Kiat Warga Difabel di Indonesia Bertahan Secara Ekonomi Saat Pandemi Covid

Siswanto, ABC

Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:07 WIB
Kiat Warga Difabel di Indonesia Bertahan Secara Ekonomi Saat Pandemi Covid
Ilustrasi disabilitas dan pendidikan (istockphoto)

Sebelum memiliki mobil tersebut, Agustina juga sudah memiliki berbagai alat transportasi lain seperti sepeda motor yang sudah dimodifikasi.

Dari membatik ke jualan keliling

Pandemi COVID juga mengubah apa yang dilakukan Andika Indra Saputrayang tinggal di Boyolali, Jawa Tengah.

Sebelum pandemi, Andika yang memiliki difabel 'cerebral palsy', yaitu kondisilumpuh otak yangmenyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh, bekerja sebagaipembatik di Yogyakarta.

"Ketika mulai pandemi,kami dirumahkan, tapisaya kemudian tidak bisa bekerja karena di rumah tidak ada listrik yang cukup.

"Setelah itu, oleh keluarga saya di Boyolali, saya ditawari menjual kerupuk karak, penganan yang terbuat dari beras," kata Andika kepada ABC Indonesia.

Andika mengatakansenang menjadi penjual kerupuk karak yang biasanya dibawake Yogyakarta, sesuaipesanan.

Ia juga mengaku senang berjualan karena membuatnya tidak membuatnya diam di dalam rumah saja, seperti ketika ia bekerja membatik.

"Saya bisa tahu suasana Yogya dengan berjualan bisa menghilangkan rasa stress, saya bisa melihat dunia lebih luas," katanya lagi.

"

"Alhamdulillah ini sedikit mengurangi beban hidup saya. Dan penghasilannya lebih tinggi dari membatik, walau kadang untuk memenuhi kehidupan keluarga masih tidak cukup," katanya.

baca juga
"

Pendapatan Andika dari berjualan kerupuk karak digunakan untuk menghidupi istrinya, Yuli Lestari, yang juga difabel dan anak perempuannya, Ika Nurjanah, yang berusia 2 tahun.

"Sebagai laki-laki saya harus bertangung jawab menghidupi keluarga. Saya harus berusaha mencukupi kebutuhan mereka," kata pria asalCirebon, Jawa Barat,tersebut.

Menurut Andika kebutuhan rumah tangganya berkisar antara Rp700 ribu sampai Rp1,5 juta per bulan dan kadang dari penjualan karak tidak mencapai penghasilan untuk belanja bulanan bagi keluarganya.

"Dulu saya pernah dapat bantuan dari Pemerintah, namun hanya dua kali. Sekarang sudah tidak lagi," kata Andika yang pernah ke Adelaidedi tahun 2015 mengikuti program OzAsia festival untuk pameran mengenai Batik dan diabilitas.

Sekarang dia merasa beruntung sudah memiliki rumah yang dibangun atas bantuan desa diKongklangan, Tawangsari Teras, Boyolali, Jawa Tengah.

Rumah tersebut adalah bantuan dari Komunitas Masyarakat Tawangsari (Komasta).

"Tapi baru sebatas dinding saja, belum ada jendela, belum ada listrik, masih banyak kekurangan. Kalau nanti ada rezeki, akan saya pasang jendela, pasang listrik," kata Andika lagi.

Dalam berjualan, Andika menggunakan sepeda roda tiga yang khusus dibuat untuk difabel.

Saat mengendarai motor roda tiganya di jalanan umum yang ramaidimana dia harus berinteraksi dengan pengguna jalan lainnya, ia mengaku kerap kesulitan.

"Dulu saya tidak bisa naik motor, namun setelah berkeluarga saya harus bisa. Walau juga saya pernah nabrak, pernah jatuh ke sawah bersama dengan motornya.

"Tapi saya senang sekarang bisa pergi ke Yogya kadang seminggu tiga kali membawa pesanan bagi mereka yang mau membeli karak."

Menguatnya jaringan kelompok difabel di Indonesia

Di Makassar, Sulawesi Selatan, nama Dr Ishak Salim dikenal sebagai pegiat difabel yang memiliki organisasi bernama Pergerakan difabel Indonesia untuk kesetaraan (PerDik).

Doktor ilmu politik lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini bukan difabel, namun sudah lama tertarik dan bergiat dalam bidang pergerakan untuk membantu kelompok difabel.

Menurut Ishak Salim, dalam survei pertamaketika pandemi terjadi di tahun 2020 yang dilakukan jaringan difabel, ditemukan bahwa 86 persen difabel yang bekerja di sektor informal mengalami dampak pandemi.

"

"Adanya pembatasan sosial membuat pendapatan harian mereka kalau dikalkulasi dalam rupiah berkurang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu sehari," tuturIshak.

"

"Mereka ini bekerja sebagai tukang parkir, melakukan usaha pijat, berjualan kue, usaha menjahit yang terhenti karena tidak adanya pesta."

Namun, diakui olehnya, para difabel yang sudah memiliki akses digital, seperti Agustina, bisa bertahan selama pandemi, walaujumlah tersebut masih rendah.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik 2019, jumlah difabel di Indonesia adalah 21,5 juta orang atau sekitar8 persen dari populasi Indonesia.

Dari jumlah tersebut, menurut Ishak,baru sekitar 40 persen yang memiliki akses digital, seperti kepemilikan hape atau gawai lainnya.

Saat ini, pergerakan kelompok difabel tengah membuat survei kedua untuk mengetahui keadaan sebenarnya di masa pandemi, hal yang dinilai Ishak Salim sebagai sebuah kemajuan.

"Ketika melakukan survei masing-masing teman difabel memberikan kontribusi mulai dari desain survei, apa yang harus dilakukan sampai kemudian pada pengelolaan hasilnya," kata Ishak.

Sekarang sudah terkumpul data dari 1.680 orang difabel dan hasilnya akan disebarkan di pertengahan bulan Desember.

Teknologi daring seperti pertemuan lewat Zoom, jugamembuat proses menjangkau para pegiat difabel di seluruh Indonesia lebih mudah dilakukan.

"Dari hasil survei kami bisa memberikan masukan kepada Pemerintah yang dalam reaksi cepatnya juga bisa menyertakan kepentingan kelompok difabel," kata Ishak lagi.

Kelompok pegiat difabel sendiri bisa menggunakan hasil riset untuk kepentingan masing-masing organisasi entah sebagai bahan advokasi maupun sebagai bahan untuk riset lanjutan.

"Adanya survei dan pertemuan Zoom, misalnya membuatt organisasi difabel yang sudah punya kapasitas bagus, bisa menjangkau organisasi di daerah yang kapasitasnya masih terbatas.

"

"Jadi pergerakan lebih intensif dan meluas, aktivitasnya semakin membuncah," kata Ishak Salim.

"

Adanya konsolidasi berkat pandemi COVID, menurut Dr Ishak juga digunakankelompok difabel untuk merespon kegiatan lain, tak hanya soal COVID-19.

"Misalnya seperti gempa di Sulawesi Barat, atau banjir di Malang, atau kejadian di NTT, juga untuk hal lebih luas seperti pemenuhan hak-hak disabilitas menurut PBB.

"Yang dilakukan teman-teman sekarang adalah tetap menjaga dan memperkuat jaringan yang ada."

Harapan agar ada tunjangan difabel

Hari Disabilitas Internasional jatuh setiap tanggal 3 Desember dan tahun ini mengusung temaKepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesibel, dan Berkelanjutan Pasca COVID-19.

Andika dan Agustina punya harapannya masing-masing.

Andika Saputra berharap agar Pemerintah Indonesia memberikan tunjangan bagi mereka yang difabel, seperti halnya yaang dilakukan di Australia.

"Tidak memandang kaya atau miskin, difabel harus dilindungi oleh pemerintah.

"Jadi, harapan saya teman-teman disabilitas lebih dipedulikan lagi hidupnya, setidaknya seperti di Australia, mereka dapat tunjangan dari Pemerintah," katanya.

Sementara iAgustina berharap warga difabel di masa depan semakin setaradengan warga lainnya.

"Akses bagi kelompok difabel ditingkatkan. "

"

"Banyak tempat-tempat umum di Indonesia di kantor-kantor tidak adafasilitas untuk kursi roda, tidak ada ramp di kantor-kantor pemerintah."

"

Menjelang peringatan hari Disabilitas Internasional, Presiden Joko Widodo pada 1 Desember lalu melantik tujuh anggota Komisi Nasional Disabilitas.

Staf khusus Presiden Jokowi bidang Sosial, Angkie Yudistia, menyebutpelantikan anggota Komisi Nasional Disabilitas ini sebagai bentuk komitmen pemerintah kepada disabilitas.

"Harapan kami dengan berdirinya Komisi Nasional Disabilitas ini adalah sebagai langkah awal yang positif atas kesetaraan penyandang disabilitas untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, indonesia yang ramah terhadap disabilitas. Penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi bagi pembangunan bangsa Indonesia," ujarAngkie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Commuter Line Disulap Jadi Etalase Promosi Visit Malaysia 2026 di Indonesia

Commuter Line Disulap Jadi Etalase Promosi Visit Malaysia 2026 di Indonesia

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:30 WIB

GIIAS 2026 Dibuka, Astra Financial Hadirkan Solusi Pembiayaan Terintegrasi

GIIAS 2026 Dibuka, Astra Financial Hadirkan Solusi Pembiayaan Terintegrasi

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 05:50 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

Terkini

Hanya 20 Unit Terios Special Edition dan New Sigra Resmi Meluncur di GIIAS 2026

Hanya 20 Unit Terios Special Edition dan New Sigra Resmi Meluncur di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:50 WIB

JETOUR Berikan Garansi Mesin Tanpa Batas Kilometer di GIIAS 2026

JETOUR Berikan Garansi Mesin Tanpa Batas Kilometer di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026

Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 05:40 WIB

Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa

Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 23:20 WIB

Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!

Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 23:18 WIB

Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat

Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:54 WIB

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:38 WIB

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:34 WIB

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:26 WIB

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:23 WIB

×