alexametrics

Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Kemenkes Sebut Shaf Salat Belum Bisa Dirapatkan

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Kemenkes Sebut Shaf Salat Belum Bisa Dirapatkan
Ilustrasi Umat Islam melaksanakan Salat. [Suara.com/Dian Latifah]

Gelombang ketiga juga bisa terjadi di Indonesia jika protokol kesehatan di masyarakat semakin lengah.

Suara.com - Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan protokol kesehatan tetap harus diperketat meski kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun. Siti menyebut shaf salat pun belum boleh dirapatkan.

Nadia mengatakan hal ini ditujukan untuk mencegah gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang diprediksi beberapa ahli akan terjadi pada akhir tahun 2021.

"Kalau sekarang belum boleh prokes itu dikendorkan, belum boleh jaga jarak itu tidak dilakukan, belum boleh shaf di tempat ibadah dirapatkan kembali," kata Nadia dalam diskusi FMB9-KPCPEN, Jumat (22/10/2021).

Selain itu dia juga menyebut cakupan vaksinasi secara nasional di Indonesia belum mencapai target untuk membuat kekebalan kelompok atau herd immunity.

Baca Juga: Meski Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil di Badung Bali Justru Semakin Meningkat

"Saat ini kita masih berperang melawan covid-19, dan baru 50 persen yang mendapatkan dosis pertama dan ada 68 persen yang masih harus mendapatkan dosis kedua," jelasnya.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes itu mencontohkan di negara dengan cakupan vaksinasi tinggi saja tetap bisa terjadi gelombang ketiga karena pelonggaran protokol kesehatan yang terlalu masif seperti Inggris, Amerika, dan Israel.

"Gelombang ketiga itu adalah sebuah keniscayaan, karena kita lihat salah satu publikasi ilmiah sudah mengatakan bahwa pola penyakit covid-19 ini akan menimbulkan beberapa gelombang," ucapnya.

Dia menyebut gelombang ketiga juga bisa terjadi di Indonesia jika protokol kesehatan di masyarakat semakin lengah, terlebih akan ada libur akhir tahun dan beberapa hari raya keagamaan yang meningkatkan mobilitas.

"Potensi-potensi ini yang menyebabkan keniscayaan akan gelombang ketiga itu pasti terjadi, tentunya kita harus terus menerus mengingat ke masyarakat bahwa pandemi belum selesai," jelasnya.

Baca Juga: BPOM AS Beri Izin Edar Suntikan Booster Moderna dan Johnson & Johson

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.237.834 orang Indonesia, masih terdapat 15.594 kasus aktif, 4.079.120 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.120 jiwa meninggal dunia.

Indonesia juga telah menyuntikkan 110,931,375 dosis (53.26 persen) vaksin pertama dan 65,600,310 dosis (31.50 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Komentar