Siapa Sosok Senior TNI Pembisik AHY soal Moeldoko Halalkan Semua Cara?

Reza Gunadha, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 27 November 2021 | 15:39 WIB
Siapa Sosok Senior TNI Pembisik AHY soal Moeldoko Halalkan Semua Cara?
Ketum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (tangkapan layar/video)

Suara.com - Perseteruan politik antara kelompok Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono memasuki babak baru, setelah Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta menolak gugatan pihak yang disebut pertama dalam upaya melegalisasi kepemimpinannya di Partai Demokrat. 

Rabu 24 November 2021, PTUN Jakarta menerbitkan putusan menolak gugatan Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Jhonny Allen Marbun terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terkait kisruh Partai Demokrat.

Dengan demikian, negara mengakui AHY sebagai ketua umum yang sah partai berlambang bintang Mercy tersebut.

AHY, dalam pernyataan tanggapan atas putusan PTUN, turut menyebut Moeldoko tak akan pernah berhenti 'menggoyang' kepemimpinannya.

Bahkan, putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan, Moeldoko akan menghalalkan segala cara, termasuk 'membeli hukum', demi memenuhi ambisi politiknya mengambil tampuk kepemimpinan Partai Demokrat.

Juru Bicara Kubu Moeldoko, M Rahmad, menegaskan AHY harus mengungkap siapa sosok 'senior TNI' yang diklaim menginformasikan Moeldoko berupaya 'membeli hukum' agar bisa mengambilalih kursi ketua umum Demokrat.

"AHY mengklaim telah diberi peringatan oleh senior-seniornya di TNI.  Bahkan AHY menyebut seniornya mengingatkan soal upaya membeli hukum. Sepertinya AHY ingin menyampaikan kepada publik bahwa sampai saat ini, senior-seniornya di TNI masih rajin memberikan masukan-masukan," kata Rahmad, Jumat (27/11/2021).

Rahmad mengakui penasaran soal sosok 'senior TNI' yang disebut AHY. Sebab menurutnya, TNI selama ini diketahui tak pernah berpolitik, apalagi mencampuri urusan kepartaian.

"Sejak kapan TNI mencampuri urusan partai politik, Demokrat, yang posisinya saat ini adalah oposisi pemerintah?"

baca juga

Agar pernyataan AHY bisa terkonfirmasi secara menyeluruh, Rahmad mengungkapkan ingin mempertanyakan klaim tersebut langsung kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Kalau terbukti ada 'senior TNI' yang disebutkan AHY, maka sosoknya harus diungkapkan kepada publik.

"Panglima TNI tentu harus menjelaskan kepada publik dan mengungkapkan fakta-fakta, apakah yang disebut AHY itu benar? Jika benar, tolong dijelaskan, apa motif petinggi TNI yang rajin memberi masukan kepada AHY, ketua umum partai pposisi pemerintah itu?" kata Ramhad.

Menurutnya, uraian tersebut penting dan perlu diketahui publik, karena AHY telah menyatakan klaimnya ke hadapan masyarakat pula.

"Ini juga penting agar TNI tidak tercemar nama baiknya," kata Rahmad lagi.

Bantahan Demokrat

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, membantah ketuanya menyebut secara eksplisit terdapat anggota aktif TNI yang memberikan informasi terkait Moeldoko.

Bila kubu Moeldoko menyebut Panglima TNI harus memberikan klarifikasi, Herzaky menilai itu justru merupakan tuduhan serius. Ia mendesak kubu Moeldoko meminta maaf.

"Sebaiknya segera meminta maaf, karena Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sudah tegas menyatakan profesionalitas dan netralitas TNI. Institusi TNI selama ini selalu terjaga netralitasnya. Keterlaluan sekali Rahmad ini menuduh  Panglima dan institusi TNI," kata Herzaky, Sabtu (27/11/2021).

Herzaky menepis tuduhan kubu Moeldoko bahwa 'senior TNI' yang disebut AHY adalah anggota aktif angkatan bersenjata RI.

Meski tak menyebut nama, Herzaky menegaskan 'sosok pembisik' itu adalah para purnawirawan TNI alias bukan tentara aktif.

"Yang memberikan masukan kepada Ketum PD AHY mengenai Moeldoko selama ini adalah para senior purnawirawan TNI, termasuk seniornya Moeldoko. Sama sekali tidak ada perwira aktif TNI."

Herzaky melanjutkan, "Rahmad jangan mengada-ada dan menuduh Panglima TNI." Dia lantas melontarkan pernyataan pedas, "Janganlah kebiasaan gerombolan KSP Moeldoko melakukan abuse of power, melanggar aturan, menabrak norma-norma kepatutan dan kepantasan, kembali dibawa-bawa karena gagal total di pengadilan."

Sebelumnya, dalam video pidato yang ditayangkan di kantor DPP Demokrat, Rabu (24/11), AHY mengakui bersyukur PTUN Jakarta menolak gugatan Moeldoko - Jhonny Allen Marbun terkait pengesahan Kongres Luar Biasa Deli Serdang.

AHY mengatakan, putusan itu adalah tanda kemenangan rakyat dan demokrasi di Indonesia. Ia kembali menegaskan, sejak Moeldoko  mengatakan tidak berminat mengambilalih kepemimpinan PD tapi tiba-tiba menggelar KLB, maka upaya itu tak bisa dianggap main-main.

Selain mengungkapkan rasa syukur, AHY juga mengakui sudah mendapatkan masukan-masukan dari seniornya di TNI tentang ambisi Moeldoko.

"Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI, KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai. KSP Moeldoko akan melakukan langkah apa pun, bahkan menghalalkan segala cara, termasuk upaya yang senior saya katakan, yaitu membeli hukum," kata AHY.

Namun, dalam kasus kisruh Demokrat, AHY berkeyakinan hukum akan tetap tegak dan tak akan bisa dibeli selama pihaknya terus berjuang atas nama kebenaran.

"Itulah yang tidak dimiliki oleh KSP Moeldoko dan orang-orang yang berusaha menjerumuskannya ke dalam jurang kehancuran. Bukan hanya saya pribadi yang berusaha memahami mengapa KSP Moeldoko, yang sebenarnya adalah senior saya di TNI ini, mudah dijerumuskan oleh orang-orang mabuk kekuasaan."

AHY lantas mengklaim, banyak seniornya di TNI yang mempertanyakan sepak terjang Moeldoko terhadap Demokrat.

"Terkait hal ini saya serahkan kepada KSP Moeldoko sendiri untuk menjawabnya," kata AHY memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabarkan Kondisi SBY Usai Operasi Kanker Prostat di Amerika, AHY Selipkan Pesan Haru

Kabarkan Kondisi SBY Usai Operasi Kanker Prostat di Amerika, AHY Selipkan Pesan Haru

Jogja | Kamis, 25 November 2021 | 09:26 WIB

Pesan Sedih AHY Lihat SBY Sakit Kanker Prostat: Rawatlah Orang Tua...

Pesan Sedih AHY Lihat SBY Sakit Kanker Prostat: Rawatlah Orang Tua...

News | Kamis, 25 November 2021 | 08:43 WIB

Ogah Pusing soal Tudingan Kubu Moeldoko, Sekjen Demokrat: Semuanya Cuma Pembodohan

Ogah Pusing soal Tudingan Kubu Moeldoko, Sekjen Demokrat: Semuanya Cuma Pembodohan

News | Rabu, 24 November 2021 | 20:25 WIB

Sowan ke Wapres Ma'ruf Amin, Panglima TNI Andika Laporkan Soal Keamanan Papua

Sowan ke Wapres Ma'ruf Amin, Panglima TNI Andika Laporkan Soal Keamanan Papua

News | Rabu, 24 November 2021 | 18:11 WIB

Sebut Putusan PTUN jadi Wake Up Call, AHY: Jangan Ada Lagi Niat Ambil Alih Partai!

Sebut Putusan PTUN jadi Wake Up Call, AHY: Jangan Ada Lagi Niat Ambil Alih Partai!

News | Rabu, 24 November 2021 | 18:01 WIB

Panglima TNI Diminta Intensif Pantau Papua, Ini Pesan Wapres Maruf Amin

Panglima TNI Diminta Intensif Pantau Papua, Ini Pesan Wapres Maruf Amin

Sumbar | Rabu, 24 November 2021 | 17:07 WIB

Ribuah Buruh KSPSI Bakal Gelar Demo Besok, Ini Tiga Tuntutannya

Ribuah Buruh KSPSI Bakal Gelar Demo Besok, Ini Tiga Tuntutannya

Bisnis | Rabu, 24 November 2021 | 17:02 WIB

Syukuri Keputusan PTUN, AHY Cerita Sempat Dapat Wanti-wanti Senior Soal Kelakuan Moeldoko

Syukuri Keputusan PTUN, AHY Cerita Sempat Dapat Wanti-wanti Senior Soal Kelakuan Moeldoko

News | Rabu, 24 November 2021 | 16:59 WIB

Terkini

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:45 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Santoso: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

Wakil Ketua Komisi III DPR Santoso: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:44 WIB

Hasil Imbang Timnas Indonesia Lawan Malaysia Memaksa Skuad Garuda Harus Sapu Bersih Laga Pamungkas

Hasil Imbang Timnas Indonesia Lawan Malaysia Memaksa Skuad Garuda Harus Sapu Bersih Laga Pamungkas

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:41 WIB

Korsleting Listrik Hanguskan Deretan Lapak di Jakarta Barat

Korsleting Listrik Hanguskan Deretan Lapak di Jakarta Barat

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:25 WIB

Tak Perlu Target Besar, Kebiasaan Hidup Aktif Bisa Dimulai dari Langkah Sederhana

Tak Perlu Target Besar, Kebiasaan Hidup Aktif Bisa Dimulai dari Langkah Sederhana

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:24 WIB

John Herdman Benahi Formula Serangan Timnas Indonesia Pasca Kartu Merah Thom Haye

John Herdman Benahi Formula Serangan Timnas Indonesia Pasca Kartu Merah Thom Haye

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:23 WIB

Sungai Tercemar, Mangrove Rusak: Bappenas Dorong Pengelolaan Ekosistem yang Tak Terpisah

Sungai Tercemar, Mangrove Rusak: Bappenas Dorong Pengelolaan Ekosistem yang Tak Terpisah

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:20 WIB

Jokowi Dicibir PDIP: KTA Dipamerin, Tunjukin dong Ijazahnya

Jokowi Dicibir PDIP: KTA Dipamerin, Tunjukin dong Ijazahnya

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:19 WIB

Prabowo Bertemu Megawati saat Takziah, Said Abdullah: Tak Ada Pembicaraan Politik

Prabowo Bertemu Megawati saat Takziah, Said Abdullah: Tak Ada Pembicaraan Politik

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:18 WIB

Side Job: Pilihan atau Kewajiban untuk Bertahan Hidup?

Side Job: Pilihan atau Kewajiban untuk Bertahan Hidup?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:15 WIB

×