Militer Sudan Kudeta Pemerintahan Transisi

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:51 WIB
Militer Sudan Kudeta Pemerintahan Transisi
DW

Suara.com - Aparat bersenjata dikabarkan menahan perdana menteri beserta sejumlah pejabat teras dan politisi Sudan. Kudeta di Khartoum didahului perpecahan militer dan sipil yang bergolak selama beberapa pekan terakhir.

Eskalasi konflik antara sipil dan militer di Sudan memuncak pada Senin (25/10), ketika sekelompok serdadu menahan Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan setidaknya lima anggota kabinet, serta menduduki stasiun televisi dan radio nasional.

Beberapa saat kemudian, kantor perdana menteri menerbitkan keterangan pers yang menuduh militer sengaja mengobarkan kerusuhan di timur Sudan, sebagai alasan untuk menjatuhkan pemerintahan sipil.

"Sekelompok orang bersenjata menahan beberapa politisi dan pemimpin pemerintahan di rumahnya masing-masing,” kata seorang sumber di pemerintah Sudan kepada AFP.

Saat ini sambungan internet terputus di seluruh penjuru negeri. Serdadu terlihat menutup sejumlah ruas jalan di ibu kota Khartoum, lapor kantor berita Prancis tersebut.

Asosiasi Profesional Sudan yang giat menggalang revolusi pada 2019 silam, mengatakan penangkapan pejabat sipil oleh militer merupakan sebuah "kudeta” dan mendesak warga melakukan "pembangkangan sipil” terhadap pemerintahan junta.

Suasana sudah bergolak sejak beberapa pekan terakhir di Khartoum. Demonstran pro-militer dan pro-demokrasi saling adu kuat di jalan-jalan kota.

Minggu (24/10), warga memblokir pelabuhan untuk menuntut intervensi militer demi menyudahi lingkaran korupsi dan kemiskinan. Tuntutan mereka dijawab oleh kelompok lain yang mengkhawatirkan kudeta.

Perkembangan di Khartoum terjadi hanya dua hari setelah faksi-faksi politik mewanti-wanti terhadap "kudeta” yang sedang "merangkak” di Sudan.

baca juga

Jumpa pers itu sendiri nyaris dihadang sekelompok demonstran pro-militer.

Kudeta lewat bantuan sipil

Transformasi politik sejak kejatuhan bekas Presiden Omar al-Bashir, April 2019 lalu, diwarnai perpecahan.

Pejabat sipil dan militer yang membentuk pemerintahan transisi kerap saling bersitegang.

Padahal, mereka sedianya bertugas mengantar Sudan menuju pemerintahan sipil di bawah sistem demokrasi.

Keseimbangan antara dua kekuatan politik mulai bergeser ketika kelompok sipil terbesar, Kekuatan untuk Kemerdekaan dan Perubahan (FFC), terbelah menjadi dua faksi yang saling bermusuhan.

"Krisis ini adalah buatan sendiri,” kata Ketua Umum FCC, Yasser Arman, Sabtu (23/10).

"Dan ia menjelma menjadi kudeta yang merangkak pelan-pelan.”

Pada Senin, Arman dikabarkan ikut diciduk aparat berseragam militer. Konflik yang awalnya hanya membias, berubah menjadi perpecahan setelah kudeta yang gagal pada 21 September silam.

Buntutnya pekan lalu, puluhan ribu pendukung pro-demokrasi melakukan mars di Khartoum menuntut transfer kekuasaan kepada sipil.

Demonstrasi itu merupakan tandingan terhadap aksi blokade yang dilakukan kelompok pro-militer terhadap Istana Kepresidenan, dan menutut kembalinya "kekuasaan militer” di Sudan.

Hamdok sebelumnya pernah menggambarkan perpecahan di tubuh pemerintahan transisi sebagai "krisis yang paling parah dan berbahaya” yang dihadapi Sudan pasca al-Bashir.

AS ancam tarik bantuan Sabtu kemarin, Utusan Khusus AS untuk Tanduk Afrika, Jeffrey Feltman, sebenarnya berhasil memediasi Hamdok dengan Jendral Abdel Fattah al-Burhan dan komandan pasukan khusus, Mohamed Hamdan Daglo.

Sesuai pertemuan, Kedutaan Besar AS di Khartoum menulis betapa "Feltman menegaskan dukungan AS bagi transisi demokratis menuju kekuasaan sipil, sesuai dengan keinginan warga Sudan.

Penangkapan paksa terhadap pemimpin sipil di Sudan dianggap "tidak bisa diterima” oleh Utusan Khusus PBB untuk Sudan.

Menurutnya aksi tersebut "ilegal” dan menuntut "aparat keamanan membebaskan” para sandera.

"Saya sangat khawatir terhadap terjadinya aksi kudeta dan upaya menghentikan transisi politik di Sudan.

Penangkapan terhadap perdana menteri, pejabat pemerintahan dan politisi tidak bisa diterima,” kata Bolker Perthes.

Hal serupa diungkapan Jeffrey Feltman. "Seperti yang sudah saya katakan berulang-ulang, setiap perubahan paksa terhadap pemerintahan transisi akan mengancam bantuan AS,” kata dia.

Pada Senin, Kementerian Informasi di Khartoum mengajak warga agar turun ke jalan untuk menentang aksi militer.

"Kami mengundang semua orang untuk terus berjalan sampai upaya kudeta ini diatasi.” rzn/as (afp,ap)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Desil 4-6 Dapat Bansos Apa Saja, Ini Rincian dan Cara Cek Data Kemensos

Desil 4-6 Dapat Bansos Apa Saja, Ini Rincian dan Cara Cek Data Kemensos

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:53 WIB

Cara Atasi KTP yang Disalahgunakan untuk Pinjol, Lengkap dengan Langkah Hukumnya!

Cara Atasi KTP yang Disalahgunakan untuk Pinjol, Lengkap dengan Langkah Hukumnya!

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 19:50 WIB

Serangga Hutan Terancam Karhutla padahal Punya Dampak bagi Ekosistem

Serangga Hutan Terancam Karhutla padahal Punya Dampak bagi Ekosistem

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 19:50 WIB

33 Negara Kompak Anjurkan Warganya Siapkan Logistik Darurat, Ada Apa?

33 Negara Kompak Anjurkan Warganya Siapkan Logistik Darurat, Ada Apa?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Kemenperin Ancam Ketok Palu, Impor Bahan Baku Kimia Bakal Dibatasi Lagi

Kemenperin Ancam Ketok Palu, Impor Bahan Baku Kimia Bakal Dibatasi Lagi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Tutup Pertamuda Seed and Scale 2026, Pertamina Umumkan Sembilan Inovator Muda Terbaik

Tutup Pertamuda Seed and Scale 2026, Pertamina Umumkan Sembilan Inovator Muda Terbaik

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:40 WIB

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 19:39 WIB

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:37 WIB

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:34 WIB

×