baru pertama kali saya mendengar ada yang mencoba untuk menyalahkan drakor untuk masalah bunuh diri. Bukannya [menyalahkan] stres, upah rendah, dan biaya hidup. Tapi drakor?" tulis Syed Saddiq pada akun Twitternya, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Ngamuk! Tak Sudi Anak Disuruh Cuci Kaki, Pria di Kalideres Banting Kucing Milik Tetangga

"Film adalah cerminan masyarakat. Ada adegan bunuh diri, mari kita belajar darinya. Misalnya berhenti nonton Hometown Cha Cha Cha terus masalah hilang? [dan berhenti bunuh diri]," imbuhnya. 

Pada unggahan video Syed Saddiq, Mohd Apandi Mohamad yang merupakan anggota senator dari Malaysian Islamic Party (PAS) menyatakan bahwa remaja yang bunuh diri terdorong dengan drakor.

"Bahwa remaja yang memutuskan untuk bunuh diri setuju atau tidak ini terdorong karena film dan drama korea," ujarnya dalam rapat Dewan Negara.

"Setiap drama atau filmnya pasti ada bunuh dirinya," imbuhnya. 

Ungkapannya tersebut muncul setelah senator lain, yakni Fadhlina Sidek meminta untuk adanya intevensi segera dari pemerintah perihal krisis kesehatan mental. 

Baca Juga: Santai Aja Guys! Bocah SMP Ini Asyik Ngemil saat Divaksinasi

Mohd Apandi Mohamad (twitter.com/SyedSaddiq)
Mohd Apandi Mohamad (twitter.com/SyedSaddiq)


Ungkapan tersebut tentu memicu ketidaksetujuan dari warganet. 

Komentar