Partai Komunis Burma Bangkit, Deklarasi Perang Rakyat Lawan Junta Militer

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 10 November 2021 | 18:50 WIB
Partai Komunis Burma Bangkit, Deklarasi Perang Rakyat Lawan Junta Militer
Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. (AFP)

Suara.com - Partai Komunis Burma (PKB) sedang bersiap-siap untuk melawan pemerintah junta dan kembali berkompetisi di politik.

Workers Today, sebuah portal blog proletariat, mewartakan jika Partai Komunis Burma sedang membangun kekuatan untuk melawan junta.

"Sejak deklarasi Manifesto PLA, sayap bersenjata Partai Komunis Burma (PKB) telah membangun kekuatan untuk mengambil bagian dalam upaya kolektif untuk menggulingkan pemerintah junta ilegal," jelasnya.

Portal tersebut juga mewartakan bahwa PKB akhirnya menyatakan pendirian kembali PLA pada akhir Agustus, setelah sempat terpinggirkan.

"PLA saat ini memiliki halaman FB resmi di mana mereka telah memposting surat penghargaan atas sumbangan yang telah mereka terima dan kegiatan PLA," jelas Workers Today.

PKB dilaporkan menggunakan peralatan dan senjata yang diterima dari Kachin Independence Army (KIA), salah satu oposisi yang aktif melawan junta.

Partai tersebut mengungkapkan jika mereka berharap akan terus tumbuh lebih banyak dalam kekuatan dan persenjataan.

Hampir satu tahun setelah junta militer mengambil alih kekuasaan, dilaporkan Workers Today bahwa semakin populernya ideologi kiri dan kebangkitan simpati komunis.

"Menunjukkan bahwa masih ada harapan di masa depan yang bergejolak yang sedang kita hadapi dan dengan lebih banyak orang mulai menyadari betapa kita tidak dapat mengandalkan pengaruh/dukungan luar untuk memenangkan pertarungan," jelasnya.

baca juga

PKB merupakan salah satu kekuatan komunis yang cukup besar yang lahir setelah perang dunia kedua di negara yang saat itu masih dikenal sebagai Burma.

Dikutip dari The Irrawady Rabu (10/11/2021), setelah pecahnya perang saudara pada tahun 1948, PKB mendirikan benteng di pegunungan Pegu Yoma di utara Yangon, di Delta Irrawaddy, Arakan Yoma, Tenasserim (sekarang Tanintharyi), dan Divisi Sagaing atas (sekarang wilayah).

Saat itu PKB aktif di dalam dan sekitar Pyinmana, di mana mereka mengorganisir petani dalam perjuangan dan pemogokan melawan tuan tanah dan rentenir.

Namun karena terjadi penyimpangan di dalam partai, mengakibatkan kekacuan dan ditambah Ne Win menerima bantuan dari Amerika Serikat.

PKB sempat jatuh dan mundur ke pos terdepan di Timur Laut yang kemudian menjadi benteng baru. Saat itu, kekuatan utama terdiri dari orang-orang etnis Wa dan Kokang.

NUG

Bukan hanya PKB, sebelumnya para politisi pro Aung San Suu Kyi telah membentuk pemerintahan bayangan dan menyebutnya sebagai Pemerintah Persatuan Nasional (NUG).

AFP mewartakan jika mereka membentuk kekuatan pertahanan rakyat dan bertugas menahan kekerasan yang dilakukan pasukan junta kepada warga pro-demokrasi.

"Pendirian kelompok ini dimaksudkan sebagai pendahuluan untuk membentuk Tentara Persatuan Federal," jelas NUG dalam sebuah pernyataan.

Setelah dibentuk, NUG mendapatkan sambutan dari milisi-milisi etnis di Myanmar. Mereka bersatu untuk mengalahkan junta dan dilatih dengan baik.

NUG dilaporkan bekerja secara di bawah tanah dan pada bulan April sempat mengumumkan jajaran menteri kabinet mereka.

Sebelumnya ancaman perang saudara sudah diungkapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bansa (PBB). PBB bahkan menyebut Myanmar bisa menjadi next Suriah.

Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Michelle Bachelet memperingatkan kemungkinan kejahatan kemanusiaan terjadi.

"Saya khawatir situasi di Myanmar menuju konflik besar-besaran. Ada kemiripan yang jelas dengan Suriah di 2011," jelasnya dalam sebuah pernyataan dilaporkan AFP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laga Timnas Indonesia vs Myanmar Diusahakan Masuk Hitungan Poin FIFA

Laga Timnas Indonesia vs Myanmar Diusahakan Masuk Hitungan Poin FIFA

Bola | Senin, 08 November 2021 | 11:21 WIB

Kekerasan Sipil Meningkat, PBB Didesak Turun Tangan soal Aksi Serangan Militer Myanmar

Kekerasan Sipil Meningkat, PBB Didesak Turun Tangan soal Aksi Serangan Militer Myanmar

News | Jum'at, 05 November 2021 | 17:00 WIB

Myanmar dan Kamboja Berdamai dengan COVID-19, Sekolah Kembali Buka

Myanmar dan Kamboja Berdamai dengan COVID-19, Sekolah Kembali Buka

Health | Selasa, 02 November 2021 | 17:12 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×