alexametrics

BPOM AS Beri Izin Edar Suntikan Booster Moderna dan Johnson & Johson

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
BPOM AS Beri Izin Edar Suntikan Booster Moderna dan Johnson & Johson
Vaksin Moderna. [Nhac Nguyen/AFP]

Di sisi lain, BPOM AS memperbolehkan masyarakat menggunakan vaksin Covid-19 yang berbeda dari dosis awal mereka.

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memperbolehkan vaksin Johnson & Johnson serta Moderna sebagai suntikan booster.

Pada saat yang sama, FDA juga memberi izin untuk mencampur dan mencocokan dua jenis vaksin Covid-19 berbeda. Jadi, orang Amerika bisa mendapat booster vaksin lain dari yang awal mereka dapatkan.

Tetapi, pencampuran dan pencocokan vaksin ini hanya untuk orang-orang tertentu yang memenuhi syarat.

Studi National Institute of Health yang diterbitkan minggu lalu menunjukkan bahwa booster dapat meningkatkan kadar antibodi, meskipun booster Pfizer dan Moderna yang tampaknya bekerja paling baik.

Baca Juga: AS Akan Berikan Vaksin Covid-19 Bagi Anak Usia 5-11 Tahun

"Tindakan ini menunjukkan komitmen kami terhadap kesehatan masyarakat dalam memerangi pandemi Covid-19 secara proaktif," kata pejabat Komisaris FDA, Dr. Janet Woodcock kepada CNBC.

Vaksin Covid-19 Moderna [Foto: Antara]
Vaksin Covid-19 Moderna [Foto: Antara]

Komite merekomendasikan booster Moderna untuk orang lanjut usia dan orang dewasa berisiko. Suntikan ini diberikan enam bulan setelah selesai vaksin dosis awal.

Selain itu, FDA juga membolehkan booster vaksin J&J untuk masyarakat di atas 18 tahun, diberikan minimal dua bulan setelah dosis J&J yang pertama (vaksin Covid-19 J&J hanya terdiri dari satu dosis saja).

Putusan itu sekarang akan diserahkan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan komite penasihat vaksinnya, yang mengadakan pertemuan hari ini Kamis (21/10/2021), untuk membahas data booster Moderna serta J&J.

Jika Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky menandatangani, vaksin booster akan segera didistribusikan kepada orang-orang yang memenuhi persyaratan.

Baca Juga: Negara Miskin Belum Dapat Vaksin, WHO Sebut Pandemi Covid Bakal Berlangsung hingga 2022

Komentar