Jokowi: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal di Dunia

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 11:44 WIB
Jokowi: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal di Dunia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia harus menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah dunia. (tangkap layar)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia harus menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah dunia. Hal ini dikatakan Jokowi di acara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 dan Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah di Istana Negara, Jumat (22/10/2021).

"Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, harus menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal di dunia," ujar Jokowi.

Jokowi pun bersyukur ekonomi syariah Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Indikator Report, sektor ekonomi syariah Indonesia telah meningkat.

"Ini kita lihat dari tahun demi tahun. Tahun 2018 ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat 10 besar dunia. Ini di 2018. Kemudian di tahun 2019, naik menjadi peringkat 5. Dan tadi seperti yang disampaikan oleh bapak Wapres di tahun 2020, ekonomi syariah Indonesia sudah berada di peringkat 4 dunia. Naik, naik, naik terus," tutur Jokowi.

Kendati demikian, mantan Gubernur DKI itu meminta semua pihak tak berpuas diri terkiat capaian tersebut. Sehingga ekonomi syariah dapat tumbuh lebih meningkat .

"Namun kita tidak boleh berpuas diri. Perlu ada upaya yang sinergis antar pemangku kepentingan agar ekonomi syariah kita tumbuh lebih pesat lagi. Dan itulah pernah penting yang harus dimainkan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah," tutur dia.

Kepala Negara juga menaruh harapan besar terhadap masyarakat ekonomi syariah untuk membangun ekosistem ekonomi syariah, membangun ekonomi inklusif yang memberdayakan dan mampu bertahan menghadapi berbagai macam krisis.

"Sebagai organisasi keumatan, Masyarakat Ekonomi Syariah diharapkan menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah yang membumi, yang menyentuh ekonomi umat secara langsung, yang melahirkan lebih banyak wirausaha-wirausaha dari kalangan santri, yang menggerakkan perekonomian yang inklusif," ucap Jokowi.

baca juga

Kepala Negara kemudian mendorong munculnya lebih banyak entrepreneur, wirausahawan dari kalangan santri dan lulusan pondok pesantren.

Orientasi santri kata Jokowi, seharusnya bukan lagi mencari pekerjaan, namun menciptakan kesempatan kerja bagi banyak orang dan menebar manfaat seluas-luasnya bagi umat.

Selain itu menurutnya peran pendidikan di pesantren, madrasah maupun pendidikan tinggi agama Islam sangat strategis.

"Mencetak lulusan yamg inovatif dan berkewirausahaan. Mencetak lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja dan menjadi wirausahawan sosial yang sukses," tutur Jokowi.

Semangat entrepreneurship yang mulai tumbuh kata Jokowi, harus diikuti percepatan inklusif keuangan. Dukungan akses pembiayaan pun sangat penting bagi tumbuhnya entrepreneur-enterpreneur baru.

Karena itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema. Yakni baik berupa program Mekar, program KUR, kemudian Bank Wakaf Mikro.

"Dan saya berharap pesantren dan para santri dapat memanfaatkan berbagai program pembiayaan ini dengan baik. Sehingga pesantren dan para santri dapat semakin berperan dalam memperkuat ekonomi umat," tutur Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menekankan pentingnya transformasi digital.

"Kita harus terus mendorong usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah kita untuk go digital. Masuk ke toko online, masuk ke market place, masuk ke e-commerce dan bsbmasuk ke suplai chain nasional maupun global, dan menjadi pemain utama dalam pertumbuhan industri halal tingkat global," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Ucapkan Selamat Hari Santri, Wapres Maruf: Ini Momentum Kebangkitan Bagi Pesantren

Jokowi Ucapkan Selamat Hari Santri, Wapres Maruf: Ini Momentum Kebangkitan Bagi Pesantren

News | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 11:08 WIB

Soal Sanksi WADA, Jokowi Akhirnya Panggil Menpora dan LADI ke Istana

Soal Sanksi WADA, Jokowi Akhirnya Panggil Menpora dan LADI ke Istana

Sport | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 10:02 WIB

BEM SI Tunggu Respons Istana soal  12 Tuntutan Lewat Buku Jokowi Last Season

BEM SI Tunggu Respons Istana soal 12 Tuntutan Lewat Buku Jokowi Last Season

Video | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 05:00 WIB

Demo Tujuh Tahun Jokowi, Moeldoko Terima Dokumen 12 Tuntutan BEM SI

Demo Tujuh Tahun Jokowi, Moeldoko Terima Dokumen 12 Tuntutan BEM SI

Riau | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 06:55 WIB

Jubir Presiden Beberkan Keberhasilan Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Jokowi

Jubir Presiden Beberkan Keberhasilan Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Jokowi

News | Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:15 WIB

Terkini

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:09 WIB

×