alexametrics

Pemilu 2024: Apakah Deklarasi Dukung Anies Jadi Capres Ada yang Menggerakkan?

Siswanto
Pemilu 2024: Apakah Deklarasi Dukung Anies Jadi Capres Ada yang Menggerakkan?
Anies Baswedan saat berkendara naik vespa bersama sejumlah pendukungnya di Jakarta, Minggu (1/1/2017). [Suara.com/Dian Rosmala]

Banyak pihak yang punya kepentingan untuk melakukan gebrakan semacam itu dan menurut Pangi, "akan sampai juga ke telinga Anies siapa yang kemarin membiayai deklarasi."

Suara.com - Relawan pendukung Anies Baswedan mengklaim deklarasi dukungan yang disampaikan di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, murni inisiatif mereka sendiri.

Tetapi menurut pandangan analis politik dari Voxpol Center Research dan Consulting Pangi Syarwi Chaniago, "dalam politik tidak ada yang alamiah."

"Apakah relawan bergerak sendiri. Dalam politik tidak ada yang alamiah, ada yang mendesain, ada arsiteknya."

Mengenai apakah deklarasi untuk mendukung Anies menjadi calon presiden pada pemilu 2024 digerakkan oleh Anies atau pihak yang punya kepentingan, itu soal lain, kata Pangi.

Baca Juga: Pilpres 2024: Saat Ini Partai Masih Pakai Jurus Langkah Kuda, Maju Mundur

Pangi menyebut bisa jadi Anies memang tidak mengetahui adanya relawan yang membuat deklarasi.

Akan tetapi  pada akhirnya hal tersebut akan diketahui juga oleh Anies.

Banyak pihak yang punya kepentingan untuk melakukan gebrakan semacam itu dan menurut Pangi, "akan sampai juga ke telinga Anies siapa yang kemarin membiayai deklarasi."

Jaga elektabilitas Anies

Deklarasi dukungan seperti yang dilakukan oleh relawan yang menamakan diri mereka Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera dinilai menjadi bagian dari memanaskan mesin politik.

Baca Juga: Didukung Relawan ANIES jadi Capres 2024, PPP Sebut Wajar karena Anies Tak Punya Partai

Selain itu juga untuk menjaga elektabilitas Anies.

"Kalau Anies tidak segera deklarasikan, maka bisa saja elektabilitas Anies justru turun," kata Pangi.

Deklarasi jauh-jauh hari dilakukan, menurut Pangi, akan semakin bagus. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui apakah dia memang layak menjadi calon presiden ataukah tidak.

Senada dengan Pangi, Ketua Departemen Politik Partai Keadilan Sejahtera Nabil Ahmad Fauzi berkata, "Akan baik bagi masyarakat karena dapat lebih awal mendapatkan informasi, rekam jejak dan pilihan-pilihan figur pemimpin nasional yang semakin beragam." 

"Ini inisiatif kami"

Deklarasi dukungan kemarin merupakan inisiatif pendukung Anies, kata Koordinator gerakan Laode Basir. Setiap warga negara yang hidup di negara hukum, katanya, mempunyai hak untuk menyatakan dukungan kepada tokoh tertentu.

Laode berkata, "Ini adalah inisiatif kami, kami tidak terlalu punya kepentingan untuk Pak Anies tahu atau tidak."

"Ini kan negara demokrasi sah-sah saja. Jadi buat kami tidak ada masalah. Hari ini kami mendeklarasikan semoga hari-hari ke depan ada lagi kelompok-kelompok yang mendeklarasikan Anies sebagai presiden."

Sama seperti Laode, deklarator Dani Kusuma menekankan gerakan dukungan ini merupakan bagian dari menyiapkan landasan untuk Anies setelah tak menjadi gubernur nanti.

"Nggak ada urusan. Kami tidak ada urusan dengan Pak Anies. Pak Anies kerja saja sebagai gubernur. Kami relawan hanya menyiapkan landasan ketika Pak Anies sudah selesai dari jabatan sebagai gubernur."

Langkah kuda

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani menilai wajar ada relawan mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan menjadi calon presiden pada pemilu 2024.

Sebelumnya deklarasi serupa juga dilakukan di Jawa Tengah untuk mendukung Ganjar Pranowo maju ke bursa pemilu presiden yang akan datang.

Dan untuk waktu-waktu ke depan, diprediksi akan ada relawan-relawan lain yang juga akan menyatakan dukungan mereka terhadap tokoh tertentu.

"Bentar lagi ada relawannya Ridwan Kamil," Arsul memprediksi.

Merupakan hak relawan melakukan deklarasi dukungan kepada tokoh tertentu, kata Arsul.

Indonesia menerapkan aturan bahwa hanya pasangan calon yang diusung partai atau gabungan partai yang memenuhi ambang batas 20 persen kursi di DPR, yang bisa maju ke pemilu.

Dan sejauh ini, belum ada satu pun partai politik yang menyatakan telah mengusung pasangan kandidat tertentu. Artinya, belum tentu juga tokoh yang sudah deklarasi akan mendapat dukungan partai.

"Siapapun partai politiknya tidak buru-buru menetap sekarang."

"Kalau sekarang itu kalau main catur itu langkah kuda, kadang maju kadang mundur gitu kalau parpol."

Demikian pula PPP. Partai ini masih menimbang-nimbang apakah akan mengusung kader sendiri atau tokoh dari eksternal partai.

Sedangkan PKS sedang fokus mensosialisasikan tokoh utama mereka, Salim Segaf, dalam pentas kepemimpinan politik nasional.

PKS mengambil sisi positif dengan munculnya deklarasi-deklarasi mendukung tokoh tertentu karena hal itu baik pula untuk publik, semakin awal mengetahui track record tokoh yang berpeluang maju ke pemilu presiden.

PKS mendorong tokoh-tokoh berkualitas untuk tampil.  "Karena itu pula, kami membangun hubungan baik dengan Pak Anies serta para tokoh dan parpol lain," kata Nabil Ahmad Fauzi. [rangkuman laporan Suara.com]

Komentar