alexametrics

Menag: Ibadah Haji Dibuka Saudi Jika Umrah Sukses

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah
Menag: Ibadah Haji Dibuka Saudi Jika Umrah Sukses
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan hasil perkembangan kebijakan penyelenggaraan haji dan umroh 1443H/2022 saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kekinian kerajaan Arab Saudi sudah membuka pintu bagi jemaah Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah.

Suara.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan dibukanya kembali pelaksanaan ibadah haji untuk jemaah Indonesia di Arab Saudi tergantung sukses atau tidaknya pelaksaan ibadah umrah yang akan dimulai awal Desember 2021 besok.

"Jadi kunci terbuka atau tidaknya haji di 1443 Hijriah nanti itu ya tergantung bagaimana kita mampu melaksanakan ibadah umrah ini dengan baik," kata Yaqut dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Yaqut menjelaskan, kekinian kerajaan Arab Saudi sudah membuka pintu bagi jemaah Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah. Ia mengatakan, ada 18.752 jemaah yang siap diberangkatkan.

Dari rincian ada 889 calon jemaah yang berumur di bawah 18 tahun, kemudian ada 2.549 jemaah yang berumur di atas 65 tahun. Sementara itu sisanya 15.314 jemaah ini siap diberangkatkan hanya saja perlu diseleksi secara ketat.

Baca Juga: Hadiri Festival Yahudi di Masjid Ibrahimi, Presiden Israel Tuai Kecaman dari Arab Saudi

Yaqut menerangkan, seleksi secara ketat ini dilakukan untuk meminimalisir masalah-masalah yang bisa membuat nama Indonesia tercoreng. Nantinya dikhawatirkan akan berimbas ke pelaksanaan ibadah haji.

"Kenapa disaring? tadi sudah disampaikan bahwa umrah yang akan kita jalankan ini bagian dari simulasi atau uji coba haji kita. Jadi kalau kira-kira umrah kita berhasil, insyaallah haji juga akan terbuka," tuturnya.

Lebih lanjut Yaqut mengatakan, pihaknya tidak mau ada kejadian seperti jemaah memakai hasil PCR bodong. Menurutnya, hal-hal sepele seperti itu justru akan membuat berat Indonesia diberikan izin untuk melakukan ibadah haji.

"Maka umrah ini menjadi kewajiban kita semua, pemerintah, DPR, dan terutama pennyelenggara umrah ini untuk lebih serius. Merka benar-benar mau menyelenggarakan ini dengan baik dan bertanggung jawab terutama ketaatan terhadap prokes," tandasnya.

Pintu Umrah Dibuka

Baca Juga: Sebut Jemaah Umrah Duta Bangsa, DPR ke Menag: Jangan Lalai, Pastikan Orang Siap Berangkat!

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, diketahui telah berhasil melobi pemerintah Arab Saudi untuk membuka pintu gerbang negaranya bagi warga negara Indonesia yang hendak menjalankan umrah.

Melansir dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Pemerintah Arab Saudi melalui keputusan General Authority of Civil Aviation (GACA) pada tanggal 25 November 2021 telah mengizinkan penerbangan dari Indonesia untuk mendarat langsung di negaranya terhtung mulai 1 Desember 2021.

Menag Yaqut menyebut, dengan adanya kebijakan baru itu penumpang dari Indonesia bisa langsung memasuki Arab Saudi tanpa harus transit di negara ketiga untuk menjalani karantina.

"Alhamdulillah, mulai pukul satu dini hari, pada Rabu 1 Desember 2021, warga Indonesia sudah diperbolehkan masuk ke Arab Saudi tanpa perlu melalui negara ketiga selama 14 hari," ujar Menag Yaqut, Minggu 28 November 2021.

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu lantas memerinci nama beberapa negara selain Indonesia yang warganya juga sudah diizinkan memasuki Arab Saudi, yaitu Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir.

Tak hanya itu, Gus Yaqut juga menyampaikan kabar baik lainnya bahwa WNI yang hendak memasuki Arab Saudi tidak harus menerima vaksin dosis ketiga atau booster.

Meskipun begitu, WNI yang sudah menerima vaksin dosis lengkap tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan menjalani karantina institusional selama lima hari.

"Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021," ucap Gus Yaqut.

Komentar